Milomir Seslija Ungkap Masalah Akut Persis: Transisi Menjadi Sumber Kebobolan, Pemain Diminta Lebih Bertanggung Jawab

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan satu masalah akut yang masih belum tuntas dibenahi anak asuhnya pada putaran kedua BRI Super League.

Bola.com, Solo - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan satu masalah akut yang masih belum tuntas dibenahi anak asuhnya pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Problem ini menjadi sumber persoalan Laskar Sambernyawa hingga tertimpa dua kekalahan beruntun.

Yang terbaru, Persis Solo harus mengakui keunggulan Persib Bandung pada pekan ke-19 setelah ditekuk dengan skor 0-1. Hasil yang sama juga dialami Laskar Sambernyawa ketika menjamu Borneo FC pada pekan ke-18.

Secara kualitas, dua lawan ini memang berada jauh di atas Persis. Persib dan Borneo FC sama-sama bersaing di papan atas klasemen. Namun demikian, dari sisi permainan, Milomir Seslija mengakui faktor transisi yang masih menjadi pekerjaan rumah anak asuhnya.

Tim asal Kota Bengawan tersebut sering kali kelimpungan ketika menghadapi serangan balik cepat lawan. Proses transisi negatif yang lambat menjadi salah satu sumber utama kebobolan ketika berhadapan dengan dua tim elite tersebut.

“Itulah yang saya bicarakan kepada para pemain. Kami memiliki masalah pada transisi di dalam latihan kami telah melakukan sebelumnya. Kami sudah melakukan koreksi juga di saat latihan, tetapi itu tidak cukup,” kata Milo.

“Terutama transisi ketika kami mendapatkan tendangan pojok, ketika kami memiliki pemain yang saling menjaga pemain lawan, lalu lawan memberi kami serangan balik. Ini karena pemain kami tidak mengikuti lawan,” imbuhnya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Soal Tanggung Jawab

Menurut Milo, permasalahan transisi dari menyerang ke bertahan ini sebetulnya berkaitan dengan aspek tanggung jawab para pemain. Mereka seharusnya bisa menjaga kedisiplinan sepanjang laga untuk ikut membantu pertahanan.

“Ini berarti kami hanya akan memenangkan pertandingan ketika pemain bertanggung jawab. Namun, nyatanya kami tidak bertanggung jawab. Itulah sebabnya kami kalah dalam permainan,” ujar pelatih berusia 61 tahun itu.

“Kami baru memiliki tanggung jawab setelah tertinggal 0-1. Padahal, seharusnya kami sudah harus bertanggung jawab saat skor masih 0-0. Dan itu yang akan membuat kami memenangkan pertandingan. Sebetulnya sangat sederhana,” tambahnya.

Masih Butuh Adaptasi

Hanya saja, Persis memang harus bersabar dengan proses adaptasi pemain asing barunya. Dari nama-nama yang baru bergabung, mereka sebagian besar datang dari Eropa, yang notabene memiliki iklim yang sangat berbeda.

“Akan tetapi, kita juga harus memahami bahwa para pemain ini baru datang dari musim dingin. Mereka sudah terbiasa bermain dengan suhu minus lima derajat. Namun, sebetulnya itu bukan alasan,” ujar Milo.

“Bahkan, para pemain lokal kami ketika mereka menyuruh pemain asing untuk mendorong ke depan, para pemain asing tetap tidak bisa. Pemain lokal masih harus beradaptasi dengan para pemain asing. Kami harus menghadapi masalah ini jika kami ingin berkembang.”

 

Perombakan Skuad

Sejauh ini, perombakan pemain asing Persis Solo telah menghasilkan delapan amunisi baru. Tiga nama di antaranya merupakan pemain impor asal Serbia, yakni Vukasin Vranes, Dusan Mijic, serta Miroslav Maricic.

Ada juga pemain asal Kroasia yang telah resmi bergabung, yakni Luka Dumancic. Sedangkan amunisi baru yang direkrut untuk menambah kekuatan di lini serang yakni Roman Paparyga yang berasal dari Ukraina.

Setelah itu, Dimitri Lima melengkapi rekrutan asal Brasil yang sebelumnya sudah menghasilkan dua nama, yakni Clayton da Silveira da Silva serta Andrei Alba. Dengan amunisi ini, Persis siap untuk tampil lebih kompetitif pada putaran kedua.

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer