Sukses


Yongky Aribowo, Wonderkid Persik yang Melesat Setelah Cristian Gonzales Hijrah ke Persib

Bola.com, Kediri - Kita tak tahu kesempatan terbaik akan datang. Namun, jika peluang itu ada di depan mata, maka jangan sia-siakan. Kita harus meraih dan menjalaninya dengan serius karena kesempatan tak akan datang dua kali.

Begitu cara Yongky Aribowo memanfaatkan kesempatan yang terbuka itu saat bermain di Persik Kediri pada ISL 2009-2010. Pemain asal Kabupaten Tulungagung ini seakan mendapat berkah atas hijrahnya Cristian Gonzales ke Persib pada musim 2009.

El Loco, julukan Cristian Gonzales, hengkang ke Maung Bandung menyusul krisis finansial yang dialami Persik. Bersama pelatih Arcan Iurie, Gonzales pilih menepi dari kandang Macan Putih. Posisi Arcan Iurie pun digantikan Aji Santoso.

Yongky Aribowo yang saat itu dianggap sebagai wonderkid naik dari Persik U-21.

Sayang pada 2008, debutnya tak mulus. Dia langsung mengalami cedera lutut saat tampil di Piala Gubernur Jatim menggantikan Danilo Fernando.

"Saya sempat kaget, karena baru main sekali di tim senior langsung cedera. Saya pikir karir di sepak bola akan selesai, karena cedera lutut paling ditakuti pemain bola," katanya.

2 dari 4 halaman

Berkat Ketekunan

Berkat ketekunan dan motivasi dari ayahnya, Goenarto, pemain yang mengidolakan Filipo Inzaghi ini terus berjuang selama 1,5 bulan untuk memulihkan cederanya.

Yongky hanya melakukan terapi tradisional. Dia berpikir Persik Kediri tak akan membiayai sakitnya. Karena manajemen sedang kesulitan keuangan.

"Saya nyaris putus asa. Makanya, saya pun tak pamit ke coach Daniel Roekito saat pemulihan cedera. Ketika gabung tim lagi, saya malah dimarahi pelatih. Karena Persik bertanggung jawab jika ada pemain cedera," katanya.

Setelah pulih dari cedera, eks pilar Timnas Indonesia U23 ini langsung melesat. Selama 19 kali tampil, Yongky mencetak 7 gol bersama Persik. Pencapaian ini sangat menjanjikan bagi seorang wonderkid.

Yongky Aribowo pun masuk skuat Timnas Indonesia U-22 hingga Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 dan SEA Games 2011.

3 dari 4 halaman

Kesan di Persik

Meski hanya satu musim merumput di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Yongky Aribowo sangat berkesan dengan Persik Kediri.

"Di antara klub yang saya pernah bela, Persik paling berkesan. Karena itu Persik klub debut saya sebagai pemain profesional. Apalagi saya bermain satu lapangan dengan pemain-pemain hebat nasional macam Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Hamka Hamzah, Harianto, hingga Danilo Fernando dan Ronald Fagundez," katanya.

Musim berikutnya, Yongky Aribowo menyeberang ke Arema yang notabene musuh bebuyutan Persik. Setelah dari Arema,dia berpetualang ke luar Jawa bersama Persisam.

"Saya tipe anak rumahan. Sejak SSB hingga di Arema, ayah saya selalu mendampingi. Ketika di Persisam, orang tua sering tiba-tiba datang ke Samarinda tanpa mengabari saya. Waktu seleksi di Persik junior, ayah yang bersikeras saya ikut seleksi," katanya.

"Saya sampai mennangis dalam perjalanan Tulungagung-Kediri. Saya sudah merasa sebentar lagi saya akan sering berpisah dengan orang tua. Akhirnya, kini saya terima kasih kepada orangtua, karena saya bisa hidup dan sukses di sepakbola," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer