Sukses


3 Klub Juara dengan Poin Terbanyak di Era Indonesia Super League hingga Liga 1

Bola.com, Jakarta - Ketika Indonesia Super League mulai bergulir pada 2008, sepak bola Indonesia memasuki fase baru dengan sistem kompetisi liga yang mempertemukan semua tim. Sejak saat itu, ada tujuh tim berbeda yang berhasil menjadi juara hingga Liga 1 2019. Kali ini, Bola.com akan membahas tim-tim dengan jumlah raihan poin terbanyak ketika menjadi juara.

Sejak pertama kalinya bergulir pada 2008-2009, Indonesia Super League bertahan hingga 2014, di mana Persipura Jayapura menjadi juara edisi perdana dan Persib Bandung menjadi juara pada edisi terakhir, di mana setelah itu kompetisi sepak bola Indonesia sempat terhenti karena hukuman FIFA pada 2015.

Setelah itu, PSSI baru lepas dari sanksi pada 2016, di mana saat itu berbagai turnamen pengisi waktu digelar, termasuk Torabika Soccer Championship yang menjadi kompetisi pengganti dan dianggap bukan kompetisi resmi mengingat hukuman FIFA dicabut saat kompetisi sudah berjalan.

Berakhirnya hukuman dari FIFA pada 2016 membuat Timnas Indonesia berhak untuk tampil di Piala AFF 2016 dan berhasil menjadi runner-up untuk kelima kalinya dalam sejarah kejuaraan tersebut.

Setelah itu, era baru sepak bola Indonesia dimulai pada 2017, di mana Ketua Umum PSSI saat itu, Edy Rahmayadi, menyebut kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan label Liga 1 yang masih tetap bertahan hingga saat ini.

Namun, siapa saja tim-tim juara kasta tertinggi yang berhasil mengemas poin tertinggi dalam satu musimnya sejak Indonesia Super League dimulai hingga era Liga 1 saat ini? Berikut Bola.com merangkumnya.

2 dari 6 halaman

Persipura Jayapura

Persipura Jayapura merupakan tim paling sukses di era Indonesia Super League. Tim berjulukan Mutiara Hitam itu berhasil meraih tiga gelar juara ISL, yaitu pada 2008-2009, 2010-2011, dan 2013. Bahkan jika Torabika Soccer Championship 2016 dihitung, Persipura tercatat empat kali menjadi juara sejak 2008 hingga saat ini.

Raihan terbaik Persipura terjadi saat menjuarai ISL 2013. Mutiara Hitam mampu mengemas 82 poin dari 34 laga saat itu. Jumlah poin tersebut diraih melalui 25 kemenangan dan tujuh hasil imbang, di mana Persipura hanya dua kali kalah pada musim tersebut.

Raihan poin tersebut hanya dua poin lebih baik ketimbang saat Persipura juara ISL edisi perdana pada 2008-2009. Ketika itu Persipura mengemas 80 poin, dengan jumlah kemenangan yang sama seperti pada musim 2013. Persipura hanya lebih sering kalah pada musim ini, yaitu empat kali kalah.

Sementara ketika menjadi juara ISL 2010-2011, Persipura hanya mampu meraih 60 poin. Jumlah tersebut bahkan lebih sedikit ketimbang saat Persipura menjuarai TSC 2016 dengan raihan 68 poin.

 

3 dari 6 halaman

Sriwijaya FC

Tim yang kini sudah terdegradasi ke Liga 2, atau kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia, itu pernah menjadi juara liga pada Indonesia Super League 2011-2012. Saat itu kompetisi sepak bola Indonesia tengah terpecah karena adanya dualisme kompetisi dengan Liga Primer Indonesia.

ISL yang tetap mempertandingkan 18 tim dalam musim tersebut melahirkan Sriwijaya FC sebagai juara. Laskar Wong Kito berhasil menjadi yang terbaik dengan mengemas 79 poin.

Seperti halnya ketika Persipura menjuarai ISL 2008-2009 dan 2013, Sriwijaya FC juga mengemas 25 kemenangan. Namun, Sriwijaya FC hanya meraih empat hasil imbang, di mana artinya mereka lima kali mengalami kekalahan.

