Sukses


10 Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia: Ada yang Melegenda di Liga Indonesia

Bola.com, Jakarta - Jargon age is just a number, class is permanent agaknya tepat untuk menggambarkan 10 pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia. Satu nama di antaranya bahkan pernah merumput di Liga Indonesia.

Piala Dunia 2022 yang digelar pada November juga akan memunculkan sejumlah pesepak bola berusia tua. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bahkan mungkin bakal tampil untuk kali terakhir buat negaranya pada ajang empat tahunan ini.

Ya, karena hanya dihelat empat tahun sekali, para pesepak bola dunia tak punya banyak kesempatan untuk menjadi yang terbaik di pentas sepak bola antarnegara tertinggi di jagad raya ini. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka untuk unjuk gigi meski tak lagi berusia muda.

Berikut ini Bola.com merangkum 10 pencetak gol tertua di Piala Dunia:

2 dari 7 halaman

Roger Milla - 42 Tahun, 39 Hari

Roger Milla menjadi pemain tertua yang mencetak gol Piala Dunia, tepatnya pada Juni 1994, ketika tim Kamerun menghadapi Rusia di Amerika Serikat. Sial bagi Milla dan Kamerun, mereka kalah 1-6 dalam pertandingan tersebut, namun sang striker memperpanjang rekornya sendiri saat ia mencetak gol hiburan.

Dua gol Milla untuk Kamerun melawan Kolombia di Piala Dunia 1990 Italia membuatnya menjadi pemain pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia, pada usia 38 tahun dan 34 hari, tetapi empat tahun berselang, yakni saat usianya menyentuh 42 tahun 39 hari, rekor itu ia pecahkan.

Selain itu, Roger Milla merupakan pemain tertua ketiga yang bermain di Piala Dunia, di belakang Essam El-Hadary dari Mesir dan Faryd Mondragón dari Kolombia.

Roger Milla kemudian melanjutkan kariernya di Liga Indonesia, yakni di Pelita Jaya dan Putra Samarinda.

3 dari 7 halaman

Gunnar Gren - 37 Tahun, 236 Hari

Pemain Swedia, Gunnar Gren, mencetak gol pada semifinal Piala Dunia 1958 melawan Jerman Barat. Gol Gren yang pertama dan satu-satunya di Piala Dunia adalah yang membuat Swedia memimpin, sebelum rekan setimnya Kurt Hamrin memastikan kemenangan 3-1 di pengujung pertandingan.

Gol Gren membantu membawa Swedia ke final tahun 1958 melawan Brasil, tetapi mereka kemudian kalah 2-5 berkat masterclass Pelé.

Namun, disebutkan secara khusus untuk Sergei Ignashevich Rusia di sini. Pemain Rusia itu mencetak gol bunuh diri ke gawang Spanyol di Piala Dunia 2018 pada usia 38 tahun, 352 hari. Tapi tenang, gil bunuh diri tidak masuk dalam ulasan Bola.com.

4 dari 7 halaman

Cuauhtemoc Blanco - 37 Tahun, 115 Hari

Playmaker Meksiko Cuauhtémoc Blanco mencetak gol ketiga dan terakhirnya di Piala Dunia dalam kemenangan mengejutkan 2-0 Meksiko atas Prancis di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Berusia 37 tahun dan 151 hari saat mencetak gol, Blanco menjadi pencetak gol tertua ketiga di Piala Dunia (tidak termasuk gol bunuh diri). Ia juga tercatat sebagai pencetak gol tertua Meksiko di Piala Dunia.

Penalti menit ke-79 dari Blanco membantu menyingkirkan Prancis dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2010, menyusul hasil imbang mereka di pertandingan pembuka melawan Uruguay dan kekalahan dari tuan rumah Afrika Selatan di pertandingan terakhir grup.

Dengan gol Blanco lesakkan yang dicetaknya pada Piala Dunia 1998, 2002 dan 2010, Blanco adalah satu dari hanya tiga pemain Meksiko yang mencetak gol di tiga Piala Dunia terpisah, bersama Chicharito dan Rafael Marquez.

5 dari 7 halaman

Felipe Baloy - 37 Tahun, 120 Hari

Felipe Baloy mungkin hanya membuat satu penampilan dan 21 menit di lapangan dalam sejarah Piala Dunia, tetapi ia berhasil mencetak gol dalam pertandingan itu dan menjadi pemain tertua keempat yang mencetak gol Piala Dunia dalam prosesnya.

Mengingat Panama tidak akan berada di Piala Dunia 2022 di Qatar dan Baloy akan berusia 42 tahun pada Februari tahun depan, dapat dipastikan dirinya tak akan lagi mencetak sejarah.

Sama seperti Roger Milla sebelumnya, gol Baloy datang sebagai hiburan dalam kekalahan telak 1-6. Bek Panama itu memasuki lapangan ketika Inggris memimpin 6-0 dan kemudian mencetak gol sundulan dari tendangan bebas hanya sembilan menit setelah masuk, yang berarti bahwa selama Baloy berada di lapangan, Panama menang 1-0. Itulah kemenangan yang sebenarnya.

6 dari 7 halaman

Obdulio Varela

Nama Obdulio Varela mungkin tidak pernah kita dengar selama ini. Akan tetapi, di Amerika Selatan sana, ia dicap sebagai salah satu kapten tim nasional terbaik sepanjang masa.

Varela adalah kapten tim Uruguay yang memenangkan Piala Dunia 1950. Tapi sejarah tercipta pada Juni 1954, di mana ia mencetak gol kedua dan terakhirnya di Piala Dunia dalam kemenangan 4-2 atas Inggris di Swiss.

Itu adalah kabar baik. Kabar buruknya adalah ia mengalami cedera saat merayakan gol dan tidak pernah bermain di pertandingan Piala Dunia lagi, yang merupakan sial bagi Uruguay mengingat mereka tidak pernah kalah dalam pertandingan Piala Dunia yang ia mainkan (M6 S1 K0).

7 dari 7 halaman

Lainnya

  • 6: Martín Palermo (36 tahun, 227 hari)

Argentina Vs Yunani – 22 Juni 2010

  • 7: Georges Bregy (36 tahun, 152 hari)

Swiss Vs Amerika Serikat – 18 Juni 1994

  • 8: Tom Finney (36 tahun, 64 hari)

Inggris Vs Uni Soviet – 8 Juni 1958

  • 9: Miroslav Klose (36 tahun, 29 hari)

Jerman Vs Brasil – 8 Juli 2014

  • 10: John Aldridge (35 tahun, 279 hari)

Republik Irlandia vs Meksiko – 24 Juni 1994

Mengintip Markas Latihan Mbappe, dkk di Piala Dunia 2022

Video Populer

Foto Populer