Marc Marquez Akui Situasi Berubah Drastis di MotoGP Jepang 2026: Dulu Unggul 182 Poin, Kini Kejar Jorge Martin

Marc Marquez menghadapi situasi yang jauh berbeda saat kembali ke Sirkuit Motegi untuk menjalani MotoGP Jepang 2026.

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez menghadapi situasi yang jauh berbeda saat kembali ke Sirkuit Motegi untuk menjalani MotoGP Jepang 2026. Jika setahun lalu ia datang dengan keunggulan besar di puncak klasemen, kini rider Ducati Lenovo itu justru harus bekerja keras mengejar Jorge Martin.

Pada MotoGP Jepang 2025, Marc Marquez tiba di Motegi dengan keunggulan 182 poin atas sang adik, Alex Marquez. Keunggulan tersebut bahkan bertambah menjadi 201 poin setelah balapan berakhir.

Marc kemudian memastikan gelar juara dunia kesembilan dalam kariernya dengan lima seri tersisa. Momen tersebut sekaligus menjadi salah satu perayaan emosional dalam perjalanan panjangnya di MotoGP.

Namun, situasinya berubah drastis pada musim ini.

Marc Marquez datang ke Motegi dengan posisi sebagai pengejar. Ia tertinggal 12 poin dari Jorge Martin yang saat ini memimpin klasemen MotoGP 2026.

"Musim ini adalah kejuaraan yang normal. Tahun lalu tidak normal datang ke Motegi dengan keunggulan sebesar itu," ujar Marc Marquez, Kamis (1/10/2026), seperti dilansir Crash. 

"Namun, tahun ini semuanya berjalan dengan cara yang berbeda. Yang terpenting, kami kembali berada dalam persaingan perebutan gelar. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik."

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sempat Tertinggal 102 Poin

Perjalanan Marc Marquez dalam mempertahankan gelar juara dunia musim ini memang tidak mudah.

Ducati sempat kalah bersaing dari Aprilia pada seri-seri awal. Tantangan Marc juga semakin berat setelah harus menjalani operasi lanjutan akibat cedera bahu yang dialaminya di Mandalika.

Setelah MotoGP Italia di Mugello, Marc bahkan tertinggal 102 poin dari Marco Bezzecchi yang ketika itu berada di puncak klasemen.

Namun, juara dunia bertahan tersebut mampu bangkit secara luar biasa. Marc berhasil memenangi lima dari tujuh seri dan akhirnya mengambil alih posisi teratas klasemen setelah MotoGP San Marino di Misano.

Kepemimpinannya memang tidak bertahan lama. Persaingan perebutan gelar kembali berlangsung ketat dan kini Jorge Martin berada di posisi terdepan.

Marc juga harus menghadapi sejumlah masalah dalam beberapa balapan terakhir. Ia harus "bertahan" di Assen dan Silverstone, sebelum kembali kehilangan poin dari Martin di Austria.

Masalah Ducati pada ban belakang dengan konstruksi lebih kaku, ditambah persoalan pengereman, membuat Marc kehilangan banyak poin dalam dua balapan di Austria. Ia kini datang ke Motegi dengan defisit 12 poin.

 

Ducati Sudah Temukan Masalah di Austria

Motegi dikenal sebagai salah satu trek yang cukup bersahabat bagi Ducati. Namun, karakter sirkuit yang menuntut pengereman keras membuat Marc tetap harus berhati-hati.

Terlebih, lintasan Motegi baru saja mendapatkan pengaspalan ulang. Penggunaan ban belakang dengan konstruksi lebih kuat seperti yang dipakai di Red Bull Ring juga menambah tanda tanya mengenai performa Ducati.

Meski begitu, Marc mengaku cukup percaya diri setelah Ducati menemukan sumber masalah yang mereka alami di Austria.

"Yang paling penting adalah mereka menemukan apa yang terjadi dalam balapan. Masalah tersebut terlihat dari data dan mereka berhasil menemukan penyebabnya," kata Marc.

"Kami akan mencoba memperbaikinya karena ini adalah balapan yang sangat penting. Namun, saya percaya diri."

Marc menyadari persaingan di Motegi tidak akan mudah. Pedro Acosta dan empat pembalap Aprilia disebutnya tampil sangat cepat, termasuk Ai Ogura yang mampu menunjukkan performa kuat di Austria.

"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik. Namun, yang paling penting adalah kami selalu berada di barisan depan dan bersaing untuk podium," ujarnya.

"Ini memang tidak seperti tahun lalu, tetapi juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sepertinya semuanya lebih berimbang dan kami harus memahami dengan baik di mana level kami."

Sumber: Crash

 

Video Populer

Foto Populer