John Herdman Ungkap Sederet Fakta di Balik Kesuksesan Timnas Indonesia Memenangkan FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membeberkan sederet fakta menarik serta tantangan yang dihadapi jelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membeberkan sederet fakta menarik serta tantangan yang dihadapi jelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026.

Meski kemudian tampil sebagai juara setelah mengalahkan Thailand di final via drama adu penalti, John Herdman dan semua asisten pelatih harus kerja ekstra keras mempersiapkan tim terbaik.

Tim pelatih tak hanya dituntut untuk menentukan skema serta taktik permainan berdasarkan skil serta karakter permainan masing-masing pemain, tapi juga memastikan kebugaran mereka.

John Herdman, via kanal YouTube Liputan6 Sport belum lama ini mengatakan suskes Indonesia menjadi yang terbaik di FIFA ASEAN Cup tak lepas dari kejelian tim pelatih melihat karakter setiap pemain.

"Ya, kita harus melihat karakter para pemain. Kita harus melihat profil mereka. Lihat juga posisi mereka di klub. Jika pemain hanya bersama kita selama 10 hari, kebiasaan mereka tidak akan bisa langsung diubah. Kebiasaan itu terbentuk setiap hari di klub," kata John Herdman.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Fleksibel

Mengingat waktu di timnas hanya hitungan hari, tim pelatih tak lantas mengubah gaya atau kebiasaan bermain Kevin Diks dan kawan-kawan. Dengan kata lain, tak ada keharusan atau keterpaksaan bagi pemain untuk mengubah kebiasaan mereka di klub.

"Jika pemain hanya bersama kita selama 10 hari, kebiasaan mereka tidak akan bisa langsung diubah. Kebiasaan itu terbentuk setiap hari di klub. Lalu mereka datang dan kita berkata,'Kami ingin bermain begini'. Kombinasi dengan dengan pemain ketiga, dengan identitas tertentu. Padahal mereka tidak bermain seperti itu di klub," tukas John Herdman.

Oleh karena itulah, masih menurut John Herdman, setiap pemain diberi keleluasaan untuk mengekspresikan diri.

"Ole Romeny bermain dengan gaya Red Bull. Tekanan tinggi, intensitas tinggi, penguasaan bola rendah. Namun, saat bersama Timnas Indonesia, kami mencoba memberinya kebebasan dan ruang berkreasi. Memberinya kesempatan mengekspresikan diri," tutur eks pelatih Timnas Kanada.

"Sebagai pelatih kepala, saya harus menyeimbangkan apa yang mereka lakukan di klub dengan identitas tim yang sesuai profil posisi mereka. Sekaligus mendekatkan Indonesia pada level yang dibutuhkan untuk mengalahkan Australia, Arab Saudi, dan Jepang. Meraih hasil di laga-laga besar. Itulah yang sedang saya coba saat ini," ujar juru taktik asal Inggris.

Hadapi Tantangan Berat

Tantangan lainnya, tim pelatih juga diperhadapkan dengan realita lainnya, di mana ada beberapa pemain yang tak punya banyak waktu untuk bergabung dengan timnas karena masalah penerbangan yang sangat jauh. Persoalan ini sudah dialami John Herdman kala masih membesut Timnas Kanada.

"Bagi saya ini eksperimen taktik untuk memahami sejumlah hal yang kami terapkan di Kanada dan bagaimana penerapannya di sini. Terutama bagaimana pengaruh kondisi dan iklimnya. Juga respons pemain setelah terbang 16 jam, lalu hanya dua kali berlatih," ujarnya.

"Orang harus memahami semua itu. Seperti kubus rubik, kita terus mencoba menyusunnnya. Ada pemain yang penerbangannya tertunda, baru tiba sehari sebelum pertandingan. Calvin Verdonk atau Dean James," pungkasnya.

Sumber: Liputan6 Sport

Video Populer

Foto Populer