Portugal Tatap Kans ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Joao Felix Puji Cristiano Ronaldo: Dia Pemain Terbaik di Kotak Penalti

Joao Felix melontarkan sanjungan kepada Cristiano Ronaldo jelang laga Portugal kontra Kolombia di matchday terakhir Grup K Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Timnas Portugal punya peluang lolos ke babak gugur atau 32 besar Piala Dunia 2026. Selecao das Quinas dijadwalkan bertemu Kolombia pada laga terakhir Grup K di Miami Stadium, Minggu (28-6-2026) mulai pukul 06.30 WIB.

Timnas Portugal masih berada di peringkat kedua Grup K Piala Dunia 2026 dengan poin empat, tertinggal dua poin dari Kolombia yang sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar.

Portugal punya syarat wajib menang atau minimal bermain imbang melawan Kolombia untuk ikut lolos langsung ke babak 32 besar.

Peluang yang cukup besar ini wajib dimanfaatkan oleh skuad Portugal, ditambah superstar mereka, Cristiano Ronaldo, yang sedang gacor.

Ronaldo dihujani kritik saat Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo di pertandingan pertama. Ia dianggap menjadi beban tim dengan minim kontribusi, padahal bermain penuh melawan Kongo.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pasang Badan

Namun, eks bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu membungkam para pengkritiknya pada pertandingan kedua. Portugal menang telak 5-0 atas Uzbekistan, dan Ronaldo mencatat brace.

Dua golnya ke gawang Uzbekistan itu membuat Ronaldo membubuhkan rekor sebagai pemain yang selalu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia beruntun.

Kritik yang sempat ditujukan kepada Ronaldo, membuat rekan setimnya di Portugal, Joao Felix, pasang badan.

"Selalu ada keriuhan seputar Cristiano Ronaldo. Entah dia bermain bagus atau buruk, orang-orang selalu menuntut lebih darinya. Di pertandingan pertama, kesalahan apa yang bisa ditimpakan kepadanya? Bagaimanapun, dia adalah pemain terbaik di dalam kotak penalti," kata Joao Felix.

"Anda harus memberinya peluang untuk mencetak gol. Dia mendapatkannya hari ini dan mencetak dua gol. Begitulah adanya; kami harus menciptakan peluang di dalam kotak penalti, terutama karena pada pertandingan pertama kami tidak banyak menciptakan peluang, sedangkan di laga ini kami menciptakan begitu banyak peluang," lanjutnya.

Bangun Chemistry

Dalam laga pembuka yang membuat frustrasi melawanKongo, Portugal mendominasi penguasaan bola hingga 75 persen, tetapi gagal total menembus pertahanan lawan yang rapat dan bermain sangat dalam.

Dari total hanya tujuh tembakan yang dilepaskan Selecao, hanya sundulan Joao Neves yang mengarah tepat ke sasaran, sementara Kongo justru terlihat lebih mengancam lewat serangan balik dengan total delapan tembakan.

Portugal kemudian meraih kemenangan besar atas Uzbekistan setelah adanya pemilihan komposisi pemain yang tepat, terutama keputusan pelatih Roberto Martinez lebih memilih Joao Felix di kiri ketimbang Bernardo Silva.

Kolaborasi Joao Felix dan Cristiano Ronaldo membawa dampak positif dalam permainan Portugal, mengingat keduanya juga sudah punya chemistry bersama di level klub, Al-Nassr.

"Kami menghabiskan waktu sepanjang tahun untuk melatih pemahaman ini. Dia paham pergerakan saya dan saya paham pergerakannya, jadi chemistry itu terbentuk dengan mudah. Saat dia dikelilingi pemain lawan, kami bisa melakukan pertukaran bola dengan cepat. Fokus utamanya adalah tetap berada dalam jarak dekat satu sama lain agar kami bisa memainkan gaya permainan kami," beber Joao Felix.

 

Sumber: World Soccer Talk

Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Video Populer

Foto Populer