Saat itu, Sriwijaya FC mampu mengungguli Persipura Jayapura yang hanya menjadi runner-up pada musim tersebut. Sriwijaya FC bahkan mampu unggul 11 poin dari Persipura yang hanya mengemas 20 kemenangan dan delapan hasil imbang dari 34 laga.

 

4 dari 6 halaman

Arema

Arema berhasil membuat torehan sejarah dengan menjuarai Indonesia Super League 2009-2010. Dengan skuat yang memiliki soliditas tinggi, Singo Edan mampu menjadi yang terbaik pada musim itu.

Dari 34 pertandingan, Arema berhasil meraih 23 kemenangan. Berkat empat hasil imbang untuk menambah poin, Arema menjadi juara dengan raihan 73 poin.

Lagi-lagi Persipura Jayapura yang harus gigit jari dalam musim ini. Tim berjulukan Mutiara Hitam itu juga harus puas menjadi runner-up saat itu. Mereka tertinggal enam poin dari Arema yang berhasil menjadi juara.

5 dari 6 halaman

Era Liga 1, Belum Ada yang Tembus 70 poin

Ketiga klub di atas berhasil menjadi juara dengan torehan poin terbanyak di era Indonesia Super League. Lalu bagaimana tim-tim yang menjadi juara di era Liga 1?

Setelah tiga musim kompetisi Liga 1 bergulir dan berakhir, tak ada satu pun tim juara yang berhasil meraih lebih dari 70 poin. Hal ini tentu menjadi beberapa tanda dalam era sepak bola Indonesia yang baru.

Secara positif, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia bisa dibilang sangat ketat. hal itu yang membuat persaingan, terutama di papan atas begitu menarik, bahkan cenderung sulit hingga tim juara pun tak mendapatkan banyak poin.

Pemain Bhayangkara FC merayakan keberhasilan meraih gelar juara Liga 1 2017 di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (12/11/2017). Bhayangkara kalah 1-2 lawan Persija. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bhayangkara FC yang menjadi juara edisi perdana Liga 1 pada 2017 berhasil menjadi juara dengan sedikit kontroversi. Bhayangkara FC mendapatkan tiga poin tambahan setelah Mitra Kukar dianggap melakukan pelanggaran fatal dengan menampilkan pemain yang seharusnya tak boleh bermain.

Hukuman untuk Mitra Kukar memberikan tambahan tiga poin untuk Bhayangkara FC yang tengah bersaing ketat dengan Bali United di papan atas. Tanpa tiga poin yang menjadi hadiah dari Komdis PSSI, Bhayangkara FC hanya mengemas 68 poin secara kompetitif, seperti halnya Bali United yang menjadi runner-up dan tak bisa menerima status juara menjadi milik Bhayangkara FC.

Pada musim 2018, Liga 1 masih memperlihatkan persaingan ketat di papan atas. Persija Jakarta dan PSM Makassar bersaing begitu ketat hingga akhir musim.

Kapten tim Persija, Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas mengangkat piala Liga 1 Indonesia usai menumbangkan Mitra Kukar di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (9/12). Persija meraih juara Liga 1 Indonesia 2018 dengan 62 poin. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Persija akhirnya keluar sebagai juara dengan mengemas 62 poin yang diraih lewat 18 kemenangan, 8 hasil imbang dan 8 kekalahan. Persija hanya unggul satu poin dari PSM yang menjadi runner-up.

Sementara pada musim ketiga, yaitu Liga 1 2019, giliran Bali United yang menjadi juara. Runner-up Liga 1 2017 yang merasa gelar juara mereka dicuri itu akhirnya benar-benar menjadi juara di bawah asuhan Stefano Cugurra Teco, pelatih asal Brasil yang membawa Persija juara pada musim sebelumnya.

Para pemain Bali United merayakan gelar juara Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Minggu (22/12). Bali berada di peringkat satu dengan meraih 64 poin. (Bola.com/Aditya Wany)

Bali United menjadi juara setelah meraih 19 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 8 kali lalah. Serdadu Tridatu menjadi yang terbaik dengan 64 poin, atau 10 poin meninggalkan Persebaya Surabaya yang menjadi runner-up setelah bersaing ketat dengan Persipura Jayapura, Bhayangkara FC, dan Madura United.

6 dari 6 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer