Bukayo Saka Dapat Kritik dari Legenda Arsenal: Gaji Rp6 Miliar per Pekan Belum Sebanding Performa

O'Leary menilai winger Timnas Inggris itu belum menunjukkan penampilan yang sepadan dengan statusnya sebagai salah satu pemain bergaji tertinggi di Premier League.

Bola.com, Jakarta - Legenda Arsenal, David O'Leary, melontarkan kritik terhadap performa Bukayo Saka pada awal musim ini.

O'Leary menilai winger Timnas Inggris itu belum menunjukkan penampilan yang sepadan dengan statusnya sebagai salah satu pemain bergaji tertinggi di Premier League.

Bukayo Saka menandatangani kontrak baru bernilai besar bersama Arsenal pada Februari 2026. Pemain berusia 25 tahun itu dikabarkan menerima bayaran sekitar 300.000 pound atau setara Rp6 miliar per pekan.

Namun, O'Leary menilai Saka masih harus meningkatkan performanya. Menurut eks pemain yang mencatatkan rekor penampilan terbanyak untuk Arsenal itu, sang winger belum memperlihatkan kontribusi maksimal seperti yang diharapkan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

David O'Leary Nilai Bukayo Saka Belum Pantas dengan Gajinya

Saka mengawali musim dengan cukup menjanjikan setelah mencetak dua gol dalam dua laga melawan Coventry City dan Aston Villa. Namun, setelah itu, kontribusinya di depan gawang mulai menurun.

Secara keseluruhan, Saka telah mencetak tiga gol dalam delapan penampilan di semua kompetisi pada awal musim ini. Gol terakhirnya tercipta saat Arsenal menghadapi Sunderland pada 12 September 2026.

Ketika Arsenal menang 2-1 atas Leeds United pada Sabtu (10/10/2026), Bukayo Saka juga belum mampu memberikan kontribusi langsung terhadap gol-gol timnya.

Bermain selama 90 menit di Emirates Stadium, ia hanya mencatatkan dua tembakan dan mencoba melakukan satu dribel.

Bukayo Saka bahkan gagal memanfaatkan peluang pada menit-menit akhir untuk membawa Arsenal unggul 3-1.

Situasi itu membuat O'Leary berharap lebih banyak dari pemain yang kini menjadi salah satu andalan Mikel Arteta tersebut.

"Saya benar-benar tidak berpikir dia sedang berada dalam performa terbaiknya. Saya sangat menyukai pemain ini," ujar O'Leary dalam acara Sunday Edition di talkSPORT.

"Saya tidak berpikir dia saat ini merupakan pemain yang pantas mendapatkan kontrak fantastis di Arsenal, yang menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di negara ini."

Saka Dinilai Terlalu Mudah Terjatuh Saat Berduel

Selain menyoroti performanya, O'Leary juga mengkritik kebiasaan Bukayo Saka yang dinilai terlalu mudah terjatuh ketika mendapat tantangan dari pemain lawan.

Menurut O'Leary, Saka sebelumnya dikenal sebagai pemain yang lebih berani menghadapi duel fisik dan tidak mudah kehilangan keseimbangan ketika berhadapan dengan bek lawan.

"Saya pikir sekarang dia terlalu sering terjatuh. Saya melihatnya tumbuh dan masuk ke tim sebelum semua orang mengetahui betapa bagusnya dia," kata O'Leary.

"Saya pikir dia mencari kontak untuk kemudian terjatuh. Pemain yang saya lihat sebelumnya jauh lebih positif. Dia tidak akan membiarkan bek sayap atau siapa pun menjatuhkannya dengan mudah."

O'Leary menegaskan Saka masih merupakan pemain berkualitas tinggi. Namun, ia merasa ada sesuatu yang berubah dari permainan winger itu dibandingkan dengan performanya pada masa lalu.

Legenda Arsenal itu juga mengakui tidak mengetahui secara pasti penyebab penurunan tersebut.

Bukayo Saka Diminta Bangkit demi Arsenal

O'Leary menilai Saka harus segera meningkatkan penampilannya jika Arsenal ingin menjadi tim yang lebih kuat dalam persaingan musim ini.

Ia menyoroti perkembangan tim asuhan Arteta, termasuk penampilan impresif Declan Rice dalam pertandingan terakhir.

Menurutnya, Saka harus mampu menunjukkan level permainan yang sama tingginya agar Arsenal memiliki lebih banyak ancaman.

"Ketika saya melihat tim ini dan bagaimana perkembangannya, siapa yang bermain bagus, serta betapa hebatnya Declan Rice, saya pikir Saka harus meningkatkan level permainannya lagi," ujar O'Leary.

"Jika dia mampu meningkatkan performanya, Arsenal akan menjadi tim yang lebih kuat," lanjutnya.

O'Leary juga menanggapi kemungkinan Saka lebih sering menghindari kontak fisik karena kerap menjadi sasaran tekel keras lawan.

Reputasinya sebagai pemain berbahaya membuat bek-bek lawan berusaha membatasi ruang geraknya.

Namun, O'Leary menilai situasi itu seharusnya menjadi tantangan yang perlu dihadapi Saka, bukan alasan untuk terlalu sering terjatuh.

"Dia tahu tantangan seperti itu akan datang karena dia merupakan ancaman besar ketika berada dalam performa terbaiknya. Namun, terkadang dia seperti menunggu sesuatu terjadi, padahal dia seharusnya lebih kuat menghadapi situasi tersebut," katanya.

"Dia harus berdiri tegak dan menunjukkan bahwa dirinya bisa diandalkan."

Viktor Gyokeres juga Kehilangan Tempat di Tim Utama

Selain Saka, O'Leary turut menyoroti situasi penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres, yang belum mampu menunjukkan performa terbaiknya pada awal musim ini.

Penyerang yang direkrut dengan nilai transfer 63,7 juta pound itu baru bermain selama 56 menit dalam tiga penampilan di Premier League.

Ia kehilangan tempat utama setelah Kai Havertz kembali menjadi pilihan Arteta.

O'Leary menilai Havertz saat ini lebih sesuai dengan kebutuhan permainan Arsenal, terutama dalam membangun serangan dan menghubungkan lini tengah dengan lini depan.

"Anda harus melihat bagaimana Arsenal mengawali musim dan pendekatan yang diterapkan Arteta. Saat ini, ketika seluruh pemain berada dalam kondisi fit, tampaknya Gyokeres tidak akan masuk ke tim utama," kata O'Leary.

"Sepertinya Havertz yang akan dipilih karena Arteta menilai dia memberikan opsi yang lebih baik dalam menghubungkan permainan."

Pernyataan tersebut menunjukkan persaingan di skuad Arsenal semakin ketat. Saka dituntut kembali ke performa terbaiknya, sementara Gyokeres harus berjuang mendapatkan kembali kepercayaan Arteta.

Sumber: talkSPORT

Persaingan di Premier League

Video Populer

Foto Populer