Sukses


Jalan Lapang Egy Maulana Vikri Si Kelok 9 Naik Kelas ke Timnas Indonesia Senior

Bola.com, Jakarta - Waktu ternyata berjalan begitu cepat. Egy Maulana Vikri, yang delapan tahun lalu adalah bocah yang masih suka nonton Upin dan Ipin, kini sudah menapaki jejaknya di Timnas Indonesia senior.

Egy Maulana Vikri menjadi satu-satunya pemain yang berkancah di luar negeri yang dipanggil Timnas Indonesia untuk pemusatan latihan pada 23 Juli. Ini merupakan yang kedua bagi Egy mendapat panggilan ke timnas senior.

Egy belum akan bergabung dengan pemusatan latihan (training centre) Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Gelandang berusia 20 tahun itu akan lebih dulu memperkuat Lechia Gdansk di final Piala Polandia.

Meski begitu, ini akan menjadi kesempatan baik bagi Egy untuk meningkatkan levelnya sebagai pemain timnas senior. 

Selama ini, Egy adalah langganan Timnas Indonesia kelompok umur, mulai dari U-16, U-19, hingga U-22. Kini, pemain asal Medan, Sumatra Utara itu mulai mendapatkan tempat di skuad senior.

Egy, yang masuk daftar 60 pemain paling berbakat oleh majalah The Guardian pada 2017, diyakini akan menjadi satu di antara pemain andalan tim Garuda pada masa depan.

Berikut ini Bola.com merangkum perjalanan Egy Maulana Vikri, dari awal ditemukan di Medan, terbelenggu sanksi FIFA, hingga merantau ke Polandia.

2 dari 7 halaman

Timnas Indonesia U-16

Pada 2012, Egy Maulana Vikri menuri perhatian pencari bakat di Festival FIFA Grassroot. Egy yang bermain untuk akademi Tasbi Soccer School terlihat lebih menonjol dibandingkan yang lain.

Pada 2013, Egy kemudian menimba ilmu di SKO Ragunan. Setelah itu, pada akhir 2014, Egy mendapat panggilan mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan Fakhri Husaini, yang akan tampil di Piala AFF U-16 pada tahun itu.

Bola.com cukup sering mengamati Egy dan Timnas U-16 yang berlatih di Sawangan, Depok. Saat itu, Egy masih berusia 14 tahun. Wajahnya masih culun, tontonannya ketika bersantai di ruang TV, Upin dan Ipin.

Egy sudah terlihat menonjol ketika itu. Namun, petaka menyerbu sepak bola Indonesia, ketika terjadi konflik PSSI dengan Kemenpora. FIFA menjatuhkan sanksi bagi Indonesia, sehingga timnas di semua level tak bisa bertanding di ajang internasional.

Skuad Garuda Muda pun dibubarkan. Egy pun kembali ke SKO Ragunan.

 

3 dari 7 halaman

Membela Tim Sekolah

Ketika Indonesia disanksi FIFA, Egy tetap bersyukur bisa bertanding membela sekolah (Ragunan) pada ajang internasional. Satu di antaranya mengikuti kejuaraan antarpelajar ASEAN yang digelar di Thailand, pada Agustus 2015.

Pada saat itu, Indonesia lolos ke final, namun gagal meraih juara setelah kalah lewat adu penalti melawan Bukit Jalil Sports School, Malaysia. Tim Pelajar U-17 juga mengikuti 56th Subroto Cup International Football Tournament New Delhi, India, 10 September hingga 16 Oktober 2015.

"Ya, bersyukur tetap ada kejuaraan meski membela nama sekolah. Semoga suatu saat bisa kembali bermain untuk timnas," kata Egy ketika itu, kepada Bola.com.

"Dulu di Timnas U-16 kami sudah TC setahun lebih. Banyak yang sedih karena gagal bertanding. Kawan-kawan kembali ke daerah, tapi ada beberapa yang satu sekolah dengan saya di Ragunan," tutur pemain asal Deli Serdang itu.

4 dari 7 halaman

Kelok Sembilan

Nama Egy Maulana Vikri melejit di Piala AFF U-19 2017 di Yangon, Myanmar.

Egy Maulana Vikri tak bisa dimungkiri saat ini jadi pemain Timnas Indonesia U-19 yang paling dikenal masyarakat. Kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar yang di atas rata-rata pemain seusianya, membuatnya sudah menyandang julukan khusus: Messi dari Indonesia.

Julukan itu sebelumnya pernah disematkan kepada Andik Vermansah. Namun, kualitas yang dimiliki Egy tidak hanya membuatnya jadi "Messi Indonesia" karena ia punya julukan lain.

Publik sepak bola Indonesia belakangan ini pasti tak asing lagi dengan Valentino Simanjuntak, komentator nyentrik yang kerap muncul pada siaran langsung pertandingan sepak bola di Indosiar atau SCTV.

Komentator yang akrab disapa Valent Jebret itu menjuluki Egy dengan Kelok Sembilan, mengacu pada ruas jalan berkelok sekitar 30 kilometer dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Julukan itu pun menyebar, dan sekarang Egy juga dikenal sebagai Egy Si Kelok Sembilan, selain Messi Indonesia.

"Ya, saya tahu saya mendapat julukan Kelok Sembilan. Sepertinya viral melalui media sosial," kata Egy saat dijumpai Bola.com di Hotel Olympic, Yangon, 15 September 2017.
5 dari 7 halaman

Gabung Lechia Gdansk

Egy Maulana Vikri merapat ke Lechia pada 2018. Gelandang berusia 19 tahun ini menandatangani kontrak selama tiga tahun. Musim ini menjadi tahun kedua Egy di Lechia. Sayangnya, kesempatan untuk tampil reguler masih minim didapatkan.

Pada musim pertama, Egy hanya bertanding dua kali. Itu pun selalu berangkat dari bangku cadangan. Jumlah menit bermainnya terbilang menyedihkan, total hanya sepuluh menit.

Statistik Egy pada musim ini masih stagnan. Ia baru tampil sekali dengan catatan 45 menit bermain. Jika tidak kunjung berkembang, Egy disarankan untuk mencari tantangan baru di negara lain.

6 dari 7 halaman

Timnas Indonesia Senior

Nama Egy Maulana Vikri masuk daftar pemain Timnas Indonesia untuk pemusatan latihan menjelang laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia U-22 2022 Zona Asia.

Untuk kedua kalinya, Egy tercantum dalam daftar skuad Timnas Indonesia level senior. Sebelumnya, pemain bernomor punggung sepuluh ini pernah mendapatkan panggilan saat uji coba melawan Islandia pada Januari 2018.

Egy bermain selama enam menit pada pertandingan tersebut setelah menggantikan Osvaldo Haay pada menit ke-84. Partai itu merupakan debutnya bersama Timnas Indonesia senior.

7 dari 7 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer