Bernardo Tavares Ungkap Kekecewaan setelah Persebaya Gagal Kalahkan Dewa United

Persebaya terpaksa bermain imbang 1-1 saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo.

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Tim Bajul Ijo terpaksa bermain imbang 1-1 saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada laga pekan ke-19 BRI Super League, Minggu (1/2/2026) malam WIB.

Tim Bajul Ijo unggul lebih dulu lewat gol Francisco Rivera pada menit ke-23. Namun, Dewa United berhasil membalas melalui gol Kafiatur Rizky (30’).

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, merasa heran timnya gagal menang. Padahal, tim tamu bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah bek Nick Kuipers terkena kartu merah.

Keunggulan situasi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh tim Kota Pahlawan. Bernardo Tavares menegaskan ekspektasinya jauh lebih tinggi, terlebih laga dimainkan di hadapan publik sendiri.

“Saya tidak senang karena dengan satu pemain lebih banyak yang bermain di kandang, saya ingin menang,” kata Bernardo Tavares selepas pertandingan.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Unggul Jumlah Pemain

Arsitek tim asal Portugal itu merasa Persebaya seharusnya mampu mengontrol jalannya pertandingan dengan lebih dominan saat unggul jumlah pemain. Namun, ia menilai ritme permainan kerap terputus.

Tavares juga menyinggung kepemimpinan wasit yang membuat pertandingan sering berhenti. Kondisi tersebut, menurutnya, memengaruhi alur permainan yang ingin dibangun timnya.

“Bagaimanapun, ini bukan alasan, tetapi jika kita menganalisis pertandingan sekarang, saya pikir pertandingan terlalu lama dihentikan,” jelasnya.

 

Gol Dianulir VAR

Persebaya sebenarnya berkesempatan menang setelah Mihalo Perovic mencetak gol pada pengujung laga. Namun, wasit Nendi Rohaendy menganulirnya setelah meninjau VAR karena ada pelanggaran sebelum gol.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Bernardo tetap memberikan apresiasi atas kerja keras para pemainnya. Ia menilai performa tim secara umum masih menunjukkan hal-hal positif.

Penampilan Persebaya, khususnya pada babak pertama, mendapat penilaian cukup baik dari sang pelatih. Intensitas permainan dan kecepatan sirkulasi bola dinilai berjalan sesuai rencana.

“Saya menyukai babak pertama kami, kami memiliki peluang bagus, bermain cepat, dan mengoper bola dengan cepat. Transisi ofensif dan defensif kami bagus pada babak kedua, tetapi tim lawan terlalu banyak membuang waktu,” imbuh Tavares.

 

Seharusnya Dapat 3 Poin

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, turut menyayangkan hasil imbang yang diraih di kandang. Ia menilai Persebaya seharusnya layak mendapatkan kemenangan penuh di depan Bonek dan Bonita.

“Ya, ini bukan hasil terburuk tetapi juga bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang di depan pendukung kami. Jadi kami mengharapkan tiga poin malam ini,” ungkap Bruno.

“Sayangnya, kami tidak bisa mendapatkan tiga poin, tetapi seperti yang dikatakan pelatih, setiap pemain memberikan yang terbaik untuk mendapatkan tiga poin,” tuturnya.

Hasil ini membuat Persebaya ada di peringkat kelima klasemen sementara BRI Super League dengan 32 poin dalam 19 laga. Berikutnya, mereka akan melakoni partai lawatan ke markas Bali United pada Sabtu (7/2/2026).

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer