Sukses


Kisah Persahabatan 2 Pemain Asing Persebaya: Orang Brasil yang Ingin Anaknya Nama Jepang

Bola.com, Surabaya - Striker Persebaya Surabaya, Jose Wilkson, menjadi rekrutan pemain asing kedua. Pemain berpaspor Brasil itu menyusul gelandang asal Jepang, Taisei Marukawa, untuk mengisi slot pemain asing.

Ada satu peristiwa unik yang terjadi saat Wilkson dan Marukawa bertemu dalam latihan Persebaya. Wilkson terlihat berulang kali menyebutkan nama “Taisei Marukawa” sejak menginjakkan kaki di Surabaya.

“Saya suka namanya, unik diucapkan. Makanya saya sebut terus ‘Taisei Marukawa’. Mungkin kalau punya anak saya akan menamakannya dengan nama itu,” ucap striker berusia 29 tahun tersebut.

Terlepas dari itu, Wilkson dan Marukawa memang sudah saling mengenal sebelum menjadi bagian Persebaya. Keduanya pernah berada satu tim saat berkarier di kasta teratas Malta bersama Senglea Athletic pada musim 2019-2020.

Wilkson dan Taisei sama-sama menjadikan Sanglea sebagai tim pertama yang dibela saat pertama kali menginjakkan kaki di Eropa. Taisei datang separuh musim lebih awal sebelum Wilkson atau tepatnya pada pertengahan musim 2018-2019.

Di lapangan, mereka mampu memberi kontribusi yang cukup signifikan selama bekerja sama di Malta. Wilkson dan Marukawa berhasil menciptakan 10 gol dan lima assist selama satu musim.

“Saya biasanya di striker, Taisei di sayak kanan atau kiri. Kami sudah tahu bagaimana cara bermain masing-masing,” ujar Wilkson yang berharap sukses di Persebaya Surabaya seperti David da Silva.

2 dari 3 halaman

Dekat di Luar Lapangan

Tidak hanya di lapangan hijau, kedekatan mereka juga ditunjukkan di kehidupan sehari-hari. Sebagai sesama perantauan di Malta, membuat hubungan pertemanan mereka cukup dekat. Ditambah lagi, mereka ditempatkan pada satu apartemen yang sama.

Kedekatan itu berlanjut di Persebaya Surabaya. Saat pertama kali Wilkson tiba di Kota Pahlawan, Taisei langsung menyambutnya di apartemen. Mereka berbincang hangat bak sahabat yang lama tidak bersua.

“Terakhir kami bertemu tahun lalu, dia di Valletta saya di Hibernians (dua klub Malta). Meski jadi lawan saat itu tapi kami tetap komunikasi. Saya senang bertemu dia di sini semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk tim dan suporter,” tutur Wilkson.

Pengalaman Wilkson dan Marukawa di Malta sebenarnya tidak terlalu bagus. Senglea Athletic harus puas berada di peringkat ke-13 klasemen akhir dari 14 kontestan Liga Primer Malta pada musim 2019-2020.

Seharusnya, klub tersebut terdegradasi ke kasta kedua memasuki musim 2020-2021. Tapi, degradasi dibatalkan akibat pandemi COVID-19.

 

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer