Sukses


Aji Santoso Puji Eks Arema Setelah Latihan Perdana di Persebaya

Bola.com, Yogyakarta - Mantan pemain Arema FC, Nasir, secara resmi telah menjadi pemain Persebaya Surabaya. Pemain asli Tuban itu sudah mengikuti latihan perdana di Stadion UNY, Sleman, Yogyakarta, Kamis (16/1/2020).

Kedatangan Nasir menuai pro dan kontrak di kalangan Bonek. Ada yang mendukung karena pemain satu ini terhitung serba bisa ditempatkan di posisi gelandang atau bek kiri. Namun, ada pula yang tidak setuju karena statusnya sebagai mantan pemain klub rival. 

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, memandang bahwa Nasir merupakan sosok pemain yang dibutuhkan oleh timnya. Kemampuannya sebagai bek kiri bisa dimanfaatkan untuk menggantikan Ruben Sanadi yang memutuskan hengkang.

“Sejauh ini Nasir salah satu tipe pemain yang saya cari. Dia tipe yang kuat memegang bola dan satu dua sentuhan. Saya lihat Nasir tidak terlalu susah. Baru pertama kali latihan dia bisa beradaptasi yang baik,” ucap Aji menjawab pertanyaan Bola.com usai latihan di Stadion UNY.

Berdasar pengamatan Bola.com, Nasir memang tidak terlihat menemui kesulitan beradaptasi dengan Persebaya Surabaya. Dia mampu menjalankan instruksi pelatih dan langsung menyatu dengan permainan tim dalam sesi game.

2 dari 2 halaman

Paham Karakter

Status Nasir sebagai mantan pemain Arema tidak menjadi masalah bagi Aji Santoso. Sebab, Aji merupakan pelatih yang membawa pemain berusia 24 tahun saat masih menangani Arema pada 2017.

Di sisi lain, Aji menegaskan bahwa Nasir telah dilepas oleh Arema sehingga tidak ada kendala untuk menjadi bagian integral Persebaya. 

“Yang perlu diluruskan, namanya membajak itu saya mengambil pemain yang terikat kontrak dengan tim lain. Tapi, pemain ini dalam kondisi sudah dilepas. Nasir saya tanya sudah tidak punya kontrak di Arema. Saya tidak membajak Nasir,” ujar Aji.

Selama berseragam Arema, Nasir tercatat membukuka 23 penampilan dan sebiji gol selama tiga musim. Kehadirannya di Persebaya Surabaya diharapkan mampu memberi kontribusi lebih, sekaligus jadi wadahnya untuk lebih berkembang.

From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia

Video Populer

Foto Populer