Rindu Sepak Bola Indonesia, Eks Bek Tangguh Persiba, Mijo Dadic Terinspirasi Kesuksesan Bojan Hodak

Pecinta sepak bola era Indonesia Super League (ISL), tentu tidak asing dengan nama Mijo Dadic. Kini, ia sudah jadi pelatih.

Bola.com, Surabaya - Pecinta sepak bola era Indonesia Super League (ISL), tentu tidak asing dengan nama Mijo Dadic. Bek tangguh yang meraih sukses bersama Persiba Balikpapan itu, belakangan mengaku kangen dengan atmosfer sepak bola Tanah Air.

Tidak cuma sekadar rindu, Dadic yang kini telah mengantongi lisensi kepelatihan tertinggi UEFA Pro, mengaku siap jika ada tawaran dari salah satu klub Indonesia yang membutuhkan jasanya sebagai juru racik strategi.

Momen paling monumental dalam lima tahun karier bermainnya di Indonesia, tentu saja saat berseragam Persiba. Ia berhasil membawa Beruang Madu finis di peringkat ketiga ISL 2009/10, pencapaian tertinggi dalam sejarah tim.

"Sungguh luar biasa bisa tinggal dan bermain di ISL selama lima tahun. Kenangan indah dari saat Persiba Balikpapan meraih kesuksesan bersejarah hingga momen-momen indah bersama Deltras Sidoarjo dan Pelita Bandung Raya," kenang Dadic.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Menempa Diri Sebagai Pelatih

Sejak gantung sepatu, Dadic tidak bisa jauh dari si kulit bundar. Pria yang kini telah berusia 44 tahun itu telah menempa ilmu kepelatihannya selama lebih dari satu dekade terakhir.

Karier kepelatihannya dimulai pada tahun 2015, saat ia masih aktif bermain di kompetisi kasta kedua Kroasia. Walau masih berstatus pemain tim utama, ia dipercaya menukangi tim HNK Orijent U-19.

Dalam 11 tahun terakhir, Dadic telah melewati seluruh struktur kepelatihan dari bawah. Ia memiliki pengalaman menjadi direktur akademi di kasta pertama dan kedua Liga Kroasia sekaligus memimpin tim seleksi.

Puncaknya terjadi tahun lalu, ia sukses membawa timnya menjuarai Liga Kroasia sebagai anggota staf kepelatihan NHK Rijeka. Kini, ia menjabat sebagai pelatih di kompetisi liga kedua sekaligus direktur akademi di Kroasia.

Terinspirasi Hattrick Juara Bojan Hodak

Meski berada jauh di Eropa, perhatian Dadic tidak pernah lepas dari perkembangan sepak bola Indonesia. Ia menilai sepak bola domestik kian berkembang pesat dan kompetitif dari tahun ke tahun.

Salah satu yang menginspirasinya untuk menjajal kompetisi tanah air adalah Bojan Hodak. Tak hanya karena sama-sama berasal dari Kroasia, keduanya sudah saling mengenal cukup lama.

Bojan adalah sosok yang melatih Dadic saat ia bermain untuk klub Malaysia, Kelantan FA pada tahun 2012. Di bawah polesan pelatih berkepala plontos itu, Kelantan sukses meraih treble domestik. Mantan pelatihnya itu menancapkan dominasi luar biasa bersama Persib. Sang mentor baru saja meraih gelar juara ketiganya dalam tiga musim beruntun.

"Tentu saja, saya mengikuti dengan sangat intensif. Teman dekat saya dan orang yang melatih saya di Malaysia adalah Bojan Hodak, yang telah meraih kesuksesan luar biasa bersama Persib. Kami sering saling menghubungi dan berkomunikasi," ungkap Dadic.

Mengenal Bahasa dan Budaya Indonesia

Berbekal lisensi UEFA Pro serta portofolio kepelatihan di Eropa, Dadic merasa ini adalah waktu yang tepat. Ia ingin mencoba tantangan baru di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Selain modal teknis, Dadic memiliki kartu as yang jarang dimiliki pelatih asing baru lainnya. Ia telah mengenal budaya dan menguasai bahasa Indonesia.

"Tentu saja saya memiliki ambisi menjadi pelatih di Indonesia di masa depan. Saya tahu mentalitas masyarakatnya, tradisi, adat istiadat, dan segala sesuatu yang khas dari negara tersebut," ucapnya.

"Tentu saja saya juga masih menguasai Bahasa Indonesia, yang merupakan keuntungan besar saya. Saya menantikan tantangan baru di masa depan," pungkas Dadic.

 

Kiprah Pelatih Balkan

Indonesia jadi tempat yang cukup ramah bagi pelatih asal Balkan. Selain Bojan Hodak, kita lebih dulu mengenal nama Milomir Seslija, Darije Kalezic, Dejan Antonic hingga Antun Pogacnik.

Nama terakhir merupakan pelatih Timnas Indonesia di era 1950-an. Kala itu, Sang Garuda dibawanya terbang tinggi dengan menembus semifinal Asian Games 1954 Manila dan Olimpiade Melbourne 1956 hingga meraih medali perunggu Asian Games 1958 Tokyo.

Comeback Mijo Dadic di kursi pelatih klub tanah air, tentu layak dinantikan dalam waktu dekat. Apakah kesuksesan juga akan datang kepadanya? Mari kita tunggu. 

 

Video Populer

Foto Populer