Liana Tasno Ungkap Prioritas PSIM, Bangun Training Ground!

Liana Tasno Ungkap Prioritas PSIM: Bangun Training Ground untuk Kebutuhan First Team

Bola.com, Jakarta - Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, memprioritaskan pembangunan training ground sebagai langkah strategis untuk menunjang peningkatan performa Laskar Mataram.

Menurut Liana, investasi pada fasilitas latihan akan memberikan dampak lebih nyata bagi perkembangan skuad PSIM ketimbang pengembangan aplikasi digital klub.

Manajemen sebenarnya telah mengkaji kemungkinan membangun aplikasi resmi PSIM sebagai bagian dari pengembangan ekosistem digital. Namun, investasi tersebut dianggap belum terlalu mendesak.

"Kalau untuk menciptakan aplikasi sendiri memang saya sudah coba eksplorasi dan kalkulasi. Tapi dari investment yang dikeluarkan terhadap tingkat keefektifannya, saya belum melihat itu sesuatu yang urgent," ujarnya, Senin (6/7/2026).

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Berdampak Langsung Buat Klub

Menurut Liana, dengan anggaran yang dimiliki klub saat ini, investasi dinilai akan lebih tepat jika diarahkan untuk memperkuat aspek yang berdampak langsung terhadap performa skuad. Satu di antaranya ialah mewujudkan training ground bagi PSIM.

"Kalau saya bisa ngomong, mending investasi ini buat saya beli pemain atau mendingan saya bangun training ground yang benar-benar pengaruhnya bisa dirasakan untuk tim utama," kata Liana.

Pembangunan aplikasi bukan hanya membutuhkan biaya besar pada tahap awal, tetapi juga memerlukan anggaran pemeliharaan rutin setiap tahun. Sedangkan kebutuhan tim di lapangan jauh lebih mendesak untuk dipenuhi.

Selain itu, wanita berusia 41 tahun itu menyebut pola masyarakat dalam mengakses informasi kini sudah tersebar di berbagai platform digital.

 

Kans Bikin Aplikasi Resmi

Suporter pun dinilai sudah terbiasa mengikuti perkembangan klub melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, maupun X. Sehingga aplikasi khusus klub belum menjadi kebutuhan utama.

"Ekosistem online sekarang sudah terpecah-pecah. Orang sudah pasti ke Instagram, ke TikTok, ke X. Mereka sudah punya aplikasi masing-masing yang mereka sukai," ucapnya.

Meski demikian, Liana tidak menutup kemungkinan PSIM bakal mengembangkan aplikasi resmi maupun layanan digital eksklusif pada masa mendatang. Dengan sayarat basis suporter lokal semakin besar.

"Untuk saat ini belum. Tapi nanti kita lihat perkembangannya. Kalau basis lokalnya sudah begitu luar biasa, mungkin memang harus dibuat gimmick-gimmick yang eksklusif," tutup Liana.

Video Populer

Foto Populer