Aturan Keuangan Direvisi, Klub Premier League Bisa Lebih Fleksibel di Bursa Transfer

Premier League akan mengubah aturan pengeluaran untuk memberi klub lebih banyak fleksibilitas dalam bursa transfer.

Bola.com, Jakarta - Premier League siap untuk mengubah aturan pengeluaran barunya sebelum diperkenalkan musim depan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada klub di bursa transfer.

Sebelumnya, dalam aturan squad cost ratio (SCR) yang disepakati pada November lalu, klub dibatasi untuk mengalokasikan maksimal 85 persen dari pendapatan mereka untuk biaya pemain, yang mencakup transfer, gaji, hingga fee agen.

Jika melanggar batas tersebut, klub akan dikenai pungutan yang kemudian didistribusikan ke klub lain. Bahkan, pengeluaran yang mencapai 115 persen dari pendapatan bisa berujung pada sanksi pengurangan enam poin.

Namun, dalam usulan perubahan yang dibahas pada rapat pemegang saham, Kamis kemarin, klub kini berpeluang mendapatkan kelonggaran tambahan.

Klub yang tidak menggunakan seluruh jatah 85 persen selama dua musim berturut-turut akan diizinkan mengakumulasi hingga 10 persen untuk digunakan pada musim ketiga.

Hal ini berarti, klub yang misalnya hanya menghabiskan 80 persen dari pendapatannya dalam dua musim beruntun, bisa meningkatkan pengeluaran hingga 95 persen pada musim berikutnya tanpa terkena sanksi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Klub Sepakat

Gagasan perubahan ini awalnya diajukan oleh Brighton dalam pertemuan sebelum Natal. Setelah itu, Premier League membentuk kelompok kerja untuk mengkaji usulan tersebut, sebelum akhirnya mempresentasikan hasilnya kepada seluruh klub.

Menurut laporan yang diterima, tidak ada satu pun dari 20 klub yang menolak proposal ini.

Pengesahan resmi diperkirakan akan dilakukan melalui pemungutan suara via surat sebelum akhir musim, mengingat klub-klub ingin aturan SCR sudah final sebelum bursa transfer musim panas dibuka.

Pertemuan berikutnya baru akan digelar dalam Rapat Umum Tahunan, Juni mendatang.

Alasan Usulan Perubahan

Brighton mengusulkan perubahan ini karena khawatir aturan SCR justru merugikan klub-klub yang dikelola dengan baik.

Mereka menilai sistem tersebut dapat menghilangkan fleksibilitas untuk menyimpan ruang pengeluaran (headroom) yang sebelumnya dimungkinkan dalam aturan profitability and sustainability rules (PSR).

Penyesuaian ini, yang disebut Premier League sebagai mekanisme "levy offset", dianggap sebagai kompromi kecil dan diperkirakan akan disetujui secara bulat.

Batas tambahan 10 persen juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan, terutama karena klub yang tampil di kompetisi Eropa memiliki ambang SCR yang lebih rendah, yakni 70 persen dari pendapatan.

Tiket Suporter Tandang

Dalam pertemuan yang sama, klub-klub juga sepakat memperpanjang batas harga tiket untuk suporter tandang sebesar 30 paun hingga akhir musim 2027/28. Kebijakan ini berarti telah berlaku selama 12 tahun sejak pertama kali diterapkan.

Premier League menilai kehadiran suporter tandang menjadi bagian penting dalam atmosfer pertandingan. Sejak kebijakan tersebut diberlakukan pada 2016, tingkat kehadiran suporter tandang meningkat dari 82 persen menjadi 91 persen.

 

Sumber: The Guardian

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer