Sukses


Persib dan 4 Klub Shopee Liga 1 yang Masih Bertahan dari Ancaman Pembubaran

Bola.com, Jakarta - Satu per satu klub Shopee Liga 1 mulai kolaps. Ketidakjelasan kompetisi membuat para peserta mengambil langkah tegas.

Madura United memutuskan membubarkan tim pada akhir tahun lalu. Laskar Sapeh Kerrab, julukannya, tidak sanggup lagi menanggung operasional tim.

"Pemain kami bubarkan. Kami tidak ingin larut dalam pandemi ini. Ketidakjelasan ini sulit diungkap untuk sekedar berharap," tulis Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, dalam unggahan di Instagram-nya, 28 Desember 2020.

Rencana pembubaran tim ini sudah disusun sejak awal Desember lalu. Namun, ini tidak berarti Madura United gulung tikar. Laskar Sapeh Kerrab hanya membubarkan skuad yang telah mereka punya untuk musim 2020.

Keputusan Madura United diikuti oleh Persipura Jayapura. Tim berjulukan Mutiara Hitam itu juga membubarkan tim karena minim pemasukan.

"Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti pada Maret tahun lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari Manajemen. Walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial," tulis pernyataan Ketua Persipura, Benhur Tomi Mano, di Instagram klub pada 6 Januari 2021.

Dengan bubarnya Madura United dan Persipura, para pemain kedua klub dibebaskan bergabung dengan klub lain.

Untungnya, nasib Madura United dan Persipura tidak memengaruhi klub lainnya. Berikut Bola.com rangkum lima tim yang masih mampu bertahan di tengah badai ketidakjelasan Shopee Liga 1:

2 dari 7 halaman

Persib Bandung

Persib Bandung menjadi satu di antara sedikit kontestan Shopee Liga 1 dengan finansial yang sehat. Sangat jarang mendengar tim berjulukan Pangeran Biru itu telat atau bahkan menunggak gaji para pemainnya.

Saat kompetisi vakum, Persib memang meniadakan latihan. Namun, para pemain tetap diimbau untuk berlatih secara mandiri.

Keseriusan Persib dibuktikan dengan menyediakan ruangan fitnes di mess pemain.

"Ya masih bertahap. Nanti alatnya makin lengkap. Satu yang pasti, cukup untuk kebutuhan pemain Persib dan tim basket," ujar Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, Senin (11/1/2021).

Selain itu, komposisi Persib juga masih aman. Teddy baru saja membantah rumor yang mengatakan bahwa kontrak 15 pemain Pangeran Biru telah habis.

Begitu pula untuk stok legiun asing. Nick Kuipers, Omid Nazari, Wander Luiz, dan Geoffrey Castillion masih setia bersama Persib.

"Belum ada yang habis. Memang, kabar dari mana itu? Kabar dari Transfermarkt ya? Tidak benar. Kontrak pemain masih ada," tutur Teddy.

"Memang ada pemain yang kontraknya selesai pada Desember 2020. Tapi, saat itu juga kontraknya diperpanjang sampai Februari 2021 karena dengan latar belakang bahwa kompetisi akan selesai di Februari 2021."

"Kalau kontrak memang habis ya free transfer. Kalau kontrak masih ada tentu ada transfer atau dipinjamkan. Semua sudah jelas ada aturannya bagaimana, tinggal ikuti saja," ucap Teddy.

3 dari 7 halaman

Bali United

Di tengah ketidakjelasan Shopee Liga 1, Bali United masih berani mempertahankan komposisi terbaiknya. Buktinya, kontrak dua pemain asing diperpanjang.

Bali United memperbarui masa bakti Melvin Platje dan Brwa Nouri. Namun, tim berjulukan Serdadu Tridatu itu kehilangan Paulo Sergio yang pulang kampung ke Portugal.

Bali United juga masih diperkuat sejumlah pilarnya semodel Ilija Spasojevic, Fadil Sausu, dan Nadeo Argawinata. Hanya saja, Serdadu Tridatu terancam ditinggalkan Stefano Lilipaly.

Kontrak Lilipaly bersama Bali United telah habis pada akhir Desember 2020. Belum dapat dipastikan apakah pemain naturalisasi asal Belanda itu bakal memperpanjang masa baktinya atau tidak.

Belum lama ini, Bali United berencana mengumpulkan tim demi menggelar persiapan untuk Piala AFC dan Shopee Liga 1. Namun, niatan itu batal terlaksana karena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.

"Para pemain Bali United belum datang. Sebab, kami tahu bahwa akan ada PSBB di Bali. Kami masih menunggu kapan bisa berlatih dan bermain lagi di lapangan. Kompetisi terakhir kali digelar pada Maret 2020, dan itu sudah lama sekali," jelas Stefano Cugurra Teco, pelatih Bali United.

4 dari 7 halaman

Arema FC

Sama seperti klub lain, Arema FC masih bertanggung jawab terhadap kontrak para pemainnya. Singo Edan, julukannya, bahkan sempat berniat untuk kembali memulai latihan pada awal tahun ini.

"Manajemen terus berkomunikasi dengan pemain. Banyak yang bertanya kejelasan kompetisi. Kami sampaikan kalau informasi dari PSSI masih berubah-ubah. Hari ini positif, besok belum tentu lagi," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

"Kami sampaikan, pemain harus tetap profesional. Kondisi seperti ini harus tetap jaga kondisi meski dengan latihan sendiri. Untuk persoalan finansial, terpenting bisa menyekolahkan anak dan menghidupi keluarga. Gaya hidup cukup dan tidak neko-neko dulu," tutur Ruddy.

Ruddy juga mengungkapkan penyebab pihaknya menunda latihan Arema FC yang seharusnya berlangsung pada 4 Januari 2021.

"Kami menunda latihan. Sebenarnya bukan persoalan biaya yang menjadi hal utama. Tapi, kalau latihan 4 Januari 2021, targetnya mau ke mana. Kalau latihan tanpa tujuan juga tidak ada gunanya," ujar Ruddy

"Patokannya kami berencana latihan pada 4 Januari 2021 karena optimistis kompetisi digelar awal Februari 2021 bakal mendapatkan izin. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian. Jadi kami menunda sampai ada kepastian kompetisi. Jika ada turnamen yang diizinkan, dan ada kepastian jadwal, kami akan latihan lagi," imbuh Ruddy.

Sejauh ini, belum ada kabar pemain lokal yang meninggalkan Arema FC. Begitu juga di pos legiun asing. Dua nama asal Brasil, Felipe Americo dan gelandang Bruno Smith, kemungkinan akan diperpanjang kontraknya.

"Kemungkinan besar mereka akan diperpanjang. Rencananya sebelum kembali ke Indonesia. Karena mereka kontraknya selesai Februari 2021. Kan rugi kalau mereka kembali tapi tidak perpanjang kontrak," jelas Ruddy.

5 dari 7 halaman

Persija Jakarta

Kali ini, kondisi Persija Jakarta mirip dengan Persib. Komposisi pemain tim ibu kota masih lengkap, baik lokal maupun asing.

Kecuali Ryuji Utomo yang dipinjamkan ke Penang FC di Liga Malaysia, skuad Persija tetap lengkap. Tim berjulukan Macan Kemayoran itu masih mempertahankan tiga pemain asingnya, Marko Simic, Marco Motta, dan Rohit Chand.

Begitu pula di pos pemain lokal. Belum ada tanda-tanda Andritany Ardhiyasa, Rezaldi Hehanussa, Evan Dimas, dan Osvaldo Haay akan hengkang atau kontraknya selesai.

Namun, aktivitas Persija telah resmi berhenti total. Tidak ada kegiatan latihan sejak beberapa bulan belakangan.

"Kami memerlukan kepastian terkait kelanjutan kompetisi, apakah akan berjalan atau tidak. Hal ini untuk menentukan langkah tim selanjutnya. Termasuk, terkait kelanjutan kontrak beberapa pemain yang akan habis," kata Direktur Persija, Ferry Paulus.

"Untuk saat ini, kami masih belum bisa mengambil keputusan. Sebab, semua tergantung pada kepastian kompetisi, apakah berjalan atau tidak," jelas Ferry Paulus.

6 dari 7 halaman

Persikabo

Persikabo paling beda dengan klub lain. Tim berjulukan Laskar Pajajaran itu malah menggelar latihan di tengah ketidakpastian kompetisi.

Persikabo tetap memilih menggelar latihan yang dipimpin asisten pelatih Miftahudin Mukson dan Oleg Kuzmianok. Hampir semua pemain lokal hadir, dan hanya beberapa yang masih meminta izin untuk absen, termasuk pemain asing Ciro Alves dan Alex dos Santos yang masih berada di Brasil.

"Bersyukur masih ada aktivitas lewat latihan bersama tim. Dengan demikian, kami bisa tetap menjaga fisik dan kebugaran dengan tetap terpantau oleh tim kepelatihan," ujar Gelandang Persikabo, Munadi, setelah latihan yang digelar di Pusat Pendidikan Zeni Angkatan Darat (Pusdikzi), Kota Bogor, Jumat (8/1/2021).

Penyerang Persikabo, Gustur Cahyo Putro, juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, latihan yang tatap digelar oleh timnya sangat membantu pemain agar tetap bugar. Hal tersebut karena kejenuhan yang akan menghampiri jika terus menerus berlatih secara mandiri.

Sementara bicara soal kompetisi yang belum mendapatkan kejelasan kapan akan dimulai kembali, Gustur mengatakan semua pihak tentu menantikan kapan kompetisi akan berlanjut karena semua pemain pun memiliki keinginan yang sama agar bisa bermain lagi.

"Apalagi semua pemain, tentu harapannya sama, ada kompetisi lagi. Dengan kompetisi, kami bisa menyalurkan kemampuan dan tentunya mengejar prestasi sembari mencari nafkah," ujarnya.

Persikabo menjadi satu-satunya tim yang masih menggelar latihan bersama. Sementara klub lain masih meliburkan aktivitas sambil menunggu kejelasan lanjutan kompetisi yang sebelumnya sudah diwacanakan oleh PSSI akan digelar pada awal Februari mendatang.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer