Sukses


5 Pemain Belia yang Mengguncang Piala Dunia: Lionel Messi hingga Michael Owen Bikin Fans Berdecak Kagum

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe yang masih belia ketika mengguncang panggung Piala Dunia 2018. Dia masih berusia 19 tahun saat mencetak gol kemenangan Prancis ke gawang Peru di laga kedua babak penyisihan grup.

Dia menjadi pemain paling muda urutan ke-18 yang mencetak gol di putaran final Piala Dunia. Mbappe tentu saja merupakan bakat khusus dan bukti pepatah "If you're good enough, you're old enough."

Jika seorang pemain sudah cukup bagus, artinya dia sudah cukup umur untuk bermain. Filosofi itu yang membuat Mbappe tidak sungkan bermain dengan para seniornya.

Ajang Piala Dunia memang tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain yang usainya sudah matang. Para pemain belia juga bisa mengguncang panggung Piala Dunia.

Berikut adalah 5 pemain yang tampil mengagumkan dan mengguncang Piala Dunia. Sayangnya, tidak ada nama Diego Maradona yang tercoret dari daftar pemain timnas Argentina tahun 1978 karena usia 17 tahun dianggap masih terlalu muda.

 

2 dari 6 halaman

5. Lionel Messi (2006)

Lionel Messi menjadi pemain hebat hampir dua dekade ini bersama Cristiano Ronaldo. Setelah memulai debut bersama Barcelona di usia 17 tahun, dia kemudian beberapa kali mengenakan seragam Timnas Argentina senior.

Lionel Messi juga masuk daftar skuad Argentina untuk Piala Dunia 2006, meski usianya saat itu masih 18 tahun. Messi baru menjalani debut di Piala Dunia pada laga kedua babak penyisihan grup saat Argentina menghadapi Serbia Montenegro.

Debutnya membuat dunia tercengang karena dia mampu mencetak satu gol dan satu assist. Sayangnya sejak debut hingga Piala Dunia 2018, Lionel Messi belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia.

 

3 dari 6 halaman

4. Dmitry Sychev (2002)

Meskipun Landon Donovan dari AS dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di final Piala Dunia 2002, usianya sudah 20 tahun. Namun ada pemain yang berusia 18 tahun yang mampu tampil menawan di ajang yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan itu.

Dia adalah pemain asal Rusia Dmitri Sychev yang mendapat julukan 'Michael Owen Rusia'. Dia mencetak satu gol dan satu assist bagi Rusia di ajang ini meski harus kandas di babak penyisihan grup.

Penampilan apik di Piala Dunia membuatnya pindah ke klub Prancis Olympique Marseille. Sayangnya, dia berada di bawah bayang-bayang Didier Drogba yang tampil dominan di Marseille.

 

4 dari 6 halaman

3. Jose Altafini (1958)

Brasil selalu melahirkan bakat-bakat luar biasa di dunia sepak bola, di antaranya Jose Altafini atau Mazzola. Dia juga merupakan satu di antara pemain bintang saat Brasil meraih trofi Piala Dunia pertama pada 1958.

Dalam usia 19 tahun dia menyumbangkan gol saat Brasil mengalahkan Austria di laga pembuka. Sayangnya dia mengalami cedera di laga selanjutnya dan posisinya digantikan Pele yang juga masih berusia 17 tahun.

Setelah Piala Dunia, Altafini bergabung dengan AC Milan, menikmati kesuksesan luar biasa. Pada Piala Dunia 1962, dia memilih untuk memperkuat Italia dibandingkan Brasil, meski harus tersingkir di babak pertama.

 

5 dari 6 halaman

2. Michael Owen (1998)

Mantan pemenang Ballon d'or, Michael Owen adalah bakat luar biasa untuk Liverpool dan Inggris. Pemain berwajah bayi ini memiliki kombinasi mematikan dari kecepatan hingga penyelesaian akhir yang tajam.

Owen tampil spektakuler bersama Liverpool selama musim 1997/1998 dan menjadi pemain termuda Inggris di Piala Dunia saat usianya masih 18 tahun. Dia membuat debut piala dunia sebagai pemain pengganti melawan Tunisia dan mencetak gol pertamanya di pertandingan grup ke-2 melawan Rumania.

Aksi jenius Owen muncul pada laga babak 16 besar Inggris melawan Argentina. Dia berlari dari garis tengah, mengecoh tiga bek Argentina, lalu mengangkat bola melewati kiper.

 

6 dari 6 halaman

1. Pele (1958)

Edson Arantes do Nascimento, atau lebih dikenal sebagai Pele merupakan legenda di Piala Dunia. Pada usia 17 tahun, Pele menjalani debutnya di Piala Dunia 1958 meski sempat mengalami cedera sebelum turnamen.

Debut Pele akhirnya datang di laga ketiga babak penyisihan grup serta memberi assist bagi gol kedua Vava melawan Uni Soviet. Di babak sistem gugur, para penonton benar-benar menyaksikan kejeniusan Pele yang tak tertandingi.

Setelah mencetak satu-satunya gol di babak perempat final melawan Wales, Pele mencetak hattrick 23 menit saat Brasil menghancurkan Prancis 5-2 di semifinal. Dia juga mencetak satu gol saat Brasil melumat 5-2 tuan rumah Swedia di laga final.

Sumber: Sportkeeda 

 

Video Populer

Foto Populer