Inkonsistensi Liverpool Tak Pernah Sebegitu Nyata

Inkonsistensi Liverpool kian terbuka, kesalahan sendiri kembali jadi biang kekalahan.

Bola.com, Jakarta - Seandainya Premier League memiliki trofi khusus untuk tim yang paling sering menyabotase diri sendiri, Liverpool tampaknya akan menjadi kandidat terkuat.

Sepanjang musim ini, skuad asuhan Arne Slot berulang kali menciptakan masalah mereka sendiri, dan pola itu kembali terlihat jelas saat The Reds tumbang 2-3 dari AFC Bournemouth di Vitality Stadium, Minggu (25-1-2026) dini hari WIB.

Kemenangan telak 3-0 atas Marseille di ajang Liga Champions pada pertengahan pekan sempat membangkitkan optimisme dan kepercayaan diri Liverpool.

Namun, semua momentum positif itu seolah lenyap tersapu hujan di pesisir selatan Inggris, ketika Amine Adli mencetak gol penentu kemenangan Bournemouth pada menit ke-95.

Virgil van Dijk memimpin protes para pemain Liverpool saat skuad tuan rumah merayakan gol kemenangan tersebut. Namun, tidak ada penyelamatan di menit akhir dari VAR.

Seperti yang sudah sering terjadi musim ini, tim Slot kembali harus mengakui bahwa kekalahan itu datang akibat kesalahan mereka sendiri.

Ketika Dominik Szoboszlai melepaskan tendangan bebas spektakuler pada menit ke-80 untuk menyamakan kedudukan, suasana pertandingan terasa berubah. Untuk pertama kalinya, momentum seakan berpihak pada Liverpool.

Akan tetapi, dengan kedua tim sama-sama enggan puas berbagi satu poin, peluang tercipta silih berganti di kedua ujung lapangan. Hingga akhirnya, Adli menyodok bola melewati Alisson Becker pada detik-detik terakhir laga.

Gol pemain internasional Maroko itu sekaligus mengakhiri rekor 13 pertandingan tanpa kekalahan Liverpool yang selama ini pun dinilai kurang meyakinkan. Kekalahan tersebut juga kembali menambah tekanan terhadap Slot.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Kontras dengan Musim Lalu

Dari 15 poin maksimal dalam lima laga terakhir, Liverpool hanya mengantongi empat poin. Jarak mereka dalam persaingan menuju tiket Liga Champions pun makin lebar, bahkan berpotensi turun ke peringkat kedelapan jika para pesaing meraih kemenangan pada laga Minggu ini.

Liverpool hingga kini belum meraih satu pun kemenangan liga sepanjang 2026 dan hanya mampu mengumpulkan dua poin dari situasi tertinggal musim ini.

Angka itu kontras dengan musim lalu, ketika mereka mampu mengamankan 23 poin dari posisi tertinggal, termasuk total 29 poin pada musim 2023/2024.

Gambaran rapuhnya Liverpool musim ini tecermin jelas dalam periode tujuh menit yang menyakitkan pada babak pertama. Dalam rentang waktu singkat tersebut, mereka kebobolan dua gol dan kehilangan Joe Gomez akibat cedera.

Gol pembuka Bournemouth lahir di luar alur permainan, bermula dari sapuan Van Dijk yang tidak sempurna dan jatuh ke kaki Alex Scott. Scott kemudian mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Evanilson dari jarak dekat.

Slot kemudian membela kaptennya dengan menyebut kondisi angin kencang di stadion sebagai faktor yang memengaruhi kesalahan tersebut. Namun, itu bukan kali pertama kesalahan individu harus dibayar mahal oleh Liverpool musim ini.

 

3 dari 5 halaman

Salahkan Diri Sendiri

Situasi makin memperparah frustrasi tim tamu ketika tabrakan antara Alisson dan Gomez saat berusaha mengamankan bola memaksa sang bek meninggalkan lapangan.

Secara mengejutkan, Liverpool tidak segera mengeluarkan bola untuk memungkinkan pergantian pemain, meski Slot terlihat melayangkan protes keras dari sisi lapangan.

Akibatnya, ketika Wataru Endo masuk sebagai bek tengah darurat pada menit ke-33, Liverpool sudah tertinggal 0-2 setelah Alex Jimenez mencetak gol kedua Bournemouth lewat penyelesaian cerdas.

"Hanya ada tujuh menit di mana saya bahkan tidak akan mengatakan kami kesulitan, tetapi di mana tim lawan juga ikut masuk ke dalam permainan, dan dalam tujuh menit itu kami kebobolan dua gol," ujar Slot dalam konferensi pers seusai laga.

"Tentu saja, gol kedua terjadi ketika kami bermain dengan 10 orang akibat gol pertama," lanjutnya.

"Joe Gomez harus keluar karena cedera. Dia ingin mencoba bertahan. Dia pikir bisa, tetapi kemudian tidak bisa, dan mungkin itu merangkum musim kami. Selalu ada saja sesuatu. Selalu ada hal spesial yang terjadi hingga kami kebobolan. Tapi, ketika kami kebobolan, satu-satunya pihak yang patut disalahkan adalah diri kami sendiri," tutur Slot.

 

4 dari 5 halaman

Frustrasi Kebobolan

Yang mungkin paling membuat Slot frustrasi adalah fakta bahwa Liverpool mampu bangkit dari tekanan babak pertama dan menyamakan kedudukan. Van Dijk memperkecil ketertinggalan lewat sundulan tajam dari sepak pojok tepat sebelum turun minum.

Slot kerap mengeluhkan minimnya efektivitas timnya dalam situasi bola mati musim ini. Gol Van Dijk tersebut baru menjadi gol kedua Liverpool dari sepak pojok di Premier League, dari total 118 percobaan.

Gol Szoboszlai di babak kedua juga berawal dari situasi bola mati. Namun, rapuhnya pertahanan bola mati kembali terlihat ketika gol kemenangan Adli tercipta melalui lemparan jauh.

Hanya Bournemouth yang kebobolan lebih banyak dari situasi bola mati musim ini (17 gol) dibanding Liverpool (14 gol). Gol Adli juga menjadi gol kelima yang bersarang ke gawang Liverpool setelah menit ke-90 di liga, dan seluruhnya terjadi dalam laga yang berakhir imbang atau kalah satu gol.

"Kebobolan gol selalu membuat frustrasi, apalagi jika tidak ada waktu tersisa untuk kembali ke dalam pertandingan," kata Slot.

"Tapi, saya pikir aman untuk mengatakan bahwa (Bournemouth) sebenarnya bisa mencetak gol 3-2 sedikit lebih awal. Maksud saya, setelah kami mencetak gol 2-2, kami masih berusaha, tetapi jelas beberapa pemain kami kehabisan energi. Saya bahkan tidak bisa mengkritik mereka untuk itu karena dua hari sebelumnya kami harus memainkan laga tandang di Eropa," ulas Slot.

"Kami adalah satu-satunya tim Liga Champions yang hanya memiliki jeda dua hari setelah laga tandang Eropa, lalu harus menjalani laga tandang lagi melawan salah satu tim paling intens di liga, dan seperti yang bisa Anda lihat, saya sebagian besar memainkan pemain yang sama karena keterbatasan pemain yang kami miliki," ucap pelatih asal Belanda itu.

 

5 dari 5 halaman

Tim Rapuh

Slot memang beralasan menyoroti minimnya opsi yang tersedia. Cedera Gomez membuat Liverpool kini hanya memiliki dua bek tengah senior yang bugar, satu di antaranya, Ibrahima Konate, sedang menjalani cuti belasungkawa setelah ayahnya meninggal dunia.

Penyerang Hugo Ekitike hanya duduk di bangku cadangan melawan Bournemouth sebagai bagian dari manajemen menit bermain, dengan Slot berupaya tidak memforsir satu-satunya penyerang tengah senior yang tersedia, sementara Alexander Isak masih dalam pemulihan cedera patah kaki.

Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez juga harus ditarik keluar pada laga tersebut demi menjaga kondisi fisik mereka.

Dengan pilihan pemain yang sangat terbatas dan jadwal pertandingan yang padat, Liverpool dinilai mengambil risiko besar jika memutuskan tidak memperkuat skuad sebelum bursa transfer ditutup pada 2 Februari.

Fakta bahwa Andy Robertson harus dimainkan selama 45 menit sebagai bek kiri setelah Kerkez ditarik keluar juga menjadi sinyal bahwa melepasnya ke Tottenham Hotspur pada Januari ini akan menjadi perjudian besar.

Dalam banyak aspek, Liverpool masih merupakan tim yang rapuh. Ketahanan fisik dan mental yang menjadi fondasi kesuksesan mereka meraih gelar musim lalu tampak menghilang musim ini. Penampilan menjanjikan kerap kali diikuti performa lamban, penuh kesalahan, dan jauh dari meyakinkan.

Saat peluit akhir berbunyi di Vitality Stadium, Slot dan para pemainnya berjalan meninggalkan lapangan dengan wajah muram, tubuh mereka basah kuyup oleh hujan. Musim ini, bagi Liverpool, ketika hujan datang, segalanya benar-benar terasa tumpah ruah.

 

Sumber: ESPN

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer