Sukses


31 Oknum Bonek Ditetapkan Jadi Tersangka Pengeroyokan Aremania

Bola.com, Solo - Sebanyak 31 oknum suporter Persebaya, Bonekmania ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat Polres Sragen. Mereka dianggap sebagai pelaku penyerangan rombongan suporter Aremania di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (19/12/2015) pagi saat menuju ke Sleman. Akibat kejadian itu, dua anggota Aremania meninggal dunia.

"Awalnya ada 33 tersangka. Namun setelah diperiksa secara intensif, yang terbukti 31 orang dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka sudah kami titipkan ke Mapolda Jateng. Nanti kami lanjutkan dengan penyidikan lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polres Sragen, Iptu Maryoto, mewakili Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo, Selasa (22/12/2015). 

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden itu terjadi saat bus yang berisi Aremania berhenti di stasiun pengisian bahan bakar minyak (pom bensin) Jatisumo, Sambungmacan, Sragen, untuk menjalankan ibadah salat subuh.

Tanpa diduga, massa yang diketahui turun dari truk bak terbuka, melakukan penyerangan kepada bus dan penumpang di dalamnya. Kaca bus pecah terkena hantaman batu dan kayu.

Selain korban luka, ada dua korban meninggal akibat kejadian itu, yakni Eko Prasetyo dan Slamet. Eko merupakan warga Pujon, Kabupaten Malang. Sementara, Slamet merupakan warga Selorejo, Kabupaten Blitar. 

Kasat Reskrim menjelaskan, ratusan Bonek lainnya yang tidak terlibat langsung dengan penyerangan dan pengeroyokan tersebut, dipulangkan ke Surabaya menggunakan sejumlah truk. Begitu juga dengan pendukung Aremania yang menjadi korban penyerangan.

Sementara, Wakapolres Sragen, Kompol Yudi Arto Wiyono menambahkan, sesuai dengan locus delicti (berlakunya hukum pidana yang dilihat dari segi lokasi terjadinya perbuatan pidana), kasus penyerangan terhadap Aremania menjadi kewenangan Polres Sragen, meskipun seluruh tersangka dititipkan di Mapolda. Puluhan Bonek diancam dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

"Sejauh ini, kami telah memeriksa puluhan saksi untuk menyelesaikan berkas penyidikan," tutur Wakapolres.

Video Populer

Foto Populer