Dari Protagonis ke Antagonis: Supriadi jadi Tokoh Utama ketika Persik Dibungkam Arema FC

Supriadi menjadi tokoh utama ketika Persik Kediri kalah 1-2 dari Arema FC pada laga pekan ke-17 BRI Super League musim ini.

Bola.com, Malang - Supriadi menjadi tokoh utama ketika Persik Kediri kalah 1-2 dari Arema FC pada laga pekan ke-17 BRI Super League musim ini di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/1/2026) sore WIB.

Winger kanan Persik itu mencetak "brace" pada partai penutup putaran pertama musim ini. Supriadi berperan sebagai protagonis saat membuka asa kemenangan Tim Macan Putih lewat gol pada menit ke-80.

Namun, gol keduanya pada menit 90+5 bukan berserang ke gawang Arema, melainkan ke timnya sendiri. Gara-gara gol bunuh diri eks pemain Persebaya Surabaya tersebut membuat Tim Singo Edan menyamakan kedudukan.

Situasi skor imbang tersebut membuat pemain Arema FC merasa di atas angin. Ian Lucas Puleio Araya yang masuk menggantikan Valdeci akhirnya jadi pahlawan kemenangan Arema berkat golnya pada menit ke-90+8.

baik dari Arema FC dalam segala hal. Kami jelas pantas menang, tetapi di menit-menit terakhir di menit ke-90 lebih, kami hilang fokus," tuturnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Persik Melorot

Posisi Arema FC pun terkatrol ke peringkat 10 klasemen sementara BRI Super League musim ini dengan koleksi 21 poin. Adapun Persik melorot ke posisi 12 klasemen dengan nilai 19.

Pelatih Persik, Marcos Reina, menyebut anak asuhnya harus bermain lebih dewasa sebagai sebuah tim. "Kami harus lebih dewasa sebagai sebuah tim. Terutama saat terjadi situasi kritis di permainan. Kami harus lebih cerdas menghadapi momen seperti itu," katanya.

 

3 dari 4 halaman

Pemain Persik Gugup

Tanpa menyebut nama Supriadi, arsitek asal Spanyol itu menilai pemain Persik gugup saat Arema FC menekan pertahanan.

"Ini tentang kemampuan melakukan sapuan bola yang lebih baik di dalam kotak penalti. Ini hal-hal mendasar. Ketika fokus hilang, taktik pun akan hilang. Karena para pemain juga gugup," ujarnya.

Padahal Marcos Reina menyatakan Ezra Walian dkk. layak menang pada pertandingan itu. "Saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Sepanjang pertandingan kami lebih

4 dari 4 halaman

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer