Joao Neves Sindir Taktik Arsenal usai PSG Juara Liga Champions: Kami Satu-satunya Tim yang Ingin Bermain

Gelandang muda PSG, Joao Neves, melontarkan komentar pedas kepada Arsenal setelah timnya sukses menjuarai Liga Champions.

Bola.com, Budapest - Gelandang muda PSG, Joao Neves, melontarkan komentar pedas kepada Arsenal setelah timnya sukses menjuarai Liga Champions 2025/26 di Puskas Arena, di Budapest, Hongaria, Sabtu (30/5/026).

Pemain berusia 21 tahun itu menilai PSG menjadi satu-satunya tim yang benar-benar ingin bermain sepak bola dalam laga final tersebut.

Neves tampil penuh selama 120 menit saat PSG mengalahkan Arsenal lewat adu penalti dan mempertahankan gelar Liga Champions. Sepanjang pertandingan, wakil Prancis itu tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 75 persen, melepaskan 21 tembakan, serta menciptakan tiga peluang emas.

Usai pertandingan, Neves mengaku sangat bangga dengan pencapaian timnya. Ia juga menyebut keputusan bergabung dengan PSG sebagai pilihan terbaik dalam kariernya.

"Emosinya luar biasa. Ini adalah kali kedua saya menjadi juara Eropa. Bukan hanya kemenangan yang membuat saya bahagia, tetapi juga karena bisa bermain bersama rekan setim, staf, dan manajemen yang luar biasa," ujar Neves.

"Datang ke sini adalah keputusan terbaik dalam hidup saya. Kami pantas menang hari ini karena PSG adalah satu-satunya tim yang ingin bermain," tambahnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kunci

Joao Neves, menjadi salah satu kunci keberhasilan timnya menjuarai Liga Champions 2025/26 setelah mengalahkan Arsenal di partai final.

Pemain berusia 21 tahun itu mencatat statistik impresif sepanjang pertandingan. Neves memenangkan 16 duel, terbanyak dibanding pemain lain di lapangan. Ia juga mencatat 11 sentuhan di kotak penalti lawan, tujuh kali dilanggar, enam duel udara yang dimenangkan, serta tiga tekel sukses.

Dominasi Neves di lini tengah membantu PSG mengendalikan jalannya pertandingan dan memberikan tekanan konstan kepada Arsenal. Penampilan gemilang tersebut semakin menegaskan perannya sebagai salah satu pemain muda terbaik Eropa saat ini.

Kontribusi besarnya turut mengantar PSG mempertahankan gelar Liga Champions dan kembali menjadi penguasa sepak bola Eropa.

Rekor PSG

PSG, yang datang sebagai juara bertahan, mengalahkan Arsenal di final Liga Champions 2025/2026. Setelah bermain imbang 1-1 dalam 120 menit pertandingan, 90 menit waktu normal dan 2x15 menit extra time, PSG menang 4-3 lewat drama adu penalti.

Luis Enrique langsung melompat kegirangan saat bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal melakukan eksekusi kelima Arsenal setelah tembakannya terlalu naik ke atas. Pelatih asal Spanyol itu pun merayakan keberhasilan timnya bersama pemainnya.

Bicara mengenai keberhasilan PSG meraih gelar juara Liga Champions dalam dua musim beruntun, Luis Enrique mengaku perasaannya campur aduk. Namun, ia tegas mengatakan saat ini merupakan momen terbaiknya bersama PSG.

"Saya merasa campur aduk, antara antuasias, lelah, dan berbagai emosi lainnya. Namun, ini adalah momen terbaik musim ini. Kami masih menjadi juara, dua kali berturut-turut, dan itu luar biasa," ujar Luis Enrique seperti dilansir dari BBC.

"Kami layak mendapatkannya. Pendukung kami, sepanjang musim ini. Kami layak berada di pertandingan final ini," lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.

Sumber: Givemesport

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer