Raul Fernandez Finis Kedua di MotoGP Mandalika 2026 meski Dua Jarinya Patah

Raul Fernandez tampil luar biasa di MotoGP Indonesia 2026.

Bola.com, Jakarta - Raul Fernandez menunjukkan perjuangan luar biasa pada MotoGP Indonesia 2026. Pembalap Trackhouse Aprilia itu finis kedua di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026), meski harus menjalani balapan dengan dua jari tangan kanan yang patah.

Fernandez sebenarnya menghadapi akhir pekan yang sulit setelah mengalami kecelakaan pada sprint race, Sabtu (10/10/2026).

Pemeriksaan awal mengungkapkan satu jari tangannya patah. Namun, pada Minggu pagi, ia mengetahui ada satu jari lain yang juga mengalami patah tulang.

Cedera itu menjadi masalah serius karena jari telunjuk tangan kanannya biasa digunakan untuk mengoperasikan rem.

Fernandez dan timnya pun harus mengubah posisi tangan serta menyesuaikan tuas rem agar ia tetap bisa mengendarai motor.

Di tengah kondisi itu, Fernandez justru mampu bersaing di barisan depan. Ia memimpin balapan selama 18 dari 27 putaran sebelum akhirnya dilewati Marco Bezzecchi dan finis di posisi kedua.

“Saya tidak tahu bagaimana bisa melakukannya!” ujar Fernandez setelah balapan, seperti dikutip dari Motorsport.com.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Raul Fernandez Harus Mengubah Teknik Pengereman

Fernandez mengungkapkan tantangan terbesarnya bukan semata-mata menahan rasa sakit, melainkan menemukan cara untuk mengerem tanpa menggunakan jari telunjuk yang cedera.

“Pagi ini, ketika bangun, kondisi jari saya terasa sangat buruk. Masalahnya bukan rasa sakit. Masalahnya adalah jari yang patah itu merupakan jari yang biasa saya gunakan untuk mengerem,” kata Fernandez.

Ia mengaku sempat mempertanyakan bagaimana dirinya bisa mengikuti balapan dengan kondisi itu.

Bersama tim Trackhouse Aprilia, ia kemudian mengubah posisi tangan dan melakukan penyesuaian pada tuas rem.

Solusi yang ditemukan adalah menggunakan jari tengah untuk mengoperasikan rem.

Perubahan itu memungkinkan Fernandez tetap turun ke lintasan, tetapi membuatnya harus beradaptasi dengan teknik berkendara yang berbeda.

Waktu untuk beradaptasi pun sangat terbatas. Ia hanya memiliki sesi pemanasan sebelum balapan untuk membiasakan diri dengan posisi tangan dan cara pengereman yang baru.

Sempat Kesakitan setelah 13 Putaran

Perubahan teknik pengereman membuat Fernandez harus memulai hampir seluruh referensi berkendaranya dari awal.

Ia tak lagi bisa mengandalkan kebiasaan yang selama ini digunakan untuk memasuki tikungan dan mengerem.

“Referensi yang saya miliki sepanjang akhir pekan benar-benar kembali ke nol karena semuanya dimulai dari awal. Cara saya mengerem dan memasuki tikungan benar-benar berbeda,” ujarnya.

Kesulitan semakin terasa ketika balapan memasuki pertengahan lomba. Setelah 13 hingga 14 putaran, rasa sakit mulai menguras tenaganya dan membuatnya harus berkonsentrasi penuh agar tidak melakukan kesalahan.

“Setelah 13–14 putaran, saya hampir hancur. Rasanya sangat sakit. Menjaga fokus pada setang dan tidak membuat kesalahan benar-benar sulit,” kata Fernandez.

Meski demikian, ia tetap mampu bertahan di posisi depan dan menyelesaikan balapan dengan hasil yang luar biasa. Fernandez mengaku puas bisa mengamankan podium dalam kondisi yang jauh dari ideal.

Berterima Kasih kepada Tim Medis MotoGP

Fernandez juga memberikan apresiasi kepada tim medis MotoGP yang membantunya mempersiapkan tangan sebelum balapan.

Jari yang cedera dibalut agar tetap stabil ketika ia memegang setang dan mengendalikan motor.

Menurutnya, penanganan tersebut membantu mengurangi ketidaknyamanan sehingga ia bisa mencoba balapan dengan lebih aman.

“Saya rasa klinik melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dr. Angel Charte dan tim membuat balutan yang bagus untuk menjaga posisi jari saya saat memegang setang dan membuat saya lebih rileks di atas motor,” tuturnya.

“Jika bukan karena mereka, mungkin saya juga tidak bisa balapan hari ini,” lanjut Fernandez.

Hasil finis kedua menjadi pencapaian penting bagi pembalap Spanyol tersebut.

Ia gagal mengalahkan Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang, tetapi keberhasilannya naik podium dengan dua jari patah menjadi satu kisah paling menonjol dari MotoGP Indonesia 2026.

Sumber: Motorsport.com

 

Video Populer

Foto Populer