Ratu Tisha Ungkap Misi Besar Liga Universitas 2026 setelah STKIP Pasundan Juara Regional Bandung

STKIP Pasundan memastikan diri sebagai juara Regional Bandung Liga Universitas 2026 setelah menuntaskan rangkaian kompetisi yang berlangsung sejak 25 April hingga 8 Agustus 2026 dengan melibatkan tujuh tim perguruan tinggi.

Bola.com, Bandung - STKIP Pasundan memastikan diri sebagai juara Regional Bandung Liga Universitas 2026 setelah menuntaskan rangkaian kompetisi yang berlangsung sejak 25 April hingga 8 Agustus 2026 dengan melibatkan tujuh tim perguruan tinggi.

Partai penutup Regional Bandung digelar di Lapangan ITB Saraga, Bandung, Sabtu (8/8/2026), sekaligus menandai berakhirnya satu di antara wilayah penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarmahasiswa tersebut pada musim ini.

Selain menjadi persaingan di lapangan, kompetisi ini juga dirancang untuk melibatkan berbagai elemen di lingkungan kampus, mulai dari pemain, pelatih, pengelola tim, hingga para sukarelawan yang bertugas selama pertandingan berlangsung.

Wakil Ketua PSSI, Ratu Tisha Destria, menyebut keberlanjutan menjadi satu di antara fokus utama dalam kompetisi tersebut yang diproyeksikan berjalan dalam beberapa musim ke depan.

"Liga Universitas Coca-Cola ini menjadi satu hal yang berkelanjutan. Jadi, tidak cuma ada di musim ini saja, tapi kami punya musim berikutnya, alias tiga tahun untuk pembangunan kami," ujar Tisha.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Membangun Komunitas Sepak Bola Kampus

Menurut Tisha, keberadaan kompetisi tersebut juga ditujukan untuk membangun komunitas sepak bola kampus yang lebih luas dengan melibatkan pihak-pihak yang bekerja di balik jalannya pertandingan.

"Yang paling utama adalah ini membentuk satu komunitas bagi mahasiswa, tidak cuma yang main, tetapi juga the man behind the scene, the man behind the match," tutur Tisha yang juga Founder Grha Gemah Nusa Foundation itu.

Dia menjelaskan para volunteer yang terlibat tidak hanya membantu operasional pertandingan, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam pengelolaan kompetisi dan berbagai aspek manajemen olahraga yang mendukung jalannya sebuah turnamen.

Tisha juga menilai format pertandingan yang tidak terlalu padat memberikan kesempatan kepada tim dan pelatih untuk melakukan evaluasi secara lebih menyeluruh setelah setiap laga yang dijalani.

"Ini juga memberikan ruang bagi pelatih secara teknikal untuk melakukan evaluasi yang cukup sustain, karena mereka tidak terburu-buru dalam melakukan evaluasi pertandingan tiap minggu. Akibatnya, ada recovery time yang baik, ada evaluasi yang baik, ada feedback, latihan, kemudian bertanding lagi," ungkap Tisha.

Pengembangan Awal

Regional Bandung menjadi satu dari dua wilayah yang saat ini menjadi bagian dari pengembangan awal kompetisi, bersama Regional Jakarta yang juga berlangsung pada musim yang sama.

Tisha mengatakan pengembangan kompetisi akan dilakukan secara bertahap sebelum memasuki level nasional, dengan kemungkinan penambahan wilayah penyelenggaraan pada musim mendatang.

"Kalau nanti sudah lama-kelamaan berkembang jadi empat sampai enam regional, barulah kami akan membuat tingkat nasional. Hari ini kami inginnya grassroots-nya dulu yang terbangun. Jadi, harus perlahan-lahan," ucapnya.

Dia menilai pembangunan sepak bola kampus perlu dimulai dari akar rumput agar mahasiswa memiliki keterlibatan langsung dalam proses pengembangan olahraga tersebut di lingkungan mereka masing-masing.

"Sepak bola itu datang dari akar rumput, dari bawah. Jadi, bukan miliknya kami-kami yang mengurus, tapi miliknya kalian-kalian yang menjalankan," imbuhnya.

Pengalaman Internasional

Selain kompetisi di dalam negeri, program tahun ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui kegiatan yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Dua peserta yang terlibat dalam program tersebut adalah Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terpilih melalui proses seleksi terbuka bersama sejumlah mitra penyelenggara.

"Puncaknya adalah mereka mendapatkan kesempatan akademik yang luar biasa di sana. Itulah posisi puncaknya yang sudah kami lalui kemarin dalam rangka konferensi Youth Mental Health yang ada di PBB," papar Tisha.

Daftar Peraih Penghargaan Regional Bandung Liga Universitas 2026

Juara: STKIP Pasundan

Peringkat Kedua: Universitas Pendidikan Indonesia

Peringkat Ketiga: UIN SSC

Tim Fair-Play: Universitas Swadaya Gunung Jati

Pelatih Terbaik: Agus Santosa (STKIP Pasundan)

Kiper Terbaik: Tubagus Hussein Ali Ramadhan (UPI)

Pemain Terbaik: Ardiansyah Harahap (STKIP Pasundan)

Top Skor: Muhammad Firman Januari (STKIP Pasundan/13 gol)

Volunteer Terbaik: Sanjaya Raga

Wasit Terbaik: Dedi Samsuri

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer