Cerita dari Amerika Serikat: Curhat 3 Jurnalis Peliput Piala Dunia 2026 yang Negaranya Tidak Lolos, Membayangkan Tanah Airku Bergema

Meliput Piala Dunia rasanya akan semakin lengkap jika Timnas asal negara para jurnalis ikut berkompetisi. Sayangnya, para jurnalis di tulisan ini tidak merasakan kemewahan itu.

Bola.com, Jakarta - Peliputan Piala Dunia jelas menjadi mimpi bagi banyak jurnalis sepak bola di seluruh penjuru bumi. Ajang itu dianggap sebagai salah satu ajang paling prestisius untuk diliput.

Meliput Piala Dunia rasanya akan semakin lengkap jika Timnas asal negara para jurnalis ikut berkompetisi. Sayangnya, para jurnalis di tulisan ini tidak merasakan kemewahan itu.

Misalnya yang dialami oleh Prasetyo Eko Prihantono. Jurnalis dari Harian Kompas yang sudah berpengalaman meliput dua Piala Dunia itu cukup sedih dengan fakta Timnas Indonesia tidak bisa melaju ke putaran final edisi 2026.

Padahal laju Timnas Indonesia di babak kualifikasi sangat bagus. Garuda bahkan bisa melaju sampai putaran keempat. Sesuatu yang tidak bisa dicapai sebelumnya.

"Merasa ngiri dengan wartawan lain yang negaranya lolos ke Piala Dunia 2026," ujar sosok yang akrab disapa Pras itu kepada Bola.com.

Prasetyo membayangkan sesuatu yang cukup liar jika saja Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026.

Ritual sakral menyanyikan Tanah Airku bisa menjadi sesuatu yang sangat menarik. Apalagi jika terjadi di ajang sekelas Piala Dunia.

"Kemarin Waktu lihat Viking Row-nya Noerwegia saya membayangkan bagaimana Timnas Indonesia lolos ke PIala Dunia 2026 dan bermain di Metlife Stadium, saat selesai pertandingan lagunya Ibu Sud yang judulnya Tanah Airku, pasti rasanya luar biasa, bangga, akan menangis haru," katanya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bahagia Bukan Main

Jurnalis asal Thailand, Tuntat Vinijmanon pun merasa ada yang kurang di Piala Dunia 2026. Kita semua tahu, Gajah Perang pun gagal lolos ke turnamen itu.

Tuntat Vinijmanon mencoba membayangkan jika suatu saat nanti Timnas Thailand bisa berlaga di Piala Dunia. Ia akan melompat kegirangan dalam Waktu yang lama.

"Rasanya akan sangat luar biasa, saya akan lompat-lompat dan susah untuk berhenti," katanya.

"Saya sudah berusia 28 tahun dan belum pernah melihat Thailand berlaga di Piala Dunia," sambung Vinijmanon.

 

 

Santai Tapi Ngarep

Sementar itu jurnalis asal Kenya, Stephen Ochieng, justru merasa santai setelah Timnas Kenya gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia tetap memiliki harapan suatu saat nanti bisa melipit negaranya di ajang level global itu.

"Sebenarnya saya malah santai, soalnya kalau Kenya lolos ke Piala Dunia saya bisa sangat sibuk, tidak bisa menikmati pertandingan," kata Ochieng sembari tertawa," ujarnya.

"Tapi ya harapannya tentu di masa depan bisa melihat negara saya bermain di Piala Dunia, menyanyikan lagu kebangsaan di turnamen terbesar," tandas Ochieng.

Video Populer

Foto Populer