Jose Mourinho Kirim Kata-kata Mutiara Jelang Duel Benfica Vs Real Madrid: Raja yang Terluka Sangat Berbahaya

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, melontarkan peringatan keras kepada Real Madrid jelang pertemuan kedua tim di babak play-off Liga Champions.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, melontarkan peringatan keras kepada Real Madrid jelang pertemuan kedua tim di babak play-off Liga Champions 2025/2026.

Pertandingan leg pertama di EstAdio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Mourinho menegaskan bahwa Madrid tetaplah kekuatan besar meski sedang berada dalam kondisi tidak ideal, dan menyebut mereka sebagai raja yang terluka yang justru semakin berbahaya.

Benfica memastikan tiket ke babak play-off secara dramatis usai meraih kemenangan 4-2 atas Real Madrid pada fase sebelumnya. Dalam laga tersebut, momen paling mengejutkan terjadi ketika kiper Benfica, Anatoliy Trubin, mencetak gol di detik-detik akhir pertandingan.

Gol sensasional itu menjadi penentu kelolosan Benfica lewat keunggulan selisih gol, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi raksasa Spanyol.

Dalam konferensi pers menjelang laga penting tersebut, Mourinho menekankan bahwa belum ada apa pun yang dipastikan meski Benfica pernah mengalahkan Madrid. Pelatih berusia 63 tahun itu mengingatkan bahwa pengalaman panjangnya di kompetisi elite Eropa mengajarkannya untuk tidak pernah meremehkan situasi.

“Ini akan sangat menuntut, tanpa diragukan lagi. Kami baru memainkan leg pertama. Tidak ada hasil yang benar-benar menentukan di kompetisi ini,” ujar Mourinho.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Raja yang Terluka

 

Ia juga menyinggung gol Trubin yang terjadi pada pertemuan sebelumnya, namun menegaskan bahwa Benfica tidak akan mengandalkan keajaiban serupa di leg berikutnya yang akan digelar di Estádio da Luz.

“Trubin tidak akan maju menyerang di Luz. Saya sudah sangat terbiasa dengan laga-laga seperti ini. Orang-orang sering berpikir Anda membutuhkan hasil tertentu di leg pertama. Bagi saya, tidak ada hasil final sebelum semuanya selesai,” lanjutnya.

Mourinho menegaskan bahwa Benfica akan tampil dengan kepala dingin, ambisi besar, dan kepercayaan diri tinggi. Ia pun mengingatkan bahwa timnya sudah membuktikan mampu melukai “raja” Liga Champions.

“Kami tahu apa yang telah kami lakukan terhadap raja-raja Liga Champions. Mereka terluka. Dan raja yang terluka sangat berbahaya.”

Hubungan Rumit Mourinho dan Real Madrid

Pertemuan ini juga sarat emosi bagi Mourinho, yang pernah menangani Real Madrid pada periode 2010/2013.

Meski sempat meraih gelar LaLiga dan Copa del Rey, hubungannya dengan klub tersebut dikabarkan berakhir tidak harmonis. Sejumlah laporan menyebutkan Mourinho masih menyimpan keinginan kuat untuk membuktikan diri saat menghadapi mantan klubnya.

Mourinho sebelumnya juga pernah menyebut Álvaro Arbeloa sebagai anaknya, mengingat kedekatan mereka selama sama-sama berada di Madrid. Namun kali ini, sentimen emosional dikesampingkan demi fokus penuh pada laga krusial yang akan menentukan nasib Benfica di Eropa.

 

Video Populer

Foto Populer