Start Messi di MLS 2026 Tak Mulus, Apakah Bisa Pengaruhi Peluangnya di Piala Dunia 2026?

Inter Miami yang diperkuat Lionel Messi kalah telak 0-3 dari LAFC di laga pertama MLS musim ini.

Bola.com, Jakarta - Saat LAFC mencetak gol ketiga pada Sabtu malam waktu setempat atau Minggu WIB di LA Coliseum, ribuan penonton, lebih dari 75.600 orang, bersorak histeris. Di tengah euforia itu, seorang penggemar dengan jersey Argentina berlari ke lapangan dan menargetkan superstar Lionel Messi.

Adegan mengejar Messi memang sudah familier sejak ia bergabung dengan Inter Miami pada pertengahan 2023. Namun, kali ini sorak sorai bukan untuknya: Miami sedang tertinggal 0-3 dari LAFC pada pertandingan pembuka musim MLS 2026.

Debut musim baru Messi bersama juara bertahan MLS Cup itu pun tidak berjalan mulus, jauh dari 'script Hollywood" yang biasanya mengikuti penampilan pemain Argentina di tahun-tahun Piala Dunia.

Sebelum laga ini, muncul keraguan apakah Messi bisa bermain setelah ia sempat mengalami cedera hamstring di pramusim Miami bulan ini.

Pada usia 38 tahun, wajar banyak yang khawatir, bukan hanya soal awal musim MLS-nya, tetapi juga dampaknya terhadap Piala Dunia 2026. Messi jujur bahwa kondisi fisiknya menjadi pertimbangan.

"Saya ingin berada di sana. Merasa baik dan menjadi bagian penting untuk membantu tim nasional saya, jika saya bisa hadir," kata Messi, Oktober lalu.

"Saya akan menilai setiap hari saat memulai pramusim tahun depan dengan Inter Miami dan melihat apakah saya bisa benar-benar fit 100%. Saya sangat bersemangat karena ini Piala Dunia," imbuhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penampilan Kurang Meyakinkan

Pelatih Miami, Javier Mascherano, sempat menegaskan pada Jumat lalu bahwa Messi berlatih di level yang sama dengan seluruh tim sepanjang minggu, tetapi penampilan Messi di lapangan melawan LAFC terlihat kurang meyakinkan.

Dalam 10 menit pertama, sentuhan Messi terlihat kurang presisi, begitu juga timing operannya. Distribusinya kemudian membaik, dan ia cukup sial karena tak mampu mencatatkan assist. Namun, masalah tembakan jelas terlihat: ia gagal mengenai sasaran sekali pun.

Messi tak sendirian. Entah karena menyesuaikan diri dengan striker baru, German Berterame, di lini depan, atau karena kapten tim tampil kurang maksimal, Miami sulit mencetak momentum hingga LAFC unggul 1-0 melalui gol David Martinez yang dibantu Son Heung-min.

Son punya ambisi pribadi menjelang Piala Dunia 2026 setelah meninggalkan Tottenham Hotspur tahun lalu.

Yang menarik dari laga ini bukan hanya performa Messi, tetapi dominasi penggemar LAFC, banyak di antaranya mengenakan jersey Son sehingga penonton yang memakai jersey merah muda Messi kalah jumlah.

Sorak sorai untuk Messi tak sebesar untuk Son. Bahkan saat Messi jatuh di akhir pertandingan dan tak mendapatkan pelanggaran, terdengar suara cemoohan dari tribune LA Coliseum.

"Tidak, saya tidak melihat apa-apa," kata Mascherano usai pertandingan saat ditanya apakah kaptennya marah soal keputusan wasit atau hasil pertandingan.

"Pertandingan selesai, lalu saya masuk ruang ganti," lanjutnya.

Penjelasan Mascherano

Setelah gol Denis Bouanga dan Nathan Ordaz memastikan kekalahan 0-3 Miami, Messi cepat menukar jersey dengan Bouanga dan menjadi yang pertama meninggalkan lapangan.

Lantas, apakah satu kekalahan ini sudah membuat kekhawatiran soal performa Messi di Miami berlebihan?

"Kenyataannya, mereka menang fair dan itu fakta," ujar Mascherano.

"Sering sulit menjelaskan ketika kalah 0-3, tapi analisis awal saya memberi kesan bahwa hasilnya agak menyesatkan. Sepanjang pertandingan, perbedaannya sebenarnya tidak terlalu besar."

"Sebagai staf pelatih, kami harus menganalisis pertandingan, bukan hanya hasil. Jika fokus hanya pada menang atau kalah, keputusan yang diambil jadi sempit. Dalam pertandingan ini, kami melihat aspek gaya permainan yang kami inginkan dan perlu ditingkatkan," jelasnya.

Waktu Empat Bulan

Messi memang belum tampil maksimal, tetapi tidak adil menilai performanya hanya dari laga pertamanya di MLS musim ini.

Mascherano menegaskan bahwa Messi cukup fit untuk latihan penuh bersama tim, meski ia baru pulih dari cedera hamstring.

Mengecilkan Messi adalah kesalahan besar. Ia masih membuat beberapa operan berbahaya yang seharusnya berbuah gol untuk Miami, dan beberapa kali membawa bola maju dengan baik.

Pertandingan ini cukup, tetapi cukup saja, bukan standar Messi, apalagi di tahun Piala Dunia. Terlalu dini untuk menilai jangka panjang, tetapi jika performanya tak meningkat dalam beberapa minggu ke depan, pertanyaan pasti akan muncul.

"Dia yang memutuskan, dan kami akan mendukung apa pun keputusan dia," ujar Lionel Scaloni, pelatih Timnas Argentina, tentang kemungkinan Messi tampil di Piala Dunia 2026, Desember lalu.

"Semuanya berjalan baik untuk saat ini, tapi enam bulan itu lama. Masih ada waktu," imbuhnya ketika itu.

Dengan empat bulan tersisa sebelum Piala Dunia 2026, waktu terus berjalan, dan sorotan dunia tetap tertuju pada Messi.

 

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer