Sukses


Muhammad Rafli Melempem di Timnas Indonesia, Pengamat: Coba Tes Dulu Main 25 Menit

Bola.com, Jakarta - Performa striker Timnas Indonesia, Muhammad Rafli, yang masih jauh dari harapan memang menjadi salah satu yang paling mendapatkan sorotan tajam dari publik.

Pada penampilan terakhirnya saat Timnas Indonesia bermain imbang dengan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Kamis (29/12/2022), Muhammad Rafli memang tak begitu banyak memberikan kontribusi. 

Performa angin-anginan semacam inilah yang kemudian semakin menegaskan keraguan publik terhadap kualitas penyerang Arema FC itu yang dianggap tak mumpuni untuk mengisi lini serang skuad Garuda.

Namun demikian, ada pandangan lain soal performa pemain berusia 24 tahun itu. Analisis ini datang dari Direktur Teknik Akademi Dewa United, Kas Hartadi, yang juga berstatus sebagai mantan pemain Timnas Indonesia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Butuh Adaptasi untuk Nyetel

Kas Hartadi mengatakan, situasi yang dialami oleh Rafli memang cukup pelik. Sebab, pada pertandingan itu dia baru turun ke lapangan pada menit ke-75 saat menggantikan Dendy Sulistyawan.

Menurut Kas Hartadi, seorang pesepak bola membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Artinya, kesempatan bermain selama 15 menit yang didapat Rafli belum cukup untuk bisa menampilkan performa terbaik.

“Rafli masuk babak kedua pada menit ke-75. Waktunya bermain hanya tinggal 15 menit,” kata Kas Hartadi saat dihubungi Bola.com, Minggu (1/1/2023).

“Sebetulnya performa Rafli hal yang biasa saja. Kalau menurut saya, dalam sepak bola, bermain selama 15 menit itu masih belum panas,” imbuhnya.

3 dari 5 halaman

Minimal Butuh 25 Menit

Pelatih yang kini tengah menempuh kursus lisensi AFC Pro itu menyebut, pesepak bola biasanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk beradaptasi.

Sebab, momen-momen ini cukup krusial untuk bisa nyetel dengan situasi pertandingan dan juga menyatu dengan permainan tim.

“Pesepak bola itu biasanya sudah mulai panas ketika laga memasuki menit ke-25. Artinya, butuh waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan situasi pertandingan,” ujarnya.

“Saya saat dulu masih bermain juga seperti itu, butuh adaptasi. Tidak bisa langsung bisa nyetel dengan permainan tim,” pelatih asal Surakarta itu menambahkan

4 dari 5 halaman

Bukan Masalah Kualitas

Selain itu, lelaki yang ikut membantu Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 ini mengakui, tidak ada persoalan dari kualitas individu pemain.

“Kalau soal kualitas, sebetulnya tidak ada masalah. Itu semua kualitasnya bagus-bagus,” katanya.

“Berhubung kemarin bermain imbang, jadi banyak kelihatan salahnya. Seandainya saja menang atas Thailand, mungkin tidak bakal ada cerita soal pemain mana yang tampil buruk di laga tersebut,” tambahnya.

5 dari 5 halaman

Menuju Laga Krusial

Timnas Indonesia masih harus melewati laga krusial untuk bisa merebut satu tiket ke fase semifinal Piala AFF 2022 saat bertandang ke markas Filipina.

Menurut jadwal, pertandingan ini bakal berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, pada Senin (2/1/2023) pukul 19.30 WIB.

Video Populer

Foto Populer