5 Klub Liga Inggris yang Pernah Habis-habisan di Bursa Transfer, tapi Tak Sesuai Ekspektasi

Ada tim-tim Liga Inggris yang sudah jor-joran transfer tetapi penampilannya tidak sesuai harapan.

Bola.com, Jakarta - Musim panas lalu, Tottenham adalah salah satu tim Liga Inggris yang bisa dibilang juaranya dalam transfer. Mereka membeli banyak pemain dari belakang, tengah hingga ke depan. 

Berdasarkan data transfer yang tersedia, Tottenham telah mengeluarkan 354,70 juta euro atau sekitar Rp7,32 triliun untuk mendatangkan pemain. Angka tersebut memperlihatkan keseriusan klub London Utara tersebut membangun kembali tim di bawah asuhan Roberto De Zerbi.

Tottenham memang membutuhkan perubahan besar. Dalam dua musim terakhir, Spurs finis di posisi ke-17 Premier League. Situasi tersebut membuat manajemen tidak sekadar mencari tambahan pemain, tetapi berusaha mengubah struktur tim secara menyeluruh.

Menariknya, belanja besar Tottenham tidak hanya diarahkan kepada satu sektor. Klub mendatangkan pemain untuk memperkuat lini tengah, pertahanan, hingga sektor sayap.

Namun, penampilan mereka di liga jauh dari kata pantas dan ternyata secara riwayat Tottenham tidak sendirian.

Dilansir dari Planet Football, ada lima tim Inggris yang pernah melakukan hal serupa.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

5. Everton (2019/2020)

Pada musim 2019/2020, Everton telah melakukan pembelian besar-besaran.

Mereka membeli Moise Kean, Fabian Delph, Andre Gomes, hingga Alex Iwobi.

Transfer ini mendapatkan respon positif dari penggemarnya.

Terlebih, mereka juga merekrut pelatih anyar yang bukan kaleng-kaleng, Ancelotti bergabung ke Goodison Park pada 2019.

Pemborosan tersebut menyebabkan keuangan mereka terbatas dan peluang mereka menyempit hanya sebatas menghindari degradasi.

 

4. West Ham (2024/2025)

Usai memecat David Moyes dari kursi pelatih, mereka menghabiskan 150 juta poundsterling (Rp3,57 triliun) sebagai tanda era baru Julen Lopetegui.

Niclas Fullkrug, Aaron Wan-Bissaka, Maximilian Kilman, Crysensio Summerville, Guido Rodriguez, Carlos Soler, dan Jean-Clair Todibo berhasil diboyong ke West Ham.

Namun, penampilan mereka malah memburuk hingga Lopetegui dipecat saat menginjak bulan Januari.

Graham Potter entah bagaimana dianggap sebagai jawabannya, sebuah khayalan yang berlangsung selama delapan bulan yang merugikan. West Ham terdegradasi di akhir musim lalu dan tidak ada yang terkejut.

 

3. Manchester United (2021/2022)

Kala itu, MU dipimpin oleh Ole Gunnar Solskjaer dengan merekrut Jadon Sancho dan Raphael Varane.

Momen gong-nya terjadi bulan Agustus, United membawa pulang Cristiano Ronaldo ke Old Trafford.

Sayangnya, kedatangan mega bintang menghancurkan taktik Ole meski Ronaldo mencetak 18 gol musim tersebut.

Solskjaer dipecat pada bulan November, setelah kekalahan telak 4-1 di Watford, dan pengganti sementara Ralf Rangnick menyatakan bahwa operasi jantung terbuka diperlukan pada skuad United.

Namun, aksi itu malah membuat United semakin terpuruk di liga.

 

2. Liverpool (2025/2026)

Secara mengejutkan, Liverpool meraih juara Liga Inggris dengan Arne Slot yang menjalani musim pertamanya di Anfield.

Momen manis itu tidak berlangsung lama, Slot membawa Liverpool tampil jeblok musim berikutnya.

Seiring dengan itu, Liverpool mengeluarkan 400 juta poundsterling (Rp9,54 triliun).

Hugo Ekitike, Milos Kerkez, Jeremie Frimpong, Florian Wirtz hingga Alexander Isak sukses diboyong ke Anfield.

Sayangnya, Slot tidak mampu memaksimalkan bakat-bakat potensial yang telah dibelinya dan membuat The Reds hanya bertengger di posisi lima klasemen.

Hal itu membuat dirinya digantikan oleh Andoni Iraola untuk menjalani musim 2026/2027.

 

1. Southampton (2022/2023)

Southampton sempat jor-joran transfer pada tahun 2022.

Mereka hanya memenangkan satu dari 12 laga yang dijalaninya.

Hasenhuttl pergi pada bulan November, Nathan Jones semakin memperburuk keadaan, dan Southampton finis di posisi terbawah dengan 25 poin.

Mereka langsung promosi kembali ke Liga Primer, hanya untuk kembali finis di posisi terbawah pada tahun 2025. 

 

Video Populer

Foto Populer