Sukses


Akhir Romantisme Marc Klok dan Persija: Sudah Usai Sudah, Cerita Engkau dan Aku

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta secara mengejutkan memutus kontrak Marc Klok by mutual consent atau kesepakatan bersama alias putus baik-baik. Dengan begini, usai sudah romantisme singkat kedua belah pihak per Rabu (23/6/2021).

"Persija dan Marc Klok secara resmi bersepakat untuk mengakhiri kontrak kerja sama profesional. Oleh karena itu, Klok tidak lagi menjadi bagian dari tim Persija per hari ini," kata Mohamad Prapanca, presiden klub berjulukan Macan Kemayoran tersebut.

Sejak didatangkan pada Januari 2020, playmaker asal Belanda ini langsung jadi pujaan Jakmania, suporter Persija. Kehadirannya mengingatkan pada sosok Roberto Pugliara atau Lorenzo Cabanas.

Persija Jakarta sempat memiliki Renan Silva yang bisa berperan sebagai pengatur permainan, atau Ramdhani Lestaluhu yang saat ini masih tergabung dalam skuad. Tapi figur jenderal pengatur serangan praktis belum ada lagi selepas diputusnya kontrak Marc Klok.

Marc Klok secara keseluruhan mengemas 10 penampilan di berbagai ajang dan sukses mencetak dua gol dan satu assist. Pencapaian terbaik Marc Klok adalah persembahan gelar Piala Menpora 2021 untuk Persija Jakarta.

Itulah gelar terakhir yang dipersembahkannya buat Persija Jakarta. Kisah Marc Klok yang baru seumur jagung akhirnya harus usai atas dasar kesepakatan bersama.

 

2 dari 6 halaman

Perjalanan Karier

Karier Marc Klok dimulai ketika bergabung di klub Liga 2 Belanda, Jong Utrecht pada 2011-2013. Setelah itu, Ia meninggalkan Belanda menuju Skotlandia untuk memperkuat Ross County, klub Liga Utama negara itu.

Di Ross County, Marc Klok hanya bermain selama satu musim. Ia kemudian berpindah ke Bulgaria dengan berkostum Cherno More. Di klub ini, Marc mendapatkan menit bermain lebih banyak dibandingkan dengan ketika membela Ross County.

Pengalaman bertanding yang membuat kemampuannya sebagai gelandang tengah semakin berkembang. Bersama Cherno More, ia meraih trofi juara Piala Bulgaria dan Piala Super Bulgaria.

Dua musim bersama Cherno More, Marc kembali ke Skotlandia untuk bergabung dengan Oldham Athletic pada 13 Juli 2016. Bersama Oldham, Marc tercatat bermain dalam 10 partai di musim 2016-2017.

Setelah itu, ia hengkang ke Dundee. Marc hanya tampil dua kali bersama Dundee sebelum agennya menawarinya bergabung dengan PSM Makassar yang berkompetisi di Liga 1 2017.

 

3 dari 6 halaman

Sukses di Makassar

Usianya masih relatif muda saat pemain naturalisasi ini memutuskan untuk terbang jauh dari Dundee di Skotlandia menuju PSM Makassar di timur Indonesia, yakni 24 tahun. Namun keputusan itu mengubah seluruh perjalanan karier sepak bolanya.

Pada musim pertamanya, ia membawa PSM bertengger di peringkat tiga klasemen dan naik satu tingkat menjadi runner-up pada Liga 1 2018. Puncaknya, Marc membawa Juku Eja meraih trofi juara Piala Indonesia 2018-2019.

Budaya dan alam Indonesia membuat Marc jatuh cinta dan berniat mengubah status kewarnanegaraannya. Setelah menjalani proses yang panjang, Marc akhirnya resmi berstatus warga negara Indonesia pada 12 November 2020.

"Saya mencintai Indonesia dan sepak bolanya. Menjadi WNI merupakan jalan pembuka buat saya untuk menjadi pemain timnas Indonesia," ujar Marc yang menerima pinangan Persija Jakarta jelang Liga 1 2020 silam.

 

4 dari 6 halaman

Juara bersama Persija

Tak bisa dimungkiri Marc Klok punya peran penting di balik kesuksesan Persija Jakarta meraih gelar Piala Menpora 2021. Marc Klok sukses 28 tahun itu tampil delapan kali dan sukses mencetak satu gol dan dua assist.

Penampilan apiknya itu membuat Marc Klok mendapatkan predikat Pemain Terbaik Piala Menpora 2021. Penghargaan individu yang tentu sangat layak diraih Klok.

Kepergian Marc Klok tentu bakal meninggalkan lubang di lini tengah Persija. Kini, pelatih Angelo Alessio harus bergerak cepat untuk mencari pemain yang tepat menggantikan Klok.

Berkat kecemerlangannya itu, market value Marc Klok meningkat drastis. Transfermarkt menghargai Marc Klok sebesar Rp8,26 miliar usai menjuarai Piala Menpora 2021 bersama Persija Jakarta.

Namun agaknya yang paling bernilai buat Klok adalah pemanggilan ke Timnas Indonesia. Sayang, pada akhirnya gelandang elegan ini tidak dipilih oleh Shin Tae-yong yang memang lebih mengedepankan pemain muda pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

 

5 dari 6 halaman

Ingin Jadi Role Model

Usut punya usut, Shin Tae-yong tidak mengangkut Marc Klok lantaran saat itu ia masih berada di Bali meski sempat mengikuti latihan Timnas Indonesia. Penyebabnya, pemain kelahiran Amsterdam itu mendadak harus pergi demi menemani istrinya yang segera melahirkan.

Meski begitu, gelandang Persija Jakarta ini tidak kecewa dengan keputusan Shin Tae-yong. "Saya sempat berbicara dari hati ke hati dengan coach Shin Tae-yong, mengutarakan keinginan saya."

"Tidak hanya bisa bermain untuk Timnas Indonesia, namun juga menjadi role model bagi para pemain muda di Timnas Indonesia," jelasnya.

6 dari 6 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer