Takefusa Kubo Siap Bersinar Bersama Timnas Jepang di Piala Dunia 2026

Nama Takefusa Kubo sudah mencuri perhatian sejak usia sangat muda. Ketika masih berusia 10 tahun, ia meninggalkan Jepang untuk bergabung dengan akademi terkenal milik FC Barcelona, La Masia.

Bola.com, Jakarta - Takefusa Kubo akan datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sebagai salah satu kekuatan Timnas Jepang ketika Piala Dunia 2026 pada Juni dan Juli mendatang. Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi momentum baginya untuk bersinar.

Nama Takefusa Kubo sudah mencuri perhatian sejak usia sangat muda. Ketika masih berusia 10 tahun, ia meninggalkan Jepang untuk bergabung dengan akademi terkenal milik FC Barcelona, La Masia.

Sorotan terhadapnya semakin besar karena ia dianggap sebagai salah satu talenta terbaik Asia generasinya.

Meski sempat dipaksa kembali ke Jepang akibat pelanggaran aturan transfer pemain muda yang menimpa Barcelona, perjalanan Kubo di Eropa tidak berhenti. Setelah berusia 18 tahun, ia direkrut rival Barcelona, Real Madrid.

Kini, bersama Real Sociedad, Kubo memang belum sepenuhnya mencapai ekspektasi besar yang dulu melekat kepadanya. Namun, pada usia yang masih 24 tahun, ia sudah memiliki karier yang mengesankan.

Kubo pernah menjuarai Liga Europa bersama Villarreal pada 2021 dan baru saja meraih trofi Copa del Rey bersama Sociedad. Kini, Kubo bersiap tampil di Piala Dunia FIFA keduanya secara beruntun bersama Jepang.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kenangan Pahit di Piala Dunia 2022

Pada Piala Dunia 2022, Kubo datang dengan ekspektasi tinggi setelah tampil impresif bersama Real Sociedad. Namun, pengalaman pertamanya di panggung terbesar sepak bola dunia tidak berjalan mulus.

Ia menjadi starter saat Jepang mengejutkan Jerman dengan kemenangan 2-1, tetapi ditarik keluar saat turun minum.

Ironisnya, dua gol Jepang tercipta setelah dirinya digantikan. Nasib serupa terjadi saat melawan Spanyol, ketika ia kembali ditarik keluar di babak pertama akibat cedera.

Cedera tersebut akhirnya membuatnya absen pada laga babak 16 besar melawan Kroasia, saat Jepang tersingkir lewat adu penalti.

Meski begitu, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Kubo yang kini tampil jauh lebih matang dan berpengalaman.

Dengan 48 caps bersama tim nasional, ia sudah menjadi salah satu pemain senior di skuad Samurai Blue meski usianya masih relatif muda.

Jadi Tumpuan Jepang Setelah Cedera Mitoma

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, kini menggunakan formasi menyerang 3-4-2-1 yang memberi ruang besar bagi kreativitas pemain seperti Kubo. Dalam sistem itu, Kubo biasanya mengisi salah satu posisi playmaker bersama Takumi Minamino.

Jepang tampil luar biasa sepanjang kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Dari 16 pertandingan, mereka mencetak 54 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Kubo sendiri berkontribusi lewat empat gol dan delapan assist.

Namun, tantangan besar datang setelah Minamino mengalami cedera ACL, disusul cedera hamstring yang menimpa Kaoru Mitoma. Situasi itu membuat tanggung jawab Kubo semakin besar.

“Cedera Mitoma sangat mengecewakan. Saya sudah menghubunginya langsung, tetapi tentu ini masa yang sulit baginya karena dia pemain yang sangat penting,” ujar Kubo.

“Saya ingin membawa semangat Mitoma bersama saya dan memberikan segalanya dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar.”

“Kami harus bersatu sebagai satu tim dan demi Mitoma, saya berharap kami bisa bersama-sama membuat turnamen ini sukses.”

Kreativitas Kubo Jadi Harapan Terbesar Jepang

 

Jepang sebenarnya masih memiliki beberapa opsi lain, seperti Daichi Kamada, Keito Nakamura, hingga Junya Ito yang tampil produktif sepanjang kualifikasi. Namun, tidak banyak pemain Jepang yang memiliki kreativitas alami seperti Kubo.

Saat bergerak di antara lini pertahanan lawan, ia mampu melepaskan umpan-umpan terobosan yang sulit diprediksi.

Ketika melebar ke sisi lapangan, ia sering menarik perhatian beberapa pemain bertahan sekaligus dan membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk menusuk ke kotak penalti.

Kubo dianggap sebagai pemain Jepang dengan bakat alami paling besar saat ini. Jika berada dalam kondisi terbaiknya, ia mampu menjadi pembeda bahkan melawan tim-tim elite dunia.

Piala Dunia sebelumnya mungkin belum menjadi panggung ideal. Namun, dengan pengalaman dan kedewasaan yang lebih matang, Piala Dunia 2026 bisa menjadi momen ketika Takefusa Kubo benar-benar bersinar dan membawa Jepang lebih jauh.

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer