Liverpool Dihantam Krisis Striker, Andoni Iraola Cuma Punya 2 Opsi Hadapi Man City

Dua penyerang Liverpool, Alexander Isak dan Cody Gakpo, sama-sama mengalami cedera ketika menjalankan tugas bersama tim nasional.

Bola.com, Jakarta - Liverpool berpotensi menghadapi masalah serius di lini depan saat kembali melakoni laga Premier League setelah jeda internasional.

Dua penyerang Liverpool, Alexander Isak dan Cody Gakpo, sama-sama mengalami cedera ketika menjalankan tugas bersama tim nasional.

Kondisi tersebut membuat keduanya diragukan tampil saat Liverpool menjamu Manchester City di Anfield, Minggu (11/10/2026).

Situasi itu tentu menjadi persoalan bagi Andoni Iraola. Jika Isak dan Gakpo sama-sama tidak tersedia, sang pelatih harus menentukan siapa yang akan menjadi ujung tombak Liverpool.

Pilihan Iraola pun cukup terbatas. Florian Wirtz dan Lewis Koumas menjadi dua opsi yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi tersebut.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Alexander Isak dan Cody Gakpo Sama-sama Cedera

Jeda internasional memang kerap membuat klub-klub besar waswas. Para pemain harus membela negara masing-masing, sementara klub berharap mereka kembali dalam kondisi bugar.

Liverpool justru mendapatkan kabar kurang menyenangkan. Alexander Isak dan Cody Gakpo harus mengakhiri tugas bersama tim nasional lebih cepat karena mengalami cedera.

Gakpo menjadi kekhawatiran terbesar. Namun, masih ada peluang kedua pemain tersebut pulih sebelum Liverpool menghadapi Manchester City.

Jika Isak dan Gakpo sama-sama absen, Iraola tidak memiliki banyak pilihan di lini depan.

Federico Chiesa belum bermain musim ini, Jayden Danns masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan ketajaman pertandingan, sedangkan Will Wright dinilai belum siap mendapatkan kesempatan reguler di tim utama.

Florian Wirtz Bisa Jadi False Nine

Salah satu solusi yang paling menarik adalah menggeser Florian Wirtz ke posisi false nine.

Wirtz memiliki pengalaman bermain lebih ke depan ketika masih memperkuat Bayer Leverkusen. Salah satu keunggulan pemain asal Jerman itu adalah kemampuan pressing dan merebut bola kembali di area tinggi.

Kemampuan itu bisa menjadi senjata penting Liverpool untuk mengganggu Manchester City sejak fase awal pembangunan serangan.

Wirtz juga dapat memberikan fleksibilitas dalam permainan Liverpool. Dengan dirinya beroperasi sebagai false nine, Iraola bisa memainkan Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, dan Alexis Mac Allister sebagai trio di lini tengah.

Wirtz dikenal sangat aktif bergerak dan kerap meninggalkan posisi nomor 10. Namun, mobilitas tersebut justru bisa menjadi keuntungan ketika menghadapi Manchester City.

Pergerakan Wirtz berpotensi membuka ruang sekaligus membuat lini belakang City kesulitan menentukan siapa yang harus mengawalnya.

Lewis Koumas Jadi Alternatif dari Bangku Cadangan

Pilihan lain yang dimiliki Iraola adalah memainkan Lewis Koumas sebagai penyerang tengah.

Koumas mulai mendapatkan menit bermain bersama klub dan tim nasional musim ini. Ia juga sudah memperlihatkan kemampuannya ketika menghadapi Tottenham Hotspur di ajang Carabao Cup.

Pemain asal Wales tersebut mampu merepotkan pertahanan lawan melalui pergerakan tanpa bola, pressing, dan energinya yang tidak pernah berhenti.

Namun, dibandingkan menjadikannya starter, Koumas bisa menjadi senjata yang lebih berguna dari bangku cadangan.

Iraola dapat memasukkannya pada babak kedua untuk meningkatkan intensitas pressing dan memanfaatkan kecepatan serta energinya ketika pertahanan Manchester City mulai kehilangan tenaga.

Wirtz Jadi Solusi, Szoboszlai Didorong Lebih ke Belakang

Jika Isak dan Gakpo benar-benar absen, opsi Wirtz sebagai false nine tampaknya menjadi salah satu solusi paling masuk akal bagi Iraola.

Florian Wirtz bisa ditempatkan sebagai penyerang tengah, sementara Dominik Szoboszlai bergerak di belakangnya.

Dengan skema tersebut, Ryan Gravenberch atau Trey Nyoni dapat dimainkan bersama Alexis Mac Allister di lini tengah.

Formasi itu berbeda dari komposisi ideal Liverpool. Namun, Iraola harus memaksimalkan pemain yang tersedia untuk menghadapi Manchester City.

Khusus melawan tim seperti City, kemampuan Liverpool melakukan pressing dari depan sekaligus menjaga keseimbangan di lini tengah akan sangat penting.

Jika Isak dan Gakpo benar-benar tidak bisa tampil, Wirtz sebagai false nine bukan sekadar solusi darurat.

Pergerakan dan kemampuan pressing pemain Jerman itu justru bisa menjadi senjata kejutan Liverpool untuk mengganggu permainan Manchester City.

Sumber: Liverpool Echo

Video Populer

Foto Populer