Mudahnya Thom Haye Kena Kartu Merah Vs Malaysia, Pengamat Berasumsi karena Pengaruh Kualitas Liga Domestik

Thom Haye terkena kartu merah pada babak pertama ketika Timnas Indonesia meladeni Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Bola.com, Jakarta - Kartu merah Thom Haye menjadi satu di antara sorotan utama setelah Timnas Indonesia ditahan Malaysia 0-0 pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Gelandang Timnas Indonesia itu diusir wasit pada menit ke-37 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Arif Aiman.

Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, menilai keputusan wasit Ko Hyung-Jin memberikan kartu merah kepada Thom Haye sudah tepat.

Namun, ia melihat insiden itu juga memperlihatkan persoalan yang selama ini menjadi kekhawatirannya dalam kompetisi sepak bola domestik Indonesia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Cermin Kompetisi Domestik?

Menurut Aris, Thom Haye bisa saja terbiasa dengan situasi ketika pelanggaran di kompetisi domestik tidak selalu mendapat tindakan tegas dari wasit.

Kebiasaan itu dinilai dapat memengaruhi pengambilan keputusan pemain ketika tampil di pertandingan internasional.

"Sangat disayangkan kartu merah Thom Haye, padahal bola masih ada di tengah lapangan dan pertandingan masih sangat panjang," ujar Aris Budi Sulistyo kepada Bola.com, Selasa (29-9-2026).

Aris menilai kartu merah Thom Haye layak diberikan karena tekel yang dilakukan dari belakang terhadap Arif Aiman memang berbahaya.

Arif Aiman sebelumnya mencoba membawa bola melewati pemain Indonesia melalui bagian tengah lapangan sebelum Thom Haye berusaha menghentikannya.

Memang Berbahaya

Wasit Ko Hyung-Jin sempat mengeluarkan kartu kuning untuk Thom Haye. Namun, keputusan itu kemudian berubah setelah wasit asal Korea Selatan itu meninjau tayangan VAR atas rekomendasi wasit VAR.

Setelah melihat kembali insiden, Ko Hyung-Jin membatalkan kartu kuning dan memberikan kartu merah langsung kepada Thom Haye. Keputusan itu membuat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.

"Ini momen yang sudah lama saya khawatirkan dari produk kompetisi sepak bola dalam negeri kita. Saya merasa pemain seperti Thom Haye dengan kartu merah tadi malam sudah terkontaminasi kebiasaan di kompetisi domestik Indonesia yang sering melakukan pelanggaran dan didiamkan oleh wasit," kata Aris.

Kondisi itu menjadi persoalan bagi Indonesia karena Malaysia justru lebih banyak menguasai permainan setelah unggul jumlah pemain. Timnas Indonesia harus bertahan dari tekanan lawan hingga pertandingan berakhir tanpa gol.

Momentum Evaluasi Kualitas Perwasitan Indonesia

Aris juga melihat kartu merah Thom Haye sebagai momentum untuk kembali mengevaluasi kualitas perwasitan di kompetisi Indonesia.

Menurutnya, ketegasan wasit terhadap setiap pelanggaran dapat membuat pemain lebih berhati-hati ketika mengambil keputusan di lapangan.

"Tentunya sangat berbeda ketika sudah di level internasional seperti FIFA Matchday seperti ini. Itulah yang saya takutkan dari kualitas kompetisi sepak bola Indonesia. Harus berbenah untuk mengevaluasi wasit, harus mencontoh wasit yang memimpin pertandingan tadi malam. Tapi, ini hanya asumsi saya," ujar Aris.

Kartu merah itu juga membuat Thom Haye harus absen pada pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Bangladesh, Kamis (1-10-2026), dalam laga yang menjadi pertandingan krusial bagi Skuad Garuda.

Video Populer

Foto Populer