Sukses


8 Pesepak Bola Indonesia dengan Julukan Unik: Egy Kelok 9 hingga Febri RX Bow

Bola.com, Jakarta - Seperti halnya pesepak bola dunia, banyak pemain sepak bola Indonesia juga memiliki julukan masing-masing yang disematkan baik oleh penggemar maupun dari komentator pertandingan. Jumlahnya pun tidak sedikit. Siapa saja mereka?

Dalam dunia sepak bola, tidak hanya tim saja yang tersemat julukan khusus nan unik. Begitupun dengan para pesepak bola yang menjadi pelakunya. Sebut saja Eric Cantona yang punya julukan The King, atau Lionel Messi dengan sebutan La Pulga.

Mungkin juga ada yang mengingat bagaimana Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, punya julukan menarik ketika masih aktif menjadi striker The Red Devils. Ya julukannya saat itu adalah Baby Face Assasin.

Selain itu juga ada sejumlah julukan yang akhirnya melekat kepada nama sang pemain, seperti Hulk, pemain asal Brasil yang memiliki nama asli Givanildo Vieira De Souza, atau Kun yang menempel pada nama Sergio Aguero. Bahkan ada juga yang merupakan singkatan dari nama dan nomor punggungnya, seperti Cristiano Ronaldo yang dikenal dengan sebutan CR7.

Tak hanya pesepak bola dunia, para pemain sepak bola Indonesia pun juga punya julukannya masing-masing.

Bahkan merujuk dari julukan yang dimiliki oleh pesepak bola dunia, cukup banyak pemain sepak bola Indonesia yang memang kerap dipanggil dengan julukannya. Siapa saja mereka?

2 dari 11 halaman

Egy Maulana Vikri (Kelok 9)

Selain mendapatkan julukan sebagai Lionel Messinya Indonesia dengan sapaan Egy Messi, Egy Maulana Vikri juga memiliki julukan lain yang lebih unik, yaitu Egy Kelok 9.

Julukan ini datang dari komentator sepak bola, Valentino "Jebreeet" Simanjuntak, yang dengan kehebohannya menyematkan julukan itu saat Egy beraksi bersama Timnas Indonesia U-19.

Kelok 9 merupakan nama jalan di Sumatra. Tepatnya di Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatra Barat, jalan ini memiliki 9 tikungan tajam dengan jurang terjal setinggi 100 meter. Jalan ini meliuk melintasi Bukit Barisan yang ada di Sumatra Barat.

Bukan tanpa sebab Valentino Simanjuntak memberikan julukan itu untuk Egy. Saat Timnas Indonesia U-19 menghadapi Myanmar di Grup B Piala AFF U-18 2017, Egy sempat memperlihatkan permainan yang luar biasa dengan mengecoh pemain lawan dengan gerakan berkelok-kelok dan melepaskan tendangan yang kemudian mendapatkan komentar "kelok 9" dari sang komentator.

3 dari 11 halaman

Febri Hariyadi (RX Bow)

Febri Hariyadi merupakan pemain sayap Persib Bandung dan Timnas Indonesia yang kini memiliki jutaan penggemar di media sosial. Pemain asal Gede Bage, Bandung, ini memiliki julukan Bow.

Sempat ada sebuah analisis yang menyamakan dirinya, yang memiliki kecepatan luar biasa di lapangan, dengan busur yang menembakkan anak panah yang dalam bahasa Inggris disebut Bow. Namun, ternyata tidak seperti itu.

"Saya dipanggil Bow sudah sejak di SSB Uni. Jadi waktu itu ada kebiasaan memanggil teman itu dengan istilah bro. Ada satu teman yang menyimak ketika saya menyebut kata itu dan bertanya, 'Kok bilangnya bow sih?'" ujar Febri Hariyadi mengungkapkan awal sapaan Bow itu.

Febri Hariyadi memang cadel, hal itu yang membuatnya tak bisa melafalkan bro dengan baik dan terdengar menjadi bow. Namun, dari situlah julukan tersebut menempel kepada dirinya.

