Skotlandia Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Steve Clarke Langsung Resign

Pelatih Timnas Skotlandia, Steve Clarke, memutuskan mundur setelah tim besutannya gagal melaju jauh di Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Skotlandia, Steve Clarke, memutuskan mundur setelah tim besutannya gagal melaju jauh di Piala Dunia 2026. Tim berjulukan The Tartan Army dipastikan terlempar dari persaingan lolos fase gugur dari jalur peringkat ketiga terbaik.

Timnas Skotlandia finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup C Piala Dunia 2026 dengan nilai tiga. Mereka tertinggal tiga angka dari Brasil (juara grup), disusul Maroko sebagai runner-up grup.

Dengan mengemas nilai tiga, Skotlandia berharap masih bisa masuk delapan besar klasemen kecil peringkat ketiga terbaik untuk membuka kans lolos babak gugur. Akan tetapi, mereka resmi tersingkir setelah Kroasia mengalahkan Ghana di Grup L.

Kroasia dan Ghana sama-sama lolos ke babak berikutnya, sekaligus menggugurkan harapan Skotlandia lolos. Situasi ini membuat pelatih Skotlandia, Steve Clarke, langsung mengundurkan diri dari pekerjaannya di Timnas Skotlandia.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Perpisahan Emosional

Pelatih berusia 62 tahun itu membawa Skotlandia tampil dalam dua edisi Euro terakhir, sekaligus mengakhiri penantian selama 23 tahun untuk bisa berlaga di turnamen besar.

Setelah itu, mereka mencatatkan penampilan pertama di Piala Dunia 2026 setelah terakhir kali tampil pada edisi 1998, namun Skotlandia kini tercatat gagal melaju melewati fase grup dalam 13 kali keikutsertaan di turnamen besar.

Perjalanan mereka di Amerika Serikat diawali dengan kemenangan 1-0 atas Haiti. Namun, Skotlandia kemudian takluk dengan skor serupa dari Maroko kemudian disusul oleh kekalahan telak 0-3 dari Brasil yang diwarnai banyak kesalahan di lini pertahanan.

Meski mengumpulkan tiga poin, Skotlandia gagal melaju ke babak 32 besar karena kalah dalam selisih gol. Clarke dengan mantap memutuskan resign, meski baru saja memperpanjang kontrak bulan Mei lalu.

"Bagian paling emosional dari perpisahan ini adalah soal para pemain. Tanpa mereka, kami tidak akan memiliki kenangan indah sejak 2019 hingga saat ini," ungkap Steve Clarke dikutip dari France 24, Minggu (28.6/2026). 

"Mereka layak mendapatkan segala pujian dan sanjungan yang mereka terima, dan sungguh sebuah kehormatan bisa menjadi pelatih mereka. Terima kasih telah mengundang saya, dan semoga sukses bagi penerus saya," lanjut Clarke.

 

Merasa Gagal

Perjalanan Skotlandia di Piala Dunia 2026 sebenarnya tidak terlalu buruk, terutama mengawali turnamen dengan kemenangan atas Haiti. Namun ujian berikutnya datang ketika harus menghadapi Maroko, dengan menelan kekalahan telak tipis 0-1.

Sebelum laga terakhir fase grup, Skotlandia tampak berpeluang lolos ke fase gugur, namun performa yang diwarnai banyak kesalahan saat melawan juara dunia lima kali, Brasil, dan menyerah 0-3.

"Bagi saya, sudah pasti, saya rasa kami akan pulang," kata Clarke saat itu.

Serangkaian hasil di grup lain, termasuk kemenangan mengejutkan Ekuador atas Jerman, membuat prediksi suram Clarke menjadi kenyataan.

Manajer Everton, David Moyes, menjadi salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Clarke menjelang Euro 2028, turnamen di mana Skotlandia berpotensi bermain di kandang sendiri.

Glasgow merupakan salah satu dari delapan kota tuan rumah, dengan turnamen tersebut akan diselenggarakan di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia.

Sumber: France 24

   

Video Populer

Foto Populer