Jamie Carragher Klarifikasi Ucapan Lama soal Curang demi Menang di Tengah Kasus Man City

Jamie Carragher mengklarifikasi ucapan lama soal curang demi menang yang dikaitkan dengan kasus Man City.

Bola.com, Jakarta - Jamie Carragher menepis tudingan munafik setelah pernyataannya yang mengaku lebih memilih berbuat curang demi meraih kemenangan kembali menjadi sorotan.

Legenda Liverpool itu menegaskan komentarnya tidak bertentangan dengan kritik yang selama ini ia lontarkan terhadap Manchester City.

Carragher menjadi satu di antara sosok yang vokal menyoroti kasus pelanggaran finansial Man City.

The Citizens dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas 114 dakwaan pelanggaran aturan Premier League.

Mantan bek Liverpool itu menilai Man City layak menerima hukuman berat apabila banding mereka tidak berhasil.

Namun, sikapnya tersebut kembali dipertanyakan sejumlah penggemar setelah pernyataan lamanya mengenai kecurangan dalam sepak bola beredar luas di media sosial.

Dalam siniar "Diary of a CEO" pada 2022, Carragher pernah mengungkapkan pandangannya mengenai tindakan curang demi kemenangan.

"Ketika masih bermain, saya lebih memilih berbuat curang dan menang," ujar Carragher saat itu.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Klarifikasi Carragher

Pernyataan tersebut kemudian dibahas dalam program talkSPORT oleh Jim White dan Simon Jordan.

Mantan pemilik Crystal Palace itu menilai komentar Carragher menunjukkan sikap munafik, mengingat pundit Sky Sports itu kini mendesak Man City menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan.

Carragher kemudian merespons kritik tersebut melalui media sosial. Ia menjelaskan pernyataannya terdahulu merujuk pada kecurangan yang terjadi selama pertandingan, bukan manipulasi di luar lapangan.

"Tidak, itu bukan kemunafikan. Yang saya maksud adalah ketika penyerang saya berpura-pura dilanggar untuk mendapatkan penalti atau saya menghentikan bola yang akan melewati garis gawang menggunakan tangan. Saya tidak sedang membicarakan 900 juta dolar AS dari sponsor fiktif selama bertahun-tahun," tulis Carragher.

Tak Mengubah Substansi Pandangan

Perdebatan mengenai pernyataan tersebut turut dibahas Jordan setelah potongan video Carragher menyebar luas di media sosial.

Ia menilai Carragher mungkin menyesali komentarnya pada 2022 karena sebenarnya tidak perlu mengucapkan hal tersebut.

Kendati menilai Carragher telah memberikan pernyataan yang bisa dianggap munafik, Jordan menegaskan hal itu tidak serta-merta menghilangkan bobot kritiknya terhadap Man City.

"Menurut saya, kebanyakan orang dalam hidup ini pernah bersikap munafik, meskipun belum tentu mau mengakuinya. Carragher pun pernah berada dalam situasi seperti itu," kata Jordan.

Ia menambahkan pernyataan kontroversial Carragher tidak mengubah substansi pandangannya mengenai kasus Man City.

Menurut Jordan, persoalan tersebut terus menjadi bagian dari pemberitaan media sehingga banyak pihak berlomba-lomba menyampaikan komentar paling ekstrem.

Sisi Menyedihkan Siklus Pemberitaan

Jordan juga menyoroti kecenderungan sebagian orang untuk berlomba menjadi pihak pertama yang menyampaikan pendapat, alih-alih memastikan pernyataan mereka benar.

"Ini bukan selalu soal menjadi benar, melainkan soal menjadi yang pertama. Itulah sisi menyedihkan dari siklus pemberitaan yang kita hadapi saat ini," ujarnya.

Jordan memperkirakan Carragher masih akan menghadapi ejekan terkait pernyataannya, termasuk dari rekan-rekannya di Sky Sports.

Namun, ia menegaskan tuduhan kemunafikan tersebut tidak otomatis membatalkan tuntutan Carragher agar Man City dijatuhi sanksi.

Menurut Jordan, Man City tetap harus dimintai pertanggungjawaban atas perilaku yang menjadi pokok perkara. Ia juga menilai konsekuensi atas pelanggaran tersebut perlu dijatuhkan pada waktunya.

 

Sumber: Mirror

Video Populer

Foto Populer