4 dari 11 halaman

Riko Simanjuntak (Si Kancil)

Pemain sayap Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, kini telah meroket sejak bermain bersama Macan Kemayoran. Kerap menjadi andalan untuk membangun serangan Persija maupun ketika membela Timnas Indonesia, Riko sering dijuluki Si Kancil.

Julukan tersebut tentu tidak aneh jika melihat bagaimana postur tubuh pemain asal Pematang Siantar itu dipadukan dengan kecepatan lari dan teknik dribel dan gocekan bola yang diperlihatkannya di atas lapangan hijau. Riko memang lincah meski berpostur tubuh kecil.

Tinggi badannya memang hanya 158 cm, tapi itu tidak menjadi sebuah rintangan bagi Riko untuk sukses di lapangan hijau. Setelah direkrut dari Semen Padang pada musim 2018, Riko Simanjuntak menjelma menjadi penyerang hebat yang menemani Marko Simic di lini depan Macan Kemayoran.

Sebutan Si Kancil pun tersemat dalam diri Riko yang memiliki tubuh kecil dan kaki lincah. Mendapatkan julukan seperti itu, pemain yang kerap menggunakan nomor punggung 25 di Persija itu pun tak merasa ada masalah, justru merasa memang cocok untuk dirinya.

Riko tak lupa kembali mengungkap rahasia memiliki kecepatan lari yang luar biasa. Kebiasaan masa kecil ketika bermain layang-layang dan rasa takut akan gelap menjadi faktor pendukung yang membuatnya kini punya kecepatan lari yang luar biasa.

"Ketika masih kecil, saya memang menyenangi permainan yang identik dengan lari, seperti bermain layang-layang. Saya bermain di lapangan, setiap ada layangan yang putut, kami berlombar lari mengejarnya," ujar Riko.

"Ketika kecil saya juga takut dengan gelap. Kemudian ada sebuah gang yang panjangnya beberapa ratus meter dan itu sangat gelap. Saya sering keluar rumah disuruh oleh orang tua untuk belanja pada waktu malam, dan ketika melewati gang itu, saya lari sekencang-kencangnya.

5 dari 11 halaman

Asnawi Mangkualam (Benteng Rotterdam)

Asnawi Mangkualam merupakan pemain muda asal PSM Makassar. Ia tak tergantikan di lini belakang Timnas Indonesia U-19, begitu pula ketika promosi ke timnas U-22.

Permainannya yang ngotot di lini belakang membuat Asnawi dijuluki Benteng Rotterdam oleh seorang komentator. Rotterdam merupakan satu di antara benteng yang paling terkenal di Makassar.

6 dari 11 halaman

Kurniawan Dwi Yulianto (Si Kurus)

Legenda sepak bola Indonesia yang satu ini tentu sangat diingat karena bentuk tubuhnya yang cenderung kurus.

Striker legendaris Timnas Indonesia yang pernah bermain di banyak klub di Indonesia, dan juga pernah merasakan berkompetisi di Italia dan Swiss ini pun akhirnya memiliki julukan sesuai dengan bentuk tubuhnya, yaitu Si Kurus.

Walau bertubuh kurus, Kurniawan Dwi Yulianto selalu menjadi andalan lini depan timnya, baik di level klub maupun ketika membela Timnas Indonesia. Kurniawan adalah mesin gol Timnas Indonesia pada eranya, yang menjadi inspirasi banyak striker-striker Indonesia di kemudian hari.

7 dari 11 halaman

Budi Sudarsono (Ular Piton)

Bukan hanya Kurniawan Dwi Yulianto, Timnas Indonesia pernah punya striker hebat bernama Budi Sudarsono. Permainannya di lini depan sangat cepat dan sulit dihentikan.

Bahkan Budi Sudarsono memiliki tembakan yang mematikan, terutama ketika berada di dekat gawang lawan.

