BRI Super League: Lengah Sedikit Kandas, Carlos Pena Sesalkan Kekalahan Persita di Kandang Persib

Persita Tangerang harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Persib Bandung

Bola.com, Bandung - Persita Tangerang harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Persib Bandung pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026.

Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (22/2/2026) malam, Pendekar Cisadane kalah tipis 0-1 dari tuan rumah.

Gol tunggal kemenangan Persib tercipta pada menit ke-50 melalui sundulan Andrew Jung setelah menerima umpan sepak pojok lewat Luciano Guaycochea.

Pelatih Persita, Carlos Pena, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. Menurutnya, secara permainan timnya layak setidaknya membawa pulang satu poin dari Bandung.

“Sangat disayangkan kami tidak bisa pulang dari sini setidaknya dengan satu poin, karena menurut saya para pemain dan tim saya pantas mendapatkannya. Kami datang ke sini untuk bermain dengan kepribadian dan karakter,” ujar Carlos Pena.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lengah Sedikit, Fatal

Ia menilai tidak banyak tim yang berani tampil terbuka dan menekan saat bermain di kandang Persib. Namun, satu kelengahan dari situasi bola mati menjadi pembeda.

“Kami kebobolan dari situasi bola mati yang tentu bisa kami antisipasi dengan lebih baik. Bahkan setelah itu, kami sempat mencetak gol juga dari situasi bola mati, tetapi gol tersebut tidak disahkan,” tegas Carlos Pena.

“Jadi selamat untuk Persib, dan sekarang kami harus bangkit untuk pertandingan berikutnya,” lanjut pelatih asal Spanyol ini.

Ditanya mengenai kepemimpinan wasit, Carlos Pena memilih irit bicara.

“Saya tidak ada komentar tentang wasit, inii bukan pertama kalinya kami mengalami situasi seperti ini, tetapi saya tidak ingin berkomentar,” tegasnya.

Kondisi Persita

Salah satu momen unik dalam laga tersebut adalah keputusan menempatkan Hokky Caraka sebagai penjaga gawang di akhir pertandingan.

Carlos Pena menjelaskan, keputusan itu diambil karena kondisi fisik sang pemain yang mengalami kram.

“Terkait Hokky, karena dia sempat merasa kram dan tidak bisa terlalu banyak berlari. Dia menyelesaikan pertandingan dengan kram, jadi kami memutuskan menempatkannya sebagai penjaga gawang. Itu alasannya,” jelasnya.

Efektivitas Lini Depan

Mengenai efektivitas lini depan yang belum membuahkan gol, Carlos Pena menilai hal tersebut tak bisa disederhanakan hanya pada satu pemain. Ia mengingatkan bahwa timnya tetap mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

“Ada satu umpan silang yang berbahaya, lalu satu tembakan dari dalam kotak penalti. Di babak kedua ada peluang dari Perisic yang hampir masuk ke sudut gawang,” katanya.

“Kami sudah mencoba, tetapi tidak mudah datang ke sini dan menciptakan peluang seperti yang kami miliki,” tambah Carlos.

 

Video Populer

Foto Populer