Sukses


ISC B: Dedi Cahyono Putro, Bersinar dalam Masa Sulit Persis

Bola.com, Solo - Langkah Persis Solo memang terseok-seok dalam persaingan Grup 3 Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016. Digadang-gadang jadi salah satu tim yang lolos ke babak 16 Besar, skuat racikan Widyantoro justru terbenam di posisi kelima. Peluang Persis melaju ke fase selanjutnya juga terbilang berat mengingat secara perolehan poin tertinggal dari para rival seperti PSCS Cilacap, Persip Pekalongan, dan PSGC Ciamis.

Meski tersendat, bintang baru muncul dari tim Laskar Sambernyawa. Adalah gelandang muda Dedi Cahyono Putro menjelma sebagai idola baru suporter Pasoepati dan publik pencinta sepak bola Solo.

Bagaimana tidak, berposisi sebagai pemain sayap, pria kelahiran Solo 27 April 1994 itu jadi top scorer sementara Persis dengan lima gol. Kali terakhir pemain yang sempat diminati Barito Putera itu mencetak satu gol saat Persis menang, 2-0 atas Persibangga Purbalingga di Stadion Manahan, Minggu (14/8/2016).

"Syukur Alhamdulillah bisa jadi bagian penting Persis. Namun, saya berterima kasih kepada seluruh tim yang terus menunjang permainan saya di lapangan," ungkap Dedi saat berbincang dengan Bola.com, Senin (15/8/2016).

Tak bisa dimungkiri, Solo banyak melahirkan pemain-pemain nasional baik di level klub maupun Timnas Indonesia. Sebut saja kapten Piala Asia 2004, Agung Setyabudi. Striker jebolan Primavera, Indrianto Nugroho, hingga dua legenda Persija Jakarta, Aditya dan Didik Darmadi.

Pemain jebolan Porprov Solo 2013 itu menunjukkan diri sebagai bagian penting tim Kota Bengawan musim ini. Bakat Dedi memang sudah tercium sejak kecil saat membela IM Sragen di ajang Danone Nation Cup (DNC) ke V. Lantas pemain bernomor punggung 18 itu bergabung ke Persis Junior (Jr) di bawah nahkoda tim Agung Setyabudi.

Tangan dingin mantan kapten Timnas Piala Asia 2004 itu membuat perofrma Dedi Cahyono semakin terasah. Pengidola Ahmad Bustomi itu berharap bisa membela Tim Nasional kelak sehingga dapat membanggakan kota Solo. "Harapan ke Timnas tentu ada karena itu keinginan semua pesepak bola. Namun, sekarang ingin fokus memberikan yang terbaik untuk Persis terlebih dulu,'' ungkapnya.

Pelatih Widyantoro pun semakin semringah dengan produktivitas yang diciptakan skuatnya. Dia menilai performa moncer Dedi di ISC B 2016 karena faktor ketenangan di depan gawang.

"Dedi sekarang lebih tenang saat mendapatkan peluang dan itu bisa dimaksimalkan dengan baik. Mudah-mudahan performa seperti itu bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan," tandas pelatih yang akrab disapa Wiwid itu.

 

Misi Berat Timnas Indonesia Hadapi Thailand di Piala AFF 2018

Tutup Video

0 Komentar

Belum ada komentar

    Video Populer

    Foto Populer