Julukan Si Ular Piton pun melekat kepadanya. Bak ular yang sulit ditangkap, kecepatan dan kelincahan Budi Sudarsono saat melewati lini pertahanan lawan memang sulit dihentikan.

8 dari 11 halaman

Atep (Lord)

Legenda Persib Bandung ini punya julukan yang singkat, sesingkat namanya. Atep, pemain yang 10 tahun membela Persib mendapatkan julukan Lord. Alhasil banyak yang kemudian memanggilnya dengan Lord Atep.

Dalam bahasa Inggris, Lord memiliki arti Tuan atau Bangsawan. Sebutan itu tentu mewakili sifat sang pemain yang memang menjadi panutan ketika berada di Persib.

Namun, ternyata Atep tak mengetahui bagaimana julukan itu berawal datang dan tersemat kepada dirinya.

"Saya malah tidak tahu dari mana awalnya julukan itu. Saya ingat itu ketika Persib Bandung ikut Piala Walikota Padang 2015. Di situ saya mencetak gol melawan Borneo FC dengan tendangan gunting ala-ala Ronaldo," kata Atep dalam akun Youtube Jebreeetmedia TV.

"Di situ mulai ramai di Twitter sampai ada julukan-julukan seperti itu. Saya pikir juga cuma candaan dan tidak saya tanggapi. Cuma ke sini-sini kebetulan penampilan saya juga lagi naik sehingga julukan itu makin sering disematkan kepada saya," ujar Atep.

9 dari 11 halaman

Cristian Gonzales (El Loco)

El Loco atau yang memiliki arti Si Gila, sudah lama tersemat dalam diri Cristian Gonzales. Seperti julukannya, pemain asal Uruguay yang kini menjadi Warga Negara Indonesia itu memang sangat gila.

Bagaimana tidak, pada musim pertamanya di Indonesia, Cristian Gonzales mampu menjadi pencetak gol terbanyak Liga Indonesia 2003-2004 dengan 27 gol saat berseragam PSM Makassar.

Dalam kariernya di Indonesia, El Loco tercatat lima kali menjadi top scorer di Liga Indonesia dan Indonesia Super League. Selain itu, ia juga menjadi top scorer Piala Indonesia 2009-2010 dan Piala Presiden 2017.

Dalam sepanjang karier di Indonesia, menjadi top scorer Liga Indonesia 2006-2007 dengan torehan 32 gol menjadi yang terbaik diraih oleh Gonzales.

Bahkan yang membuatnya makin cocok dengan julukan El Loco atau Si Gila itu adalah kemampuannya menjadi top scorer Piala Presiden 2017 dengan 11 gol ketika usianya sudah 40 tahun.

Bahkan ketika harus turun kasta dan bermain untuk PSS Sleman di Liga 2 2018, El Loco mampu mencetak 15 gol saat usianya sudah 42 tahun. Kurang gila apa coba?

10 dari 11 halaman

Ferdinand Sinaga (The Dragon)

Ferdinand Sinaga merupakan striker yang sudah malang melintang di dunia persepakbolaan Indonesia sejak 2006. Sejumlah klub kasta tertinggi Indonesia pernah dibelanya, mulai dari Peliat Jaya, Semen Padang, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan PSM Makassar.

Ketika bermain di PSM, tepatnya di bawah asuhan Robert Rene Alberts, Ferdinand pun mendapatkan julukan The Dragon. Julukan itu datang langsung dari sang pelatih asal Belanda itu karena marga Sinaga yang dimiliki oleh Ferdinand.

"Ketika itu yang memberikan julukan itu coach Robert. Ketika pertama dia datang, hanya sedikit bahasa Indonesia yang dikuasainya. Nama saya Sinaga, dalam bahasa Inggris naga itu Dragon, jadi dia panggil saya The Dragon," ujar Ferdinand Sinaga dalam channel Youtube miliknya.

11 dari 11 halaman

Video

Half Time Show, Menuju Piala Menpora dan Bagaimana Sepak Bola Tanpa Penonton?

Video Populer

Foto Populer