Sukses


Shopee Liga 1: Imran Nahumarury Jawab Isu Gantikan Dragan Djukanovic di PSIS

Bola.com, Jakarta - Imran Nahumarury merespons isu yang menyebutkan dirinya bakal menggantikan pelatih Dragan Djukanovic di PSIS Semarang. Menurutnya, bukan soal siapa pelatih Mahesa Jenar, yang terpenting adalah Shopee Liga 1 2020 bisa dilanjutkan lagi.

Dampak dari belum adanya kepastian tentang lanjutan kompetisi, membuat skuad PSIS Semarang masih diliburkan sampai saat ini. Tidak hanya pemain, tim pelatih Laskar Mahesa Jenar juga sudah berpencar ke kampung halaman masing-masing.

Tidak terkecuali pelatih kepala PSIS, Dragan Djukanovic yang sudah mudik ke rumahnya di Serbia. Begitu juga sistennya, Zarko Curcic yang ikut pulang ke negara di kawasan Balkan tersebut.

Belum diketahui kapan kedua pelatih ekspatriat PSIS tersebut kembali ke Semarang. Termasuk jika persiapan tim kembali dimulai apabila kompetisi resmi digulirkan dalam waktu dekat.

Masih tingginya kasus pandemi virus Corona, tak menutup kemungkinan nasib Dragan Djukanovic dan Zarko Curcic sama seperti Flavio Beck Jr yang tertahan di Kroasia. Flavio yang sebenarnya hanya tinggal berangkat ke Indonesia, tertahan karena kendala administrasi.

Kemungkinan yang bisa saja terjadi adalah asisten pelatih yaitu Imran Nahumarury berpotensi naik sebagai pelatih kepala untuk sementara waktu. Pria asal Tulehu, Maluku tersebut menanggapinya dengan santai dan tak ingin berandai-andai.

"Saya tidak kepikiran sampai ke situ (menjadi pelatih sementara). Namun yang saya pikir bagaimana kompetisi ini jalan atau di hentikan," terang eks jenderal lini tengah Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, Jumat (16/10/2020).

Peluang Imran Nahumarury untuk mengisi posisi pelatih sementara di PSIS cukup besar. Selain Dragan Djukanovic yang sedang berada di negaranya, Imran sudah mengantongi lisensi kepelatihan A-AFC.

 

2 dari 3 halaman

Lihat Nanti Saja

Kemudian persiapan PSIS yang juga bisa saja hanya menggunakan jasa pemain maupun pelatih lokal. Mengingat sebagian besar punggawa asing PSIS baru saja pulang ke negara masing-masing, akan menjadi kendala jika harus memulangkannya kembali ke Indonesia.

"Perkara nanti bagaimana ya kita lihat ke depan saja. Kita lihat situasi dan kondisi, tidak perlu berandai-andai. Biarlah sepak bola itu bisa berjalan sendiri apa adanya," tutur dia.

"Melihat langkah-langkah diambil manajemen klub, sejauh ini masih abu-abu. Misalnya kompetisi jalan kemudian Dragan harus datang lagi, Costa harus datang lagi, biaya klub akan membengkak. Saya pikir keputusan tepat manajemen meliburkan pemain sampai batas yang tak ditentukan," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer