Beda Strategi Timnas Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Andalkan 11 Pemain Keturunan, Harimau Malaya Pakai 3 Pilar Lokal

skuad Harimau Malaya masih memercayakan kepada tiga pemain lokal kelahiran Malaysia di susunan pemain utama.

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia mengukir catatan unik sekaligus bersejarah pada laga pembuka Grup A FIFA ASEAN CUP 2026.

Menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK, Jakarta pada Jumat (25/09/2026).

Skuad Indonesia berhasil menundukkan lawannya dengan skor 2-0 lewat susunan pemain utama yang seluruhnya diisi oleh 11 pemain keturunan.

Dalam laga tersebut, 11 pemain utama yang diturunkan pelatih merupakan sosok kelahiran luar Indonesia.

Rinciannya, delapan pemain lahir di Belanda, sementara tiga lainnya masing-masing lahir di Amerika Serikat, Australia, dan Thailand.

Langkah ini sangat bertolak belakang dengan pendekatan yang diambil rival abadi mereka, Malaysia.

Saat menumbangkan Bangladesh 3-0 pada laga pembuka lainnya, skuad Harimau Malaya masih memercayakan kepada tiga pemain lokal kelahiran Malaysia di susunan pemain utama.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Duel Sengit

Tiga pemain lokal yang masuk dalam daftar susunan pemain utama Malaysia tersebut adalah Arif Aiman Hanapi, Faisal Halim, dan penjaga gawang Haziq Nadzli.

Sementara delapan posisi sisanya diisi oleh kombinasi pemain keturunan dan naturalisasi seperti Dion Cools, Corbin Ong, hingga Bergson da Silva.

Meski menggunakan formula komposisi pemain yang berbeda, kedua tim sama-sama meraih hasil positif dengan mengamankan tiga poin pertama di Grup A.

Arif Aiman menjadi bintang kemenangan Malaysia lewat torehan dua gol, sedangkan Bergson langsung membuka keran golnya di debutnya.

Kini, sorotan utama tertuju pada duel sengit antara Timnas Indonesia dan Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.

Laga ini akan menjadi ujian nyata bagi strategi full pemain keturunan Indonesia melawan kombinasi pemain lokal dan naturalisasi milik Malaysia.

Momen Manis Tan Cheng Hoe

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, diyakini memiliki kepercayaan diri tinggi menghadapi laga panas ini.

Pasalnya, Stadion SUGBK kerap memberikan hasil manis bagi juru taktik asal Kedah tersebut sepanjang karier kepelatihannya.

Momen manis pertama terjadi pada final Piala AFF 2010 saat ia menjadi asisten pelatih dan membantu Malaysia merengkuh gelar juara di SUGBK.

Dengan hasil itu, berlanjut pada Kualifikasi Piala Dunia 2019, ketika Tan Cheng Hoe memimpin Malaysia membungkam Indonesia 3-2 di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah.

Kemenangan pada laga mendatang dipastikan akan membawa salah satu tim memimpin takhta Grup A sekaligus memperbesar peluang melenggang ke partai puncak.

Pertandingan ini diprediksi berjalan sangat alot mengingat rekor pertemuan kedua negara yang begitu ketat.

Secara keseluruhan, Timnas Indonesia dan Malaysia telah bertemu sebanyak 85 kali di semua ajang sejak September 1957.

Malaysia mengantongi 34 kemenangan, Indonesia mengemas 33 kemenangan, dan 18 laga tersisa berakhir imbang.

Namun demikian, bentrokan terakhir kedua tim pada ajang Piala AFF 2021 di Singapura berhasil dimenangi oleh Indonesia dengan skor telak 4-1.

Duel ini dipastikan menjadi panggung pembuktian bagi efektivitas komposisi pemain kedua negara.

Sumber: Berita Harian

Video Populer

Foto Populer