Beratnya Kans Juventus Lolos ke 16 Besar Liga Champions, Seperti Mendaki Gunung

Juventus menghadapi tantangan sangat berat untuk leg kedua play-off Liga Champions 2025/2025.

Bola.com, Jakarta - Juventus menghadapi tantangan sangat berat untuk leg kedua play-off Liga Champions 2025/2025. Bayangkan saja, mereka membutuhkan kemenangan 3-0 kontra Galatasaray hanya untuk memaksakan perpanjangan waktu.

Jika ingin lolos ke babak 16 besar Liga Champions, maka Bianconeri harus menang minimal dengan skor 4-0. Misi berat ini disadari oleh pelatih Juventus, Luciano Spalletti. 

Jalan terjal ini mengadang Juventus gara-gara dibantai Galatasaray 2-5 pada leg pertama di Istanbul, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. 

“Tentu saja kami akan mencoba mendaki gunung itu, mencoba mengatur kebangkitan. Jelas, kami harus mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi dan atas keputusan yang kami ambil selama pertandingan,” ujar Spalletti, seperti dikutip dari Football Italia

“Mulai sekarang, tidak ada gunanya mengatakan banyak hal jika kami tidak membuktikannya dengan tindakan. Belakangan ini kami melakukan beberapa hal dengan baik, tetapi selalu saja berhasil menciptakan masalah bagi diri sendiri," imbuh dia. 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pertaruhan Besar

Spalletti mengatakan Juventus harus bereaksi dan bangkit pada leg kedua, karena banyak yang mereka pertaruhkan. 

“Dalam hal mengenali situasi tertentu, kami memang belum berada di level terbaik, dan hari ini justru memperburuknya. Kartu merah menambah kesulitan, tetapi kami tetap harus merespons dan menjalankan tugas kami kepada sekelompok penggemar, seluruh kota, dan klub," tegas Spalletti. 

 

Kemuduran Besar

Luciano Spalletti mengkritik keras timnya sendiri setelah Bianconeri dibantai Galarasaray 2-5. Spalletti bahkan menilai performa Si Nyonya Tua sebagai kemunduran besar.

Spalletti menilai timnya kehilangan karakter setelah babak pertama.

“Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba mengubah beberapa hal, tetapi karakter tim justru menurun. Ini bukan satu langkah mundur, tetapi tiga langkah mundur malam ini,” sergah Spalletti, seperti dikutip dari Football Italia. 

Ia juga menyoroti keputusan pergantian pemain yang tak berjalan sesuai rencana, serta banyaknya kartu yang diterima dalam waktu singkat yang semakin memperumit situasi.

“Jelas Cambiaso berisiko mendapat kartu kuning kedua di akhir babak pertama, dan dalam pertandingan seperti ini, ketika ada pemain yang sudah mendapat kartu, bijaksana jika melakukan sesuatu lewat pergantian pemain," ujar dia. 

“Namun kami justru menerima dua kartu kuning lagi dalam sekitar 15 menit pertama, lalu semakin merugikan diri sendiri karena tidak mengenali bahaya dalam situasi-situasi tersebut," imbuhnya. 

Menurut Spalletti, masalah utama Juventus adalah ketidakmampuan menjaga keseimbangan permainan sehingga terlalu mudah kebobolan, terutama di kompetisi Eropa.

“Saya yakin kami bisa meringankan beban lini belakang jika mampu memainkan sepak bola dengan baik. Jika hanya bertahan dan mengandalkan serangan balik, kami tidak punya karakter pemain yang cukup solid untuk itu,” jelasnya.

Sumber: Football Italia

Video Populer

Foto Populer