Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi, Bela Petinggi Man City setelah Vonis Bersalah

Presiden PSG ikut bersuara soal vonis Man City, bela Ferran Soriano dan minta tunggu banding.

Bola.com, Jakarta - Presiden European Football Clubs (EFC), Nasser Al Khelaifi, menilai pihaknya belum berada dalam posisi untuk mengomentari putusan bersalah terhadap Manchester City terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Al Khelaifi, yang juga menjabat Presiden Paris Saint Germain (PSG), memilih menunggu proses banding sebelum memberikan penilaian.

Pada saat yang sama, ia memberikan pujian kepada CEO Man City, Ferran Soriano, yang berkomitmen melawan keputusan itu.

"Saya menegaskan, kami tidak berada di sini untuk menghakimi sesuatu yang masih belum menjadi keputusan final. Kedua, kami hadir untuk saling membantu dan mendukung," ujar Al Khelaifi dalam pertemuan umum ke-33 EFC di Kopenhagen, dikutip dari Liverpool Echo.

Man City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan.

Premier League menyebut Man City membuat kontrak "palsu" dengan sejumlah mitra komersial untuk meningkatkan pendapatan komersial secara artifisial hingga mendekati 900 juta paun pada periode 2009 hingga 2018.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pengalihan Gelar

Man City membantah seluruh dakwaan dan berencana mengajukan banding sebelum batas waktu pada Jumat.

Proses itu membuat pembahasan mengenai kemungkinan hukuman terus bergulir.

Salah satu kemungkinan sanksi adalah pemberian gelar kepada klub yang menjadi runner-up pada musim yang terdampak kasus tersebut.

Liverpool berpotensi mendapatkan gelar Premier League musim 2013/2014 serta trofi Carabao Cup yang gagal mereka menangi melalui adu penalti pada 2016.

Liverpool juga dua kali finis sebagai runner-up di bawah Manchester City pada 2019 dan 2022. Dalam dua musim itu, Liverpool tertinggal satu poin dari tim asuhan Pep Guardiola.

Namun, kedua musim itu tidak termasuk periode yang diselidiki berdasarkan bocoran surel yang dipublikasikan media Jerman, Der Spiegel, pada 2018.

Hormati Proses Hukum

Al Khelaifi menegaskan proses hukum harus dihormati dan Man City memiliki hak untuk mengajukan banding. Ia juga mengatakan EFC bukan pihak yang berwenang untuk memberikan penilaian terhadap perkara itu.

"Kami tidak berada dalam posisi untuk mengatakan apa pun. Ini lebih merupakan urusan Premier League dan klub Inggris. Kita lihat bagaimana perkembangannya," kata Al Khelaifi.

Ia kemudian memberikan penilaian positif terhadap Soriano, yang tidak memberikan komentar ketika ditemui Sky News di Denmark.

"Ferran sangat baik bagi dewan. Dia merupakan aset besar yang memberikan nilai tambah melalui pengetahuannya. Kariernya luar biasa dan Manchester City juga melakukan banyak hal positif. Namun, saya tidak berada dalam posisi untuk menghakimi. Kami bukan hakim dan kami bukan pengadilan," ujarnya.

 

Sumber: Liverpool Echo

Persaingan Terkini

Video Populer

Foto Populer