Sukses


Perubahan Kultur Ruang Ganti Pemain di Era Solskjaer, Jadi Katalis Kebangkitan Manchester United

Bola.com, Manchester - Transformasi Manchester United hingga kini menempati puncak klasemen Liga Inggris 2020/2021 mengagetkan banyak orang. Banyak yang bertanya-tanya resep di balik kebangkitan Setan Merah tersebut. 

Menengok kembali pada Juli tahun lalu, manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menggarisbawahi bagaimana rencana transformasi yang diinginkannya. Enam bulan berselang, MU telah berkibar di puncak klasemen Premier League. 

Bahkan, dua bulan lalu rumor pemecatan Solskjaer masih berembus kencang. Manajer asal Norwegia itu dikabarkan akan dipecat jika timnya tidak bisa mengalahkan Everton. 

Hasil pertandingan ternyata sangat mengesankan. MU berhasil menang di Goodison Park, dan tak terkalahkan di Liga Inggris hingga saat ini, dengan perincian delapan kemenangan dan dua kali imbang dalam 10 pertandingan terakhir. 

Apa yang dikatakan Solskjaer pada Juli tahun lalu yang menjadi katalis kebangkitan Setan Merah? 

"Saya tidak ingin ada kultur saling menyalahkan di sini. Saya pikir mereka semua sekarang tergantung pada diri mereka sendiri," kata Solskjaer saat itu dalam podcast The High Performance, seperti dilansir Mirror, Kamis (14/1/2021). 

Solskjaer menunjukkan dirinya belajar banyak dari mantan mentornya sekaligus manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Fergie, panggilan Ferguson, terkenal tidak ragu menyingkirkan pemain yang dianggap tak lagi memberikan pengaruh positif bagi tim.

 

2 dari 3 halaman

Pendekatan ala Solskjaer

Bagaimana cara Solskjaer memberantas budaya menyalahkan di kamar ganti MU? "Secara diam-diam, karena mereka secara bertahap akhirnya tidak bermain dan keluar dari klub," jelas Solskjaer. 

"Saya bukan pembual atau penipu dan mengatakan 'Jika kalian tidak mengubah itu, saya diam-diam menandai dan berkata, oke, mari kita lihat pertandingan berikutnya.' Jika dia membuat kesalahan yang sama lagi atau jika dia menyalahkan orang lain lagi, dan pada akhirnya Anda secara bertahap mengeliminasi mereka," urai Solskjaer. 

Paul Pogba bisa dengan mudah bergabung dengan kelompok itu, karena isu tentang masa depan sang gelandang telah menjadi gangguan konstan sejak Solskjaer belum gabung ke Old Trafford.

Tapi cara Solskjaer menangani masalah Solskjaer baru-baru ini menjadi contoh tentang manajer yang menuai hasil apik setelah mempercayai para pemainnya.

Setelah agen Pogba, Mino Raiola, mengatakan sang pemain tidak bahagia dan ingin pergi, Solskjaer meresponsnya dengan menempatkannya ke tim. Pemain berusia 27 tahun berhasil menujukkan kemajuan performa, bahkan mencetak gol kemenangan atas Burnley, Rabu (13/1/2021) yang membawa MU ke puncak klasemen Liga Inggris.  

Pogba bukan satu-satunya yang mendapat keuntungan dari pendekatan ala Solskjaer. Lihat saja Luke Shaw kembali tampil apik sebagai respons atas kedatangan Alex Telles. Yang jelas, kini MU bermain seperti tim lagi, dengan kolektivitas untuk selalu menang dan berujung hasil-hasil positif. 

Sumber: Mirror 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Video Populer

Foto Populer