Sukses


Cerita Rachmat Afandi: Hampir Berangkat ke Torino, Batal karena Kerusuhan 1998

Bola.com, Jakarta - Mantan striker Pelita Jaya dan sejumlah klub Indonesia, Rachmat Afandi, mengaku hampir berangkat ke Italia untuk berlatih bersama Torino. Sayang, hal itu tidak benar-benar masuk dalam perjalanan kariernya karena pecahnya kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 1998.

Awal cerita Rachmat Afandi merupakan jebolan Pelita Jaya di Liga Suratin U-19. Padahal saat itu usianya baru 13 tahun. Bersama Leo Saputra, Agus Riyanto dan lain-lain, Rachmat Afandi sampai bertemu Budi Sudarsono dan Mat Halil yang memperkuat Persebaya di semifinal ajang tersebut.

Setelah tampil di Piala Suratin, Rachmat Afandi berlatih bersama Pelita Jaya sebagai pemain magang. Ia bercerita ketika ia bergabung pemain-pemain milik Pelita Jaya yang tergabung dalam PSSI Primavera baru kembali dari Italia.

Bahkan berbeda dengan pemain-pemain yang tergabung dalam PSSI Primavera dan Baretti, Rachmat Afandi mendapatkan kesempatan untuk terbang ke Italia sendirian. Namun, hal tersebut akhirnya urung terlaksana.

"Kalau sebelumnya satu tim berangkat, seperti program Primavera dan Baretti, saya seharusnya berangkat sendiri ke Torino. Namun, tidak lama pecah kerusuhan 1998. Jadi saya batal berangkat. Padahal saya sudah mendapatkan orang tua asuh dan mereka sudah sampai ke Indonesia. Saya sudah suntik (vaksin) segala macam, dan tinggal berangkat," kisah Rachmat Afandi dalam channel Youtube Ivan Museng.

Akhirnya Rachmat Afandi menjadi pemain yang cukup panjang berkarier di Indonesia. Sejumlah klub profesional dibelanya, mulai dari Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Pelita Krakatau Steel, Persibom Bolaang, Persikabo Bogor, PSMS Medan, Arema Indonesia, Persib Bandung, Mitra Kukar, Persita Tangerang, dan Semen Padang, hingga akhirnya gantung sepatu.

 

 

2 dari 3 halaman

Kerap Beruntung

Dalam perjalanan kariernya, Rachmat Afandi mengaku kerap dinaungi keberuntungan meski ada sejumlah masalah terjadi, seperti patah tulang yang membuat kariernya mulai terbenam. Keberuntungan yang dimaksud satu di antaranya datang sebelum ia memulai karier profesionalnya.

Tepatnya ketika masih berlatih bersama Pelita Jaya. Saat itu, Rachmat Afandi ditangani oleh pelatih legendaris yang cukup lama menangani Pelita Jaya, Danurwindo. Ketika tengah berlatih di Sawangan, Depok, pelatih Timnas Indonesia U-16 saat itu melihatnya dan mengajaknya bergabung bersama Tim Garuda Muda.

"Ketika itu saya berlatih di lapangan Sawangan, kemudian di lapangan bawah ada Timnas U-16 tengah melakukan pemusatan latihan dan bulan depan berangkat ke Jepang. Pelatihnya naik ke lapangan atas dan bertemu Om Danur. Mereka berbincang dan kemudian memanggil saya," kenang Rachmat Afandi.

"Karena usia saya belum 16 tahun ketika itu, saya diajak bergabung. Besoknya saya dipanggil, padahal tim itu sudah terbentuk lama dan satu bulan lagi berangkat. Ada juga Eka Ramdani dipanggil di tim itu. Ada Hamka Hamzah juga, tapi dia batal karena lagi cedera," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer