Polemik Penerjemahan Bahasa di Piala Dunia 2026, Permintaan Vinicius Jr saat Konferensi Pers Ditolak

Polemik Penerjemahan Bahasa di Piala Dunia 2026, Permintaan Vinicius Jr saat Konferensi Pers Ditolak

Bola.com, Jakarta - Ada momen menarik usai laga Brasil kontra Maroko yang berakhir imbang 1-1 pada matchday pertama Grup C Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) WIB.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Vinicius Junior hadir sebagai perwakilan pemain Brasil. Saat seorang jurnalis mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris, Vinicius meminta agar pertanyaan disampaikan dalam bahasa Spanyol.

Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi. Moderator konferensi pers menjelaskan bahwa tidak tersedia layanan penerjemahan bahasa Spanyol.

"Maaf, kami tidak memiliki penerjemahan dalam bahasa Spanyol. Pertanyaan dalam bahasa Inggris, atau salah satu bahasa lain yang kami gunakan hari ini. Terima kasih," ujar moderator, seperti dikutip dari Sportbible.

Insiden itu menjadi sorotan tersendiri di tengah hasil imbang yang diraih Brasil melawan Maroko.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Hakimi dan De Jong Senasib

Pemain Timnas Maroko, Achraf Hakimi dari Maroko juga tidak dapat ditanyai dalam bahasa Spanyol, mengingat ia pernah bermain di Real Madrid. Lagi-lagi moderator yang memimpin konferensi pers mengatakan bahwa penggunaan bahasa tersebut tidak diizinkan.

"Maaf, maaf. Anda hanya dapat mengajukan pertanyaan dalam bahasa yang telah kami tetapkan. Kami tidak dapat melakukannya karena masalah penerjemahan," kata petugas tersebut.

Nasib serupa juga dialami Frenkie De Jong menjelang laga Belanda versus Jepang. Ketika seorang jurnalis mengajukan pertanyaan kepada sang pemain yang memperkuat Barcelona, dalam bahasa Spanyol, moderator kemudian menyela.

"Maaf, pertanyaannya harus dalam bahasa Inggris, Jepang, atau Belanda," kata sang moderator.

 

Sesuai Kebutuhan Tim yang Bertanding

Alasan yang dikemukakan berkaitan dengan keterbatasan layanan penerjemah yang disediakan FIFA pada konferensi pers tertentu. Dalam praktiknya, FIFA hanya menyediakan sejumlah bahasa sesuai kebutuhan tim yang bertanding dan bahasa utama yakni Bahasa Inggris.

Kontroversi ini mencuat karena Piala Dunia 2026 tidak hanya berlangsung di Amerika Serikat dan Kanada, tetapi juga di Meksiko, sebagai penutur resmi Bahasa Spanyol.

Selain itu, bahasa Spanyol merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbesar di dunia. Di Amerika Serikat sendiri, Bahasa Spanyol adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan setelah Bahasa Inggris.

Negara peserta Piala Dunia dari wiayah Amerika Selatan dan sebagian Amerika Tengah juga menggunakan berbahasa Spanyol.

Sumber: Sportbible

Laporan Langsung dari AS

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Video Populer

Foto Populer