Sukses


3 Alasan Manchester City Bakal Mengganggu Liverpool di Sepanjang Musim Ini

Jakarta - Manchester City menang tipis 2-1 atas Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris, Jumat (4/1/2019) dinihari WIB. Dua gol Manchester City lahir masing-masing dari Sergio Aguero dan Leroy Sane.

Sementara, satu gol Liverpool dibuat oleh Roberto Firmino. Bagi Liverpool, ini adalah kekalahan pertama di Liga Inggris musim ini.

Di sisi lain, kemenangan atas The Reds membuat Manchester City menghidupkan persaingan merebut gelar juara Liga Inggris di musim ini. Saat ini, Aguero dan kawan-kawan hanya tertinggal empat poin dari Liverpool yang duduk di posisi puncak dengan 54 poin.

"Jika kami kalah hari ini, persaingan selesai. itu akan menjadi sulit. Kami harus berusaha keras, tetapi ini memberikan kami kepercayaan diri," kata Guardiola seperti dilansir Sky Sports.

Sebelum pertandingan ini, Liverpool melaju sendirian dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Pasalnya, Manchester City telah menderita dua kekalahan, yang membuat mereka tertinggal tujuh poin.

Setelah hasil ini, Manchester City tampaknya bakal menjadi pesaing serius Liverpool merebut gelar juara. Mengeapa demikian? Berikut alasannya?

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

2 dari 4 halaman

1. Kepercayaan Diri Telah Kembali

Manchester City awalnya menjadi kandidat terkuat juara bersama Liverpool karena belum terkalahkan. Namun tiga kekalahan yang diderita membuat peta persaingan berubah.

Pada awal Desember, Manchester City takluk 0-2 dari Chelsea. Dua pekan kemudian, giliran Crystal Palace dan Leicester City yang membuat Aguero dan kawan-kawan tidak berkutik.

Di saat bersamaan, Liverpool menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Mereka bahkan sempat menggulung Arsenal 5-1.

Manchester City beruntung periode buruk itu tidak berlangsung lama. The Citizens lalu menang 3-2 atas Southampton dan kini menaklukkan pesaing utama Liverpool 2-1.

Dua kemenangan itu telah mengembalikan kepercayaan diri para pemain Manchester City. Apalagi di dua laga berikutnya, mereka akan berhadapan dengan tim gurem, Wolverhampton dan Huddersfield Town.

3 dari 4 halaman

2. Belakang-Depan Solid

Meski tidak sama sedikit dengan Liverpool, pertahanan Manchester City termasuk yang paling solid di Liga Inggris. Dari 21 pertandingan, gawang Ederson Moraes baru bobol 17 kali, hanya tujuh gol lebih banyak dari Liverpool.

Di musim ini, Guardiola memercayakan jantung pertahanan kepada duet muda-senior, John Stones dan Vincent Kompany. Duet ini terbukti ampuh menghalau tekanan Liverpool di pertandingan dinihari tadi.

Bukan hanya urusan bertahan, Manchester City juga tim yang paling subur di Liga Inggris. Hingga pekan ke-21, mereka sudah membobol gawang lawan sebanyak 56 kali.

Distribusi gol Manchester City terbilang merata. Aguero yang menjadi pencetak gol terbanyak klub tercatat hanya mengemas 10 gol.

4 dari 4 halaman

3. Faktor Guardiola

Selain dua faktor itu, mustahil tampaknya jika tidak menyebut Pep Guardiola sebagai salah satu faktor utama. Manajer berusia 47 tahun ini sudah terbukti terlatih mengatasi tekanan.

Sebelum pertandingan melawan Liverpool, Manchester City berada dalam posisi underdog. Namun kejeniusan Guardiola membuat prediksi publik salah.

Manchester City membuktikan diri kalau mereka belum habis. Pengoleksi lima gelar juara Liga Inggris ini masih punya peluang mempertahankan trofi yang diraih pada musim lalu.

Guardiola punya alasan untuk optimistis. Pasalnya, beberapa pemain yang sebelumnya cedera seperti Kevin de Bruyne sudah mulai pulih.

Kembalinya De Bruyne jelas menambah kekuatan Manchester City di lini tengah. Guardiola pun punya alternatif selain menduetkan David Silva dengan Bernardo Silva.

Video Populer

Foto Populer