Sukses


Kilas Balik Timnas Indonesia di Piala Asia 2000: Produktif pada Kualifikasi, tetapi Mandul pada Putaran Final

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berkiprah pada putaran final Piala Asia 2000 di Lebanon pada 12-29 Oktober 2000.

Skuad Garuda meraih tiket putaran final setelah menyingkirkan Hong Kong dan Kamboja yang sama-sama tergabung pada kualifikasi Grup 7. Sistem yang dipakai pada fase tersebut adalah home dan away, dengan hanya juara grup yang meraih tiket.

Dalam dua pertemuan dengan Hong Kong, Indonesia bermain imbang 1-1 dan menang 3-1. Sementara itu, menghadapi Kamboja, Timnas Indonesia yang diasuh Nandar Iskandar menang telak 5-1 dan 9-2.

Menilik hasil tersebut plus penampilan tak memalukan pada putaran final Piala Asia 1996, jadi modal Tim Merah-Putih untuk bersaing di turnamen antarnegara kawasan Asia tersebut.

Pada edisi 2000 tersebut, Nandar Iskandar membawa 22 pemain. Mereka adalah Hendro Kartiko, I Komang Putra Adnyana, Sahari Gultom (kiper), Aji Santoso, Ismed Sofyan, Bejo Sugiantoro, Eko Purjianto, Djet Donald La'ala, Warsidi, Nur'alim, dan Slamet Riyadi (belakang).

Selain itu, Timnas Indonesia diperkuat Uston Nawawi, Bima Sakti, Eduard Ivakdalam, Yaris Riyadi, Imran Nahumarury, I Putu Gede, Seto Nurdiyantoro (tengah), Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Rochy Putiray, serta Gendut Doni Christiawan (depan).

 

2 dari 5 halaman

Tergabung di Grup Berat

Pada Piala Asia 2000 Lebanon, Kurniawan Dwi Yulianto dan kolega tergabung di grup berat. Timnas Indonesia berada di Grup B bersama China, Korea Selatan, dan Kuwait.

Tim Merah-Putih mengawali kiprahnya dengan menghadapi Kuwait di Stadion Olimpiade Internasional, Tripoli, 13 Oktober. Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia kesulitan keluar dari tekanan Kuwait.

Alhasil, produktivitas mencetak 18 gol dalam empat laga pada kualifikasi tak terlihat.

Beruntung, Hendro Kartiko yang tampil di bawah mistar tampil prima untuk menggagalkan berbagai peluang yang didapatkan lini serang Kuwait. Berkat penampilannya itu, Hendro dinobatkan sebagai man of the Match.

 

3 dari 5 halaman

Dihajar China

Penampilan Tim Garuda kembali tak berkembang dalam dua pertandingan lanjutan Grup B. Menghadapi China di Stadion Olimpiade Internasional, Tripoli, 16 Oktober, Indonesia dilibas empat gol tanpa balas.

Tiga gol awal China tercipta pada 10 menit pertama lewat aksi Li Ming, Shen Si dan Yang Chen, sedangkan satu gol lainnya dicetak Qi Hong pada menit ke-90.

 

4 dari 5 halaman

Dipermak Korsel

Meski kalah telak dari China, timnas Indonesia sejatinya tetap berpeluang lolos ke perempat final. Ada dua tiket yang tersisa untuk peringkat tiga terbaik.

Untuk mendapatkannya, Tim Garuda hanya butuh kemenangan dengan skor berapa pun saat menghadapi Korea Selatan di Stadion Sport City, Beirut, 19 Oktober 2000.

Namun, alih-alih meraih tiga poin, gawang Timnas Indonesia malah tiga kali kebobolan tanpa mampu membalas. Adalah Lee Dong-Gook, striker Korea Selatan yang saat itu masih berusia 21 tahun jadi momok lini belakang Indonesia.

 

5 dari 5 halaman

Jadi Bulan-Bulanan

Gawang Timnas Indonesia menjadi bulan-bulanan. Lee yang saat itu berstatus pemain Werder Bremen berhasil tiga kali membobol gawang Indonesia, yakni pada menit ke-30, 76', dan 90+1'.

Hattrick ke gawang Timnas Indonesia momentum awal Lee Dong-gook untuk meraih gelar top skorer di Piala Asia 2000. Ia kemudian menambah golnya masing-masing satu gol saat Korsel menghadapi Iran (perempat final), Arab Saudi (semifinal) dan China (perebutan tempat ketiga). Total enam gol yang dicetak Lee di Lebanon.

Seperti diketahui, Jepang akhirnya meraih trofi juara setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Sport City, Beirut, 29 Oktober 2000.

Video Populer

Foto Populer