Sukses


All About Cristian Gonzales di PSM: Cerita Coto Makassar dan 27 Gol Tanpa Penalti

Bola.com, Makassar - Cristian Gonzales masuk dalam daftar pemain terlama yang beredar di Liga Indonesia. Ia pertama kali tampil di kompetisi tanah air bersama PSM Makassar pada musim 2003.

Di musim perdananya itu, El Loco, panggilan akrabnya langsung mencuat bersama duetnya di lini depan Juku Eja, Oscar Aravena. Total koleksi gol El Loco saat itu adalah 27 gol. Sedang Aravena yang menjadi top skorer musim itu mengemas 31 gol.

Namun, keduanya gagal mempersembahkan trofi juara buat PSM. Pada musim itu, tim kuda hitam, Persik Kediri bertengger di peringkat pertama klasemen akhir dengan poin 67 atau unggul lima angka dari PSM. Musim berikutnya, Aravena hengkang ke Persela Lamongan.

Sementara Gonzales tetap dipertahankan oleh manajemen PSM yang saat itu di kelola dua bersaudara, Erwin Aksa dan Sadikin Aksa.Pada musim keduanya bersama PSM, El Loco mengalami masa sulit dalam karier sepak bolanya.

Ia hanya bermain pada lima partai bersama PSM sebelum dijatuhi sanksi larangan bermain karena dianggap terlibat perkelahian dengan pemain Persita Tangerang di Stadion Benteng Tangerang. Ironisnya, pada laga itu, El Loco sebenarnya tak masuk line-up karena akumulasi kartu.

"Awalnya saya hanya menyaksikan laga dari tribune penonton. Usai laga, saya turun ke lapangan. Dan, pada saat itu terjadi perkelahian antarpemain. Saya pun berinsiatif ingin memisahkan. Tapi,kejadiannya begitu cepat dan kondisinya memang panas," kenang El Loco dalam Jebreeetmedia TV.

Meski tak lama berkostum PSM, El Loco mengaku menyimpan banyak kenangan manis bersama klub pertamanya di Indonesia itu. Mulai dari suasana di mes pemain, latihan, makanan khas Makassar, hubungan dengan manajemen, pelatih dan pemain serta militansi suporter Juju Eja dalam mendukung tim kesayangannya.

Berikut sekilas cerita kenangan Cristian Gonzales bersama PSM.

2 dari 6 halaman

1. Mes Pemain dan Pete-pete

Ketika memperkuat PSM, Cristian Gonzales bersama istri dan anak-anaknya tinggal di mes pemain yang berlokasi di Jl Baji Gau, Makassar.

"Seluruh pemain PSM tinggal di Taman Marannu. Karena saya membawa keluarga, maka mendapat jatah dua kamar," terang El Loco.

Pernyataan El Loco pun menepis anggapan mendapat perlakuan istimewa dari manajemen PSM dengan mendapat kamar bertipe Presiden Suite. Menurut El Loco, kamar yang didapatnya tipenya sama dengan pemain.

Hanya atas insitatif dari sang istri, Eva Gonzales, kamar yang diberikan PSM dilengkapi berbagai tambahan fasilitas agar keluarganya nyaman tinggal di mes. Seperti kolam renang mini buat anak-anak serta fasilitas layaknya sebuah rumah kecil.

"Fasilitasnya tak mewah dan standar saja."

Saat berlatih di Lapangan Karebosi, El Loco pun berangkat satu bus dengan pemain. Ia menolak fasilitas mobil dari PSM. Alasannya sederhana, ia tak terbiasa memakai mobil dengan setir kemudi di kanan. Manejer PSM saat itu, Erwin Aksa memberinya sepeda motor Harley Davidson.

"Motor itu pun jarang saya pakai karena takut mendapat kecelakaan lalu lintas," ungkap El Loco.

Terkait transportasi, El Loco menceritakan pengalaman lucunya ketika hendak mengisi waktu ke Pantai Losari, kawasan wisata favorit warga Makassar yang berada di pusat kota. Karena tak ingin Harley Davidson nya dapat masalah saat parkir di tempat ramai, El Loco pun naik angkutan umum pete-pete (angkot).

"Gerahnya bukan main. Setiba di Pantai Losari, baju saya basah kuyup karena keringat."

 

3 dari 6 halaman

2. Coto Makassar dan Pulau Samalona

Coto Makassar adalah makanan khas favorit warga Makassar. Tapi, El Loco tak pernah menyantap coto Makassar sampai sekarang. Padahal, seluruh pemain dan offisial PSM kerap singgah ke warung Coto Makassar setelah menjalani latihan.

"Saya hanya meminta coto itu dibungkus untuk dibawa pulang buat anak dan istri. Mereka yang makan, saya tidak," kata El Loco.

El Loco mengaku menikmati kesempatan berlibur di Pulau Samalona yang diberikan oleh sang manajer, Erwin Aksa.

"Biasanya saat libur latihan, Pak Erwin menawarkan saya dan keluarga ke Pulau Samalona yang eksotik dengan pasir putih serta bermain jet ski."

4 dari 6 halaman

3. Militansi Suporter PSM

El Loco juga tak lupa dengan militansi dan antusiasme suporter Juku Eja dalam mendukung tim kesayangannya.

Menurut El Loco, tidak hanya Stadion Mattoangin yang selalu penuh saat PSM menjamu lawan. Ribuan suporter pun selalu memadati pinggir lapangan Karebosi tempat skuad Juku Eja berlatih.

"Teriakan mereka membuat saya dan pemain PSM lainnya selalu termotivasi dan bekerja keras untuk memberikan yang terbaik buat tim," ungkap El Loco.

Menurut El Loco, para pemain diperlakukan istimewa oleh suporter PSM. Apalagi, penampilan PSM musim itu memang selalu menghibur mereka. Terutama saat menjamu lawan di Stadion Mattoangin.

 

5 dari 6 halaman

4. 27 Gol Satu Musim Tanpa Penalti

El Loco juga mengungkap kebersamaan tim di PSM yang terjaga. Semua pemain memiliki misi yang sama yakni memenangkan pertandingan dan menghibur penonton.

"Semua pemain selalu berusaha tampil optimal sesuai posisi masing-masing. Itulah mengapa pada musim pertama di PSM, saya bisa mencetak 27 gol tanpa satu pun lewat tendangan penalti," terang El Loco.

Sejatinya, El Loco berpeluang mencetak gol lebih banyak pada musim itu, andai ngotot menjadi eksekutor tendangan penalti.

"Saya selalu memberikan kesempatan kepada pemain lain yang lebih dulu mengambil bola saat PSM mendapat penalti. Bagi saya sama saja. Yang penting PSM menang," pungkas El Loco yang baru menjadi eksekutor penalti reguler saat memperkuat Persik Kediri.

6 dari 6 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer