Ruang Ganti Spurs Memanas, Igor Tudor Kehilangan Respek Pemain

Tottenham Hotspur krisis. Pelatih Igor Tudor kehilangan respek pemain, ruang ganti memanas.

Bola.com, Jakarta - Situasi di Tottenham Hotspur makin panas setelah performa tim terus merosot. Pelatih Igor Tudor dilaporkan mulai kehilangan rasa hormat dari sebagian pemain, khususnya terkait cara ia menangani posisi penjaga gawang.

Meski demikian, ia masih diperkirakan tetap memimpin tim saat menghadapi Liverpool dalam laga Premier League di Anfield pada Minggu (15-3-2026).

Tekanan terhadap Tudor meningkat setelah Tottenham menelan kekalahan telak 2–5 dari Atletico Madrid pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu dini hari WIB lalu.

Hasil itu membuat klub London tersebut mencatat rekor buruk: enam kekalahan beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Empat di antaranya terjadi sejak Tudor menggantikan Thomas Frank sebagai pelatih.

Bek tengah, Micky van de Ven, bahkan menyebut kondisi tim saat ini mendekati "skenario kiamat".

Situasi tersebut membuat masa depan Tudor, yang kontraknya sebenarnya berlaku hingga akhir musim, mulai dipertanyakan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Keputusan Kontroversial soal Kiper

Kontroversi terbaru muncul sebelum laga melawan Atletico dimulai. Menurut laporan The Times, Tudor membuat sejumlah pemain terkejut setelah mencadangkan kiper utama, Guglielmo Vicario.

Sebagai gantinya, ia menurunkan kiper muda, Antonín Kinsky, untuk menjalani debutnya di Liga Champions. Namun, keputusan itu dengan cepat menjadi bumerang.

Dalam 15 menit pertama pertandingan, kiper asal Ceko tersebut sudah kebobolan tiga gol, dua di antaranya terjadi akibat kesalahan distribusi bola yang ia lakukan sendiri. Tudor kemudian menariknya keluar pada menit ke-17.

Sikap Tudor setelah pergantian itu juga menjadi sorotan. Ia disebut tidak memberikan respons apa pun kepada Kinsky saat sang pemain ditarik keluar, sesuatu yang kabarnya dipertanyakan oleh rekan-rekan setimnya di ruang ganti.

Kiper berusia 22 tahun tersebut kini disebut berpeluang mencari jalan keluar dari Tottenham pada bursa transfer musim panas.

Tudor Masih Bertahan… untuk Sementara

Kendati tekanan terus meningkat dan dukungan dari para pemain mulai menipis, Tudor diperkirakan masih akan memimpin Tottenham setidaknya dalam satu pertandingan lagi.

Menurut laporan The Guardian, pelatih asal Kroasia itu siap terus berjuang saat Spurs bertandang ke Anfield akhir pekan ini.

Namun laporan tersebut juga menyebut peluang Tudor untuk tetap berada di kursi pelatih hingga pertandingan berikutnya melawan Nottingham Forest sangat tipis.

CEO Tottenham, Vinai Venkatesham, dilaporkan telah berdialog dengan Tudor dan staf pelatih pada Rabu pagi.

Menurut Daily Mail, manajemen kemungkinan masih mempertahankan Tudor setidaknya hingga kewajiban konferensi pers jelang pertandingan pada Jumat.

Keputusan itu bukan berarti klub masih sepenuhnya mendukungnya. Sebaliknya, situasi ini lebih disebabkan oleh minimnya alternatif pelatih yang tersedia saat ini.

Beberapa nama pelatih besar, seperti Roberto De Zerbi dan Xabi Alonso dianggap sulit didatangkan, terutama karena Tottenham kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Saat ini, mantan pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche, disebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Tudor.

Komentar Harry Redknapp

Sementara itu, mantan pelatih Tottenham, Harry Redknapp, mengungkapkan bahwa ia belum dihubungi oleh dewan klub. Namun, ia mengaku sempat berbicara melalui telepon selama setengah jam dengan mantan petinggi klub, Daniel Levy.

Levy tidak lagi memegang jabatan eksekutif sejak awal musim, meski masih memiliki lebih dari 29 persen saham klub.

Menurut Redknapp, pria berusia 79 tahun itu bahkan sempat mengatakan bahwa dirinya akan menunjuk Redknapp sebagai pelatih hingga akhir musim jika masih memegang kendali.

"Ia berkata kepada saya, 'Dengar, jika saya masih di sana sekarang, saya pasti, dan saya tidak sekadar mengatakan ini, akan membawa Anda kembali sampai akhir musim.' Jadi itu akan menarik," kata Redknapp kepada talkSPORT.

Retak di Ruang Ganti Spurs

Masalah Tottenham ternyata tidak hanya terjadi di pinggir lapangan. Laporan The Athletic menyebut adanya ketegangan internal di antara para pemain.

Konflik itu dipicu tudingan bahwa beberapa pemain dinilai tidak cukup termotivasi untuk menyelamatkan Tottenham dari ancaman degradasi.

Bahkan, satu pemain yang tidak disebutkan namanya dikabarkan telah menyatakan bahwa ia tidak terlalu khawatir dengan kemungkinan turun kasta karena masa depannya sudah menunggu di klub lain.

Ambisi pribadi memang bukan hal aneh dalam situasi sulit seperti ini. Akan tetapi, fakta bahwa sikap tersebut sampai diketahui publik menunjukkan betapa buruknya suasana di balik layar.

Kekecewaan juga dirasakan para pemain di lapangan. Setelah kekalahan dari Atletico, Van de Ven mengaku situasi yang dialami tim benar-benar berat.

"Semua yang bisa berjalan salah, benar-benar berjalan salah," kata Van de Ven.

"Bagi penjaga gawang kami, ini juga sangat buruk. Anda tidak ingin hal seperti itu terjadi pada siapa pun."

"Ini sangat sulit, dan sekarang kami punya pertandingan penting akhir pekan ini yang tidak bisa saya mainkan karena saya terkena skorsing. Ini periode yang sangat buruk. Benar-benar sangat buruk," ucapnya.

 

Sumber: SI

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer