Pengamat Sebut Timnas Indonesia Bisa Putus Kutukan Runner-up, tapi Ingatkan FIFA ASEAN Cup Beda dengan Piala AFF

Luciano Leandro sebut Timnas Indonesia bisa memutus kutukan runner-up turnamen kawasan regional saat meladeni Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.

Bola.com, Jakarta - Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai Timnas Indonesia memiliki peluang untuk menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Timnas Indonesia ditantang Timnas Thailand pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5-10-2026) pukul 20.00 WIB.

Tim besutan John Herdman itu melaju ke partai puncak dengan status juara Grup A setelah mengoleksi tujuh poin. Sementara Thailand keluar sebagai juara Grup B dengan torehan enam angka.

"Final adalah pertandingan yang berbeda dan Thailand adalah lawan yang sangat berpengalaman. Jadi, saya melihat peluang Indonesia di final sangat terbuka, tetapi saya tidak ingin mengatakan Indonesia pasti juara," ujar Luciano kepada Bola.com, Minggu (4-10-2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jangan Terbebani Sejarah

Skuad Garuda punya rekor kurang bagus dalam enam penampilan di final Piala AFF. Dari pertandingan itu, semuanya berakhir dengan status runner-up.

Namun, Luciano meminta catatan masa lalu tidak dibawa ke pertandingan. Ia menyebut kondisi mental pemain akan jadi satu di antara aspek penting yang menentukan penampilan Indonesia di laga puncak.

"Memang, Indonesia memiliki sejarah panjang di mana beberapa kesempatan di final berakhir sebagai runner-up. Tetapi, menurut saya, sejarah tidak boleh menjadi beban psikologis bagi pemain saat masuk ke lapangan," katanya.

"Herdman mempunyai kesempatan untuk mengubah cerita tersebut. Dia sudah membawa Indonesia ke final pertama FIFA ASEAN Cup setelah melewati laga sangat dramatis lawan Bangladesh. Sekarang tantangannya adalah mengubah energi dan kepercayaan diri menjadi performa terbaik di final," lanjutnya.

Berani dan Tidak Takut

Luciano melihat Timnas Indonesia dibekali modal penting untuk menghadapi Thailand. Selain kualitas pemain, faktor dukungan suporter di SUGBK diyakini bisa memberikan energi tambahan bagi Kevin Diks dkk.

"Indonesia punya kualitas, bermain di depan publik sendiri, dan memiliki pemain yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi. Tetapi, Thailand juga menunjukkan organisasi permainan kuat dan berhasil mencapai final dengan performa kompetitif," tutur Luciano.

"Jadi, apakah John Herdman bisa memutus rekor tersebut? Bisa. Tetapi, jawabannya harus diberikan di lapangan. Bagi saya, kunci Indonesia adalah jangan bermain dengan rasa takut terhadap sejarah."

"Bermainlah dengan keberanian, disiplin, dan kecerdasan. Final bukan waktunya memikirkan berapa kali Indonesia pernah gagal. Final adalah waktunya menciptakan sejarah yang baru," tegasnya.

Video Populer

Foto Populer