Belum Genap 3 Pekan Menjabat, Igor Tudor Tak Mustahil Segera Dipecat Tottenham

Igor Tudor diperingatkan, dia bisa dipecat sebagai pelatih Tottenham Hotspur hanya kurang dari tiga minggu sejak ia menjabat.

Bola.com, Jakarta - Tekanan mulai mengarah ke kursi pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor. Bahkan, ia sudah diingatkan bahwa masa jabatannya bisa berakhir sebelum genap tiga pekan sejak ia menjabat.

Kekalahan 1-2 dari Fulham, Minggu lalu, menjadi hasil negatif kedua Tudor sejak ditunjuk sebagai manajer interim Spurs. Itu juga menjadi kekalahan keempat secara beruntun bagi klub London utara tersebut.

Hasil tersebut membuat Tottenham terpuruk di posisi ke-16 klasemen dengan 29 poin, hanya terpaut empat angka dari zona degradasi, dengan 10 laga tersisa musim ini.

Seusai pertandingan, Tudor tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai timnya kalah dalam banyak aspek, termasuk soal kecerdasan bermain.

"Mereka tiba lebih dulu dari kami," kata Tudor.

"Mereka bisa memprediksi, sedangkan kami selalu terlambat dalam segala hal. Itu masalahnya," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Langkah Ekstrem

Beruntung bagi Spurs, dua tim di bawah mereka, Nottingham Forest dan West Ham United, juga menelan kekalahan pada akhir pekan yang sama.

Namun, situasi tetap jauh dari aman. Jika performa buruk ini berlanjut dan para pesaing mulai meraih poin, tekanan diyakini akan makin besar.

Kekhawatiran itu diungkapkan podcaster Spurs, Ricky Sacks. Ia menilai manajemen bisa saja kembali mengambil langkah ekstrem demi menyelamatkan musim.

"Tudor datang ke dalam sebuah pertarungan di mana, jujur saja, saat ini saya benar-benar tidak yakin apakah kami sudah membuat keputusan yang tepat," ujar Sacks di "talkSPORT Breakfast".

"Dia datang sebagai pemadam kebakaran, tetapi dia masuk ke Tottenham... saya rasa dia tidak menyadari sampai dia benar-benar berada di dalamnya, betapa kacaunya kondisi klub ini," ucap Sacks.

Menurutnya, bukan hal mengejutkan jika kekalahan kembali terjadi dan klub memutuskan mengganti pelatih lagi.

"Saya tidak akan terkejut sama sekali jika setelah satu atau dua kekalahan lagi, mereka mungkin akan melihat opsi untuk menggantinya," imbuhnya.

Pendekatan Tudor

Sacks juga menyoroti pendekatan Tudor dalam dua laga awalnya.

"Saya khawatir dalam dua pertandingan pertamanya, dia masuk dan benar-benar mengubur mereka."

"Jangan salah paham, mungkin mereka memang pantas dikubur'. Tetapi, bagaimana itu bisa produktif untuk mencoba mendapatkan hasil dari kelompok ini ketika Anda sudah dihantam badai cedera dan hanya punya 12 atau 13 pemain yang fit untuk digunakan?" ulasnya,

Jika benar-benar dicopot, Tudor akan menjadi pelatih ketiga Tottenham musim ini.

Musim ini sejatinya dimulai bersama Thomas Frank, yang ditunjuk menggantikan Ange Postecoglou, sosok yang mengakhiri puasa gelar 17 tahun Spurs pada musim sebelumnya.

Kendati dikontrak hingga Juni 2028, Frank hanya bertahan delapan bulan. Ia dipecat setelah hanya meraih 13 kemenangan dari 38 pertandingan di semua kompetisi.

Kandidat Pengganti Tudor

Lantas, siapa yang bisa menjadi pengganti Tudor?

Mantan manajer Rangers yang kini menjadi co-host "talkSPORT Breakfast", Ally McCoist, menyebut dua nama legenda klub yang menurutnya semestinya sudah dipertimbangkan sejak pemecatan Frank.

"Agak keras jika dia langsung pergi ketika baru dua pertandingan, tetapi saya bisa memahaminya," kata McCoist.

"Bagi saya, itu penunjukan yang agak aneh. Saya masih sedikit khawatir dengan bahasa tubuh beberapa pemain Spurs yang kita lihat."

"Dalam hal penunjukan, memang mudah untuk mengatakannya sekarang, tetapi saat itu saya pikir akan lebih bermanfaat untuk mendapatkan, meskipun hanya sampai akhir musim, entah Glenn Hoddle atau Harry Redknapp," ujar McCoist.

"Saya pikir itu akan memberi dorongan bagi seluruh klub dan mengangkat suasana di seluruh tempat."

Tudor kini menghadapi ujian berikutnya saat Tottenham menjamu Crystal Palace, Jumat (6-3-2026) dini hari WIB, dalam laga liga yang wajib dimenangi.

Kekalahan lagi bisa membuat situasi di London utara makin panas, dan bukan tak mungkin, kembali memicu perubahan di kursi pelatih.

 

Sumber: Talksport

Video Populer

Foto